Saatnya Hemat Energi dan Mencari Energi Alternatif Demi Pembangunan

Oleh: Bahrul SE, Tokoh Pemuda Kabupaten Kaur, Bengkulu

Jumat, 17/04/2015

Perkembangan zaman dari waktu-kewaktu mengalami perubahan dan kemampuan berfikir manusia dalam menciptakan teknologi memungkinkan kehidupan manusia menjadi mudah, nyamandan serba praktis, dengan adanya keberadaan alat seperti mobil, motor, lampu, televisi, kulkas, komputer dan sebagainya. Energi yang biasa dipakai sehari-hari oleh manusia antara lain energi listrik. Dengan berbagai jenis peralatan listrik, energi listrik dapat diubah menjadi energi putar, panas, cahaya, serta sinyal audio-video, sesuai kebutuhan.

Proses pemakaian energi hingga listrik di rumah-rumah atau di kantor-kantor membutuhkan biaya. Besarnya biaya yang harus disediakan tergantung dari jumlah tenaga listrik yang dimanfaatkan, atau sering disebut dengan jumlah kWh terpakai. Penggunaan yang berlebihan dan pertambahan populasi penduduk juga dapat meningkatkan kebutuhan energi.

Banyak pengertian atau definisi dari energi. Secara umum energi dapat didefinisikan sebagai kekuatan yang dimiliki oleh suatu benda sehingga mampu untuk melakukan kerja. Energi banyak sekali bentuknya,beberapa jenis energi yang dapat kita temui sehari-hari, energi matahari, energi listrik, energi panas, energi nuklir, energi kimia, dll.

Diperkirakan bahwa 90% pembangkit listrik bersumber dari bahan bakar minyak dan batubara, yang sumbernya tidak dapat diperbaharui kembali. Akhir-akhir ini sudah menjadi gejala menuju krisis energi dan bahan bakar serta makin tingginya harga minyak dunia. Pada situasi demikian, hal yang sebaiknya dilakukan adalah dengan melakukan penghematan energi atau penciptaan energi alternatif yang ramah lingkungan. Apabila dilakukan penghematan energi maka kita dapat menghemat biaya dan mengurangi dampak negatif dari emisi yang dihasilkan dari penggunaan energi yang berlebihan.

Energi alternatif adalah istilah yang merujuk kepada semua energi yang dapat digunakan bertujuan untuk menggantikan bahan bakarkonvensional tanpa akibat yang tidak diharapkan dari hal tersebut. Umumnya, istilah ini digunakan untuk mengurangi penggunaan bahan bakar hidrokarbon yang mengakibatkan kerusakan lingkungan akibat emisi karbon dioksida yang tinggi, yang berkontribusi besar terhadap pemanasan global.

Istilah alternatif merujuk kepada suatu teknologi selain teknologi yang digunakan pada bahan bakar fosil untuk menghasilkan energi. Teknologi alternatif yang digunakan untuk menghasilkan energi dengan mengatasi masalah dan tidak menghasilkan masalah seperti penggunaan bahan bakar fosil.Oxford Dictionary mendefinisikan energi alternatif sebagai energi yang digunakan bertujuan untuk menghentikan penggunaan sumber daya alam atau pengrusakan lingkungan.

Sumber energi adalah segala sesuatu di sekitar kita yang mampu menghasilkan energi. Di sekitar kita banyak sekali macam macam sumber energi yang bisa menghasilkan berbagai macam energi.Sumber energi secara garis besar dapat dibedakan menjadi dua kelompok yaitu :

Sumber energi yang terbarukan, adalah energi yang dihasilkan dari sumber alami, seperti cahaya matahari, panas bumi, angin, hujan, energi, biomassa, gas alam, air, energi pasang surut. Energi terbarukan secara alami dapat muncul kembali setelah dipergunakan. Ketika dibandingkan dengan proses produksi energinya, terdapat perbedaan mendasar antara energi terbarukan dengan bahan bakar fosil. Proses produksi bahan bakar fosil sulit dan membutuhkan proses dengan peralatan, proses fisik dan kimia yang rumit. Di lain hal, energi alternatif dapat diproduksi dengan peralatan dasar dan proses alam yang sangat mendasar. Energi yang terbarukan ini dapat diperbaharui dan bisa dipakai tanpa hawatir habis.contohnya energi surya atau cahaya matahari. Energi matahari sangat melimpah jumlahnya khususnya bagi wilayah yang beriklim tropis. Pemanfaatan sinar matahari dengan menggunakan sel surya yang berfungsi mengubah energi surya menjadi energi listrik. Ada juga yang memanfaatkan sinar matahari untuk memasak dengan menggunakan kompor bertenaga sinar matahari contohnya di negara India.

