Mengasah Ketangkasan Calon Direksi BEI

Ambisi Kalahkan Bursa Singapura

Jumat, 17/04/2015

NERACA

Jakarta – Siapa yang layak menjadi direksi PT Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk priode berikutnya 2015-2018, menjadi perhatian para pelaku pasar dan termasuk anggota bursa. Sekalipun, kewenangan penuh ada di Otoritas Jasa Keuangan (OJK), tentunya harapan pasar bisa membawa perubahan yang lebih baik. Maka agar tidak membeli kucing dalam karung, OJK memperketat dan selektif calon direksi BEI. Oleh karena itu, OJK meminta kepada calon bakal direksi Bursa Efek Indonesia untuk menyusun Indikator Kinerja Utama (IKU) sebagai salah satu persyaratan dalam uji kelayakan dan kepatutan atau "fit and proper test".

Hal yang menjadi tuntutan utama OJK, disebutkan calon direksi BEI harus memiliki program yang spesifik dan aktif dalam rangka mendorong perusahaan domestik melaksanakan penawaran umum perdana saham (IPO),”Jangan sampai kalah dengan Bursa Singapura yang cukup aktif mendekati beberapa perusahaan domestik untuk mencatatkan sahamnya disana," ujar Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK, Nurhaida di Jakarta, kemarin.

Dengan demikian, lanjut dia, calon bakal direksi BEI mendatang ditantang untuk memiliki program yang memudahkan perusahaan melaksanakan IPO, namun tidak mengorbankan kepentingan investor. Nurhaida juga mengharapkan bahwa calon bakal direksi BEI dapat lebih meningkatkan kontribusi industri pasar modal sebagai salah satu pilar ekonomi domestik, salah satunya dengan menyediakan pendanaan jangka panjang dalam rangka mendukung pembangunan infrastruktur di dalam negeri,”Kita tahu, salah satu peran pasar modal dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yakni memberikan pendanaan jangka panjang untuk pembangunan infrastruktur, peran itu harus ditingkatkan,”paparnya.

Saat ini terdapat lima paket calon kandidat yang sudah menyatakan diri siap maju menjadi direksi BEI. Dalam paket calon bakal direksi BEI terdiri dari tujuh orang, maka sesuai dengan ketentuan yang berlaku, susunan atau komposisi calon direktur bursa paling sedikit satu orang calon direktur wajib mempunyai pengalaman dalam posisi direktur pada perusahaan yang bergerak di bidang keuangan paling kurang lima tahun.

Kemudian, paling sedikit satu orang calon direktur wajib berpengalaman pada posisi manajerial paling kurang satu tingkat di bawah direktur atau jabatan yang setara pada institusi pengawas Pasar Modal dan/atau organisasi yang diberi kewenangan oleh Undang-undang Pasar Modal untuk mengatur pelaksanaan kegiatannya paling kurang lima tahun.

Lalu, paling sedikit satu calon direktur wajib mempunyai pengalaman dalam posisi manajerial pada bidang pengelolaan risiko dan/atau pengelolaan investasi pada perusahaan yang bergerak di bidang keuangan, atau mempunyai pengalaman sebagai profesional di bidang hukum, akuntansi, atau keuangan yang berpraktik secara aktif dalam bidang Pasar Modal, paling kurang 5 tahun.

Dan, khusus bagi calon direktur yang bertanggung jawab di bidang teknologi informasi, wajib berpengalaman dalam posisi manajerial pada bidang teknologi informasi paling kurang lima tahun dan memiliki pengetahuan yang cukup mengenai sistem informasi perusahaan yang bergerak di bidang keuangan. (bani)