Astra Graphia Bidik Pendapatan Tumbuh 10%

Jumat, 17/04/2015

NERACA

Jakarta – Meskipun tahun ini banyak tantangan, PT Astra Graphia Tbk (ASGR) optimis pertumbuhan pendapatan dan laba bersih perseroan diprediksi bisa mencapai 10% pada tahun 2015,”Memang banyak tantangan di tahun ini, seperti fluktuasi rupiah terhadap dolar AS, kondisi makroekonomi yang tidak stabil dan harga bahan bakar minyak (BBM). Tapi kami optimistisgrowthdi tahun ini bisa double digit lah, baik pendapatan dan laba bersih,”kata Presiden Direktur Astra Graphia, Harrijadi Halim di Jakarta, Kamis (16/4).

Maka untuk menggenjot pertumbuhan bisnis tersebut, lanjutnya, perseroan akan terus agresif mengembangkan ekspansi bisnis. Disebutkan, perseroan bakal menggenjot bisnisnya dengan dua anak usaha yang dimilikinya yaitu PT Astra Graphia Informasi Technology (AGIT) yang bergerak di bidang solusi TI dan komunikasi dan PT Astragraphia Xprint Indonesia (AXI) yang bergerak di bidang office services,”Kami akan maksimalkan langkah ini dengan memanfaatkan jaringan perusahaan yang dimiliki sebanyak 89 titik yang sudah tersebar di seluruh 29 kantor cabang yang ada di Indonesia," tutup Harrijadi.

Tahun lalu, diakuinya, pertumbuhan pendapatan perseroan memang hanya tumbuh satu persen. Hal itu dikarenakan sentimen dari tahun politik di tahun lalu, yaitu pemilihan umum (pemilu) baik pilpres maupun pemilihan anggota legislatif. Menurutnya, dengan sentimen seperti itu, perseroan masih bersyukur pendapatan bisa tumbuh, walau sedikit tumbuhnya ketimbang di 2013.

Belanja Modal

Tahun ini, PT Astra Graphia Tbk menganggarkan dana belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar Rp250 miliar. Kata Direktur Keuangan Astra Graphia, Wanny Wijaya, dana belanja modal tersebut akan digunakan untuk mengembangkan bisnisnya di induk usaha maupun anak usaha,"Capex tahun 2015, kami proyeksikan sekitar Rp250 miliar. Komposisi kita gunakan pertumbuhan bisnis kami baik di solusi dokumen atau untuk anak usaha kami di AGIT dan AXI,"ungkapnya.

Menurutnya, dana belanja modal seluruhnya bersumber dari kas internal perusahaan. Dimana sumber dana dilihat dari kas itu sangat kuat sekitar Rp300 miliar. Dia menambahkan, perseroan pada tiga bulan pertama tahun ini masih belum banyak menggunakan dana belanja modal. Pasalnya, pertumbuhan usaha lebih banyak pada semester II,”Capex kuartal I masih kecil. Kita sangat hati-hati gunakan dana. Kebanyakan baru akan dikeluarkan di semester II karena pertumbuhan bisnis lebih banyak di semester II," ujar Wanny.

Kemudian berdasarkan rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST), perseroan bakal membagikan dividen kepada para pemegang saham sebesar 40% dari laba bersih tahun buku 2014 sebesar Rp103 miliar atau Rp77/lembar saham. Pembagian dividen tersebut sudah termasuk dividen interim sebesar Rp25/lembar, yang telah dibayarkan pada 28 Oktober 2014 dan sisanya Rp52/lembar akan dibayarkan pada 20 Mei 2015.

Adapun laba bersih perusahaan tahun lalu sebesar Rp260,22 miliar. Setelah dikurangi pembagian dividen, sebesar Rp1,5 miliar dialokasikan untuk dana cadangan dan sisanya dicatat sebagai laba ditahan perseroan. Sementara laba ditahan tersebut nantinya akan digunakan sebagai tambahan modal kerja atau investasi perseroan. Sementara dia meyakini bahwa kinerja perusahaan akan membaik ke depan.

Sekadar informasi, Astra Graphia pada tahun lalu berhasil mencatat pendapatan bersih konsolidasi sebesar Rp2,28 triliun atau meningkat 1% dibandingkan realisasi pendapatan pada 2013. Naiknya pendapatan mendorong meningkatnya raihan laba bersih perseroan sebesar 25% menjadi Rp260,22 miliar, termasuk hasil divestasi saham PT AGIT Monitise Indonesia oleh PT Astra Graphia Information Technology (AGIT). (bani)