Fakta Seputar Obat Herbal

NERACA.Untuk membuat pertimbangan dan memutuskan, apakah ingin menggunakan obat herbal atau tidak. Anda perlu mengetahui sejumlah fakta penting seputar obat herbal. Karena meskipun obat herbal lebih aman daripada obat-obat farmasi, namun herbal bukan tanpa beresiko.

Fakta pertama, obat herbal tidak dapat dikonsumsi pada situasi tertentu. Misalnya ketika seseorang yang mengkonsumsi obat herbal tertentu hendak menjalani prosedur medis terkait anestesi. Dr John Neeld, presiden Perkumpulan Anestesiolog Amerika, menjelaskan, ”Berdasarkan pengalaman, telah dilaporkan bahwa beberapa jenis tanaman obat populer, termasuk ginseng, dapat menyebabkan fluktuasi tekanan darah. Itu dapat sangat berbahaya sewaktu anestesi diberikan.”

John menambahkan, bila tanaman obat, seperti ginkgo biloba atau jahe dapat mengganggu penggumpalan darah sehingga sangat berbahaya sewaktu anestesi epidural diberikan, “Jika ada perdarahan dekat saraf tulang belakang, kelumpuhan bisa terjadi," ucapnya.

Bahkan kalangan ahli anestesi Amerika telah merekomendasikan kepada para pasiennya untuk menghentikan penggunaan obat herbal tertentu, setidaknya dua pekan sebelum operasi. Mengingat adanya kemungkinan resiko interaksi antara obat herbal dan obat anestesi, termasuk peluang terjadinya peningkatan tekanan darah atau perdarahan selama terjadinya operasi.

Fakta kedua adalah wanita hamil dan menyusui. Maka sangat penting untuk mengetahui, apa reaksi yang terjadi bila obat herbal tertentu digunakan, atau dikombinasikan dengan obat yang diresepkan.

Fakta lainnya adalah tidak semua orang cocok dengan obat herbal tertentu. Seorang dokter yang menekuni pengobatan herbal dan tergabung dalam Perhimpunan Dokter Indonesia Pengembang Kesehatan Tradisional Timur, Prapti Utami, mengatakan, bahwa pengobatan dari herbal tidak bisa diminum sembarangan, karena respons tiap individu bisa berbeda satu sama lain. “Meski punya keluhan sama, belum tentu herbal yang diberikan cocok antara satu pasien dan pasien lain," jelas Prapti.

Fakta selanjutnya adalah khasiat obat herbal tidak secepat obat kimia. Ini jelas terbukti. Pada kasus darurat seperti perdarahan misalnya, obat kimia lebih baik digunakan karena reaksinya yang lebih cepat dalam mengatasi gejala dan meredam rasa sakit. Karena bersifat darurat, maka pengobatan konvensional seperti operasi dan bedah lebih efektif karena relatif cepat.

Obat kimia bekerja mengatasi gejala, sedangkan obat herbal bekerja pada pusat pada sumbernya dengan memperbaiki keseluruhan sistem tubuh, ini fakta terakhir. Itulah sebabnya, reaksi obat herbal tidak secepat obat kimia. Karena alasan itu, pada situasi darurat yang mengancam kehidupan, obat herbal tidak dapat digunakan. Maka, penting untuk memeriksa situasi dan kondisi Anda untuk menentukan apakah Anda dapat menggunakan obat herbal atau tidak.

Related posts