Panas bumi merupakan energi yang bersumber dari dalam perut bumi, Panas bumi merupakan energi yang melimpah dan terbarukan sehingga tidak perlu khawatir akan kehabisan energi panas bumi.Selain jumlahnya yang melimpah energi ini memiliki harga yang lebih ekonomis dan ramah terhadap lingkungan. Indonesia merupakan salah satu negara di dunia yang kaya akan energi panas bumi, hal ini di karenakan indonesia mempunyai banyak gunung berapi aktif yang menjadi keuntungan tersendiri bagi negara kita. Contoh pemanfaatan panas bumi adalah dengan mengubahnya menjadi pembangkit listrik.

Energi Biomassa. Biomassa terdiri dari Tanaman hidup, pohon mati, dan serpihan kayu.Energi Gas Alam, merupakan energi yang terbarukan dan harganya lebih terjangkau daripada bahan bakar minyak.Energi Pasang Surut, Pasang surut air laut dianggap lebih menjanjikan hasil yang maksimal bila di bandingkan dengan tenaga surya dan tenaga angin. tetapi pemanfaatan energi pasang surut masih sedikit hal ini di karenakan biayanya yang mahal.Angin. Pemanfaatan energi angin sedang gencar-gencarnya di lakukan oleh banyak negara di seluruh dunia karena sumber energi ini tidak terbatas jumlahnya, pemanfaatan energi ini menggunakan kincir angin yang dihubungkan dengan generator atau turbin untuk menghasilkan tenaga listrik.

Air, Pembangkit Listrik Tenaga Air/PLTA. Energi yang bersumber dari tenaga air sudah lama di manfaatkan oleh manusia karena ramah lingkungan dan juga berlimpah. Pembangkit listrik tenaga air merupakan salah satu contoh pemanfaatan tenaga air untuk kehidupan yang lebih baik.Mayoritas wilayah di Indonesia yang SDA nya melimpah menunjang adanya PLTA ini, untuk dimanfaatkan bagi masyarakat khususnya masyarakat pedesaan. PLTA ini sangat berguna untuk energi listrik yang pastinya kegunaannya sangat menunjang dalam kehidupan masyarakat, baik untuk menjalankan roda usaha, pertanian, hiburan dan lainnya.

Sumber Energi Tak Terbarukan. Sumber energi jenis ini jumlahnya terbatas dan tidak dapat diperbaharui walaupun ada yang bisa diperbaharui tetapi memerlukan waktu yang sangat lama. sumber energi ini masih merupakan sumber energi utama yang banyak digunakan walaupun banyak pihak yang sudah beralih menggunakan sumber energi alternatif.

Contoh sumber energi tak terbarukan antara lain, sumber energi yang berasal dari fosil, sumber energi ini sebenarnya bisa diperbaharui tetapi memerlukan waktu hingga jutaan tahun, berasal dari makhluk hidup yang mati dan terpendam dalam tanah hingga jutaan tahun. contohnya Minyak bumi, batu bara. Sementara sumber energi yang berasal dari mineral alam, bisa dimanfaatkan menjadi sumber energi setelah melalui beberapa proses, contohnya uranium yang bisa menghasilkan energi nuklir.

Di negara Indonesia yang wilayahnya sangat melimpah sumber daya alamnya, pemangku kepentingan dan masyarakat harus memikirkan sumber energi alternatif kedepan, atau memanfaatkan SDA kita menjadi sumber energi alternatif. Pemerintah dan masyarakat harus bersinergi memikirkannya. Karena apabila energi listrik kita menggunakan sumber energi yang tidak dapat diperbaharui misalnya batubara, seiring berjalannya waktu akan berkurang dan habis. Untuk bahan bakar premium dan sejenisnya juga akan habis, oleh karenanya saat ini semua elemen masyarakat untuk dapat memikirkannya ataupun minimal harus menghemat energi terutama penggunaan energi yang tidak dapat diperbaharui.

