PTBA Akuisisi Perusahaan Energi Australia

Jumat, 17/04/2015

NERACA

Jakarta – Mengembankan bisnis dengan diversifikasi usaha selain sektor pertambangan, kini tengah di garap PT Bukit Asam Tbk (PTBA). Meskipun demikian, diversifikasi usaha yang bakal digeluti tidak jauh dari sektor energi. Dimana perusahaan tambang plat merah ini berencana mengakuisisi perusahaan energi asal Australia, Ignite Energy Resources Limited (IER). Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, Kamis (16/4).

Kata Corporate Secretary Bukit Asam, Joko Pramono, target akuisisi ini diharapkan bisa rampung tahun ini,”Diharapkan sebelum akhir semester pertama ini, hasil due dilligence untuk kajian akuisisi ini sudah keluar. Sehingga perseroan dapat memutuskannya, termasuk komposisi kepemilikan sahamnya,”ujarnya.

IER adalah sebuah perusahaan sumber daya alam masyarakat dan perusahaan pengembangan teknologi energi dari Australia yang belum terdaftar di bursa. IER menguasai teknologi batu bara cair, cat HTR, dan coal upgrading. Sekadar informasi, sebelum mendirikan anak usaha PT Bukit Energi Investama (BEI), persroan juga membentuk anak perusahaan, PT Bukit Asam Investama pada tahun lalu.

Menurut Joko, terbentuknya Bukit Energi Investama ini menambah anak perusahaan PTBA yang sudah berdiri sebelumnya, di antaranya bergerak di sektor penambangan, pengelolaan pembangkit listrik dan perdagangan batu bara. Kemudian perseroan juga mempunyai perusahaan afiliasi atau cucu perusahaan seperti perusahaan yang bergerak di bidang jasa penambangan, transportasi laut untuk batu bara, jasa pandu pelabuhan, dan perkebunan kelapa sawit.

Asal tahu saja, Bukit Energi Investama merupakan anak usaha PTBA yang dipersiapkan sebagai grup bisnis yang menunjang pengembangan PTBA di antaranya meliputi usaha di bidang pengembangan PLTU, kontraktor engineering procurement construction (EPC). Selain itu, BEI juga untuk mengembangkan kontraktor pengoperasian dan pemeliharaan (operation and maintanance) dan juga termasuk pengolahan hasil pertambangan, industri kimia, dan barang-barang dari bahan kimia seperti pengolahan, pembuatan, dan pemrosesan bahan kimia.

Joko bilang, pembentukan BEI sebagai grup bisnis, membuat perseroan dapat mengembangkan masing-masing peluang bisnis secara fokus dan profesional di setiap peluang bisnis. Maka dengan demikian, keberadaan anak usaha dan perusahaan afiliasi dapat memberikan peranan strategis untuk mendukung kinerja perseroan sebagai holding company.

Pendirian anak usaha ini merupakan entitas anak dengan kepemilikan 99,01% dengan nilai penyertaan sebesar Rp10 miliar. Adapun modal dasar anak usaha ini mencapai Rp40,4 miliar setara 40.400 lembar saham. Modal ditempatkan dan disetor penuh anak usaha oleh Bukit Asam dengan jumlah saham sebesar 10.000 sebanyak Rp10 miliar, serta Yayasan Keluarga Besar Bukit Asam sebesar 100 lembar saham atau Rp100 juta.

Sementara untuk jumlah modal ditempatkan dan disetor penuh sejumlah 10.100 saham senilai Rp10,1 miliar. Serta saham dalam portepel sebanyak 30.300 atau setara Rp30,3 miliar. Sementara anak usaha PTBA lainnya, seperti PT Bukit Asam Investama mengakuisisi PT Bumi Sawindo Permai yang bergerak di bidang perkebunan kelapa sawit, PT Satria Bahana Sarana, yang bergerak di bidang jasa penambangan, serta membentuk PT Bukit Asam Media di bidang pengelolaan rumah sakit dan poliklinik. (bani)