Pengusaha Diminta Berinovasi

Jumat, 17/04/2015

NERACA

Jakarta - Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional / Kepala Bappenas, Andrinof Chaniago, meminta kepada para pengusaha atau pelaku bisnis agar bisa berinovasi dalam mengembangkan usahanya sehingga mampu bertahan di tengah persaingan global. "Pengusaha sejati dari bangun tidur sampai tidur berpikir bagaimana menciptakan inovasi dengan membangun nilai tambah produk," katanya di Jakarta, Kamis (16/4).

Dia menyebutkan, sejatinya pengusaha harus mampu menggunakan daya kreatifitas untuk mendukung usaha sehingga mampu menghasilkan produk yang lebih berkualitas.Menurut Andrinof, pengusaha juga harus mengalami revolusi mental dengan adanya perubahan pemikiran yang mengembangkan sayap bisnisnya dengan landasan pengembangan kreatifitas.

Pasalnya, setiap pelaku bisnis dapat melakukan terobosan-terobosan baru sehingga mampu bertahan menghadapi persaingan dunia. "Mari lakukan revolusi mental pengusaha yang memimpin proses yang menciptakan nilai tambah bukan tuan tanah atau raja kontrakan," ujarnya.

Andrinof mengimbau pengusaha sekaligus calon wirausaha untuk menggerakkan ide-ide pembangunan melalui inovasi dalam kegiatan ekonomi sehingga mampu mendorong perekonomian bangsa yang lebih baik. Dia menambahkan inovasi juga harus muncul dari pengembangan techno park sehingga masyarakat dapat bekerja lebih efektif dan efisien melalui penerapan teknologi.

Dirinya berharap pembangunan 100 techno park pada kabupaten/kota diharapkan dapat memberikan sumbangsih bagi kekuatan Indonesia untuk mengelola sumber daya alam yang ada. Pada kesempatan berbeda, Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia, Bahlil Lahadalia menegaskan, pengusaha Indonesia diwajibkan "pasang badan" dalam menghadapi tantangan global seperti Masyarakat Ekonomi ASEAN akhir tahun ini.

"Masyarakat Indonesia bahkan pengusaha muda harus siap menghadapi MEA. Pengusaha muda kita juga sudah bisa dibilang bersaing," tegasnya.

Bahlil juga mengatakan untuk menghadapi MEA, masyarakat Indonesia harus meningkatkan profesionalisme, kinerja, kerja keras dan jaringan. "Caranya dengan penciptaan pengusaha pemula, menaikkan kelas, membangun jaringan. Itu hal yang harus dilakukan. Selain itu, untuk bisa bersaing, kita harus meningkatkan kualitas produk," tambahnya.

Dua hal lain yang harus ditingkatkan, yakni mendorong anak muda jadi pengusaha dan mendorong pembangunan infrastuktur di seluruh Indonesia.

Oleh karenanya guna bukan hanya dari sisi pengusaha saja, tapi menghadapi persaingan global tersebut harus ditanggapi se­rius oleh pemerintah ka­re­na dalam waktu dekat Indo­nesia akan menghadapi per­ekonomian asia yang me­miliki dampak positif dan negatif. “Diharapkan pula pemerintah menaruh perhatian lebih kepada permasalah ini,” tandasnya. [agus]