Di negara Brazil, pada tahun 1917, Alexander Graham Bell mengusulkan etanol dari jagung dan bahan pangan lainnya sebagai bahan bakar pengganti batu bara dan minyak serta menyatakan bahwa dunia dekat dengan masa di mana kedua jenis bahan bakar tersebut akan segera habis. Sejak tahun 1970, negara Brazil telah memiliki program bahan bakar etanol yang menjadikan negara tersebut penghasil etanol kedua terbesar di dunia setelah Amerika Serikat dan eksportir terbesar dunia.

Program etanol Brazil menggunakan peralatan modern dan bahan baku tebu yang murah sebagai bahan baku, dan residu yang dihasilkan dari proses tersebut digunakan sebagai sumber energi untuk proses berikutnya. Saat ini tidak ada lagi kendaraan pribadi di Brazil yang dijalankan dengan bensin murni. Di akhir tahun 2008 Brazil telah memiliki sedikitnya 35.000 stasiun pengisian bahan bakar dengan sedikitnya satu pompa etanol.Etanol selulosit dapat diproduksi dari berbagai macam bahan pangan, dan melibatkan penggunaan seluruh bagian hasil pertanian. Pendekatan baru ini meningkatkan hasil etanol yang diproduksi dan mengurangi emisi karbon karena jumlah energi pertanian yang digunakan sama untuk sejumlah etanol yang lebih tinggi.

Pemerintah kita dengan dibantu elemen masyarakat seyogyanya kedepan dapat mencontoh tindakan yang dilakukan pemerintah Brasil memiliki program bahan bakar etanol dengan bahan baku tebu yang banyak dijumpai di wilayah Indonesia. Apabila pemerintah memberlakukan program tersebut maka pemerintah daerah dapat memerintahkan petani tebu untuk melakukan penanaman tebu secara berjenjang dan terkoordinasi dengan baik dengan pemerintah pusat, sehingga program tersebut dapat dilakukan secara maksimal dan berkelanjutan. Sumber energi alternatif lainnya yang dapat dimanfaatkan oleh negara Indonesia yaitu, sumber energi dengan Biogas hasil pencernaan yang berhubungan dengan pemanfaatan gas metana yang dilepaskan ketika kotoran hewan membusuk.Gas ini dapat diperoleh dari sampah dan sistem saluran limbah. Sistem penghasil biogas digunakan untuk menghasilkan untuk memproses gas metana melalui bakteri atau dekomposer yang memecah biomassa dalam lingkungan atau kondisi anaerobik. Gas metana yang dikumpulkan dan dimurnikan dapat dimanfaatkan sebagai sumber energi alternatif. Negara Indonesia berpotensi dapat memanfaatkan sumber energi tersebut karena masyarakatnya khususnya dipedesaan seperti halnya pedesaan di Provinsi Bengkulu senang dengan memelihara hewan ternak.

Penghematan energi adalah tindakan mengurangi jumlah penggunaan energi. Penghematan energi dapat dicapai dengan penggunaan energi secara efisien dimana manfaat yang sama diperoleh dengan menggunakan energi lebih sedikit, ataupun dengan mengurangi konsumsi dan kegiatan yang menggunakan energi. Penghematan energi dapat menyebabkan berkurangnya biaya, serta meningkatnya nilai lingkungan, keamanan negara, keamanan pribadi, serta kenyamanan. Organisasi-organisasi serta perseorangan dapat menghemat biaya dengan melakukan penghematan energi, sedangkan pengguna komersial dan industri dapat meningkatkan efisiensi dan keuntungan dengan melakukan penghematan energi.

Penghematan energi juga memudahkan digantinya sumber-sumber tak dapat diperbaharui dengan sumber-sumber yang dapat diperbaharui. Penghematan energi sering merupakan cara paling ekonomis dalam menghadapi kekurangan energi, dan merupakan cara yang lebih ramah lingkungan dibandingkan dengan meningkatkan produksi energi.Sebaiknya mulai saat ini kita memulai menghemat penggunaan energi di manapun kita berada, dirumah di sekolah, ditempat kerja dan di lingkungan sekitar. Dengan demikian, bumi menjadi tempat tinggal yang nyaman dan lestari untuk anak dan cucu kita kelak.***