Bekali Wanita Lansia Pendidikan Finansial - Semiloka Multistakeholder Tingkat Nasional

Pentingnya perlindungan dan pendidikan finansial sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari sistem jaminan sosial bagi perempuan di Indonesia, terutama bagi mereka yang berusia di atas 40 tahun.

NERACA

Indonesia termasuk dalam lima besar negara dengan jumlah penduduk lansia terbesar di dunia dan keempat di Asia setelah Tiongkok, India dan Jepang. Pada tahun 2010, sensus penduduk mencatat terdapat 18,1 juta penduduk lansia di Indonesia. Bahkan dalam sepuluh tahun mendatang, jumlah ini diperkirakan akan meningkat hampir 60% atau sekitar 28,8 juta dan proporsi lansia perempuan akan lebih banyak dari pada laki-laki.

Sementara itu menurut berbagai penelitian, memastikan keamaan ekonomi untuk lansia menjadi perhatian utama dan tantangan sosial untuk Asia di tahun-tahun mendatang. Perlindungan finansial dan sosial untuk perempuan lansia menjadi area spesifik dan mendesak perhatian semua pihak.

Salah satu solusi dalam menjawab tantangan ini adalah dengan memberikan pendidikan keuangan bagi perempuan usia 40 tahun ke atas. Hal ini juga sejalan dengan agenda Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam meningkatkan literasi keuangan masyarakat Indonesia.

Pengurus Asosiasi Pusat Pengembangan Sumberdaya Wanita (PPSW) Tri Endang Sulistyowati menuturkan, perlindungan finansial dan sosial untuk perempuan lansia menjadi area spesifik yang membutuhkan perhatian semua pihak.

“Kesejahteraan finansial dan sosial perempuan lansia menjadi perhatian dan tantangan bagi kami. Maka itu, kami ingin memastikan keamanan ekonomi bagi perempuan lansia dan perempuan lansia dapat hidup mandiri. Untuk itu, salah satu solusi dalam menjawab tantangan ini adalah dengan memberikan pendidikan keuangan bagi perempuan berusia 40 tahun keatas. Hal ini juga sejalan dengan agenda OJK dalam meningkatkan literasi keuangan masyarakat Indonesia,” kata dia.

Menurut Tri Endang Sulistyowati, program pendidikan keuangan terbukti dapat menciptakan pengaruh positif terhadap keoptimisan dan kesejahteraan perempuan untuk menatap masa depan di usia tua.

Untuk itu, sejak, 2010 Asosiasi PPSW bekerjasama dengan Citi Peka (Peduli dan Berkarya) menyelenggarakan program pendidikan keuangan bagi perempuan usia 40 tahun ke atas.

“Citi Indonesia memiliki komitmen yang tinggi untuk mendukung berbagai program pendidikan keuangan yang ditujukan kepada berbagai lapisan masyarakat, termasuk program pendidikan keuangan yang dijalankan Asosiasi PPSW ini,” kata dia.

Program ini merupakan adaptasi dari Tsao Foundation Singapura dan bertujuan mempersiapkan perempuan-perempuan yang rentan dan marginal di wilayah pedesaan dan perkotaan menjadi lebih mandiri, sehat, dan sejahtera dalam menghadapi masa tua nanti.

Hasil penelitian terhadap dampak program tersebut mencatat bahwa 44,1% dari peserta program telah mampu membuat rencana keuangan, 37,5% bisa membuat rencana usaha ekonomi produktif, dan sebanyak 56,7% telah mandiri dan optimistis menghadapi masa tua dengan berbagai usaha yang dilakukan.

“Ini sebagai bagian dari perlindungan finansial dan sosial,” kata dia

Sementara itu, Vice President Corporate Affairs Citi Indonesia, Puni Anjungsari mengatakan, program pendidikan keuangan dijalankan selaras dengan program Asosiasi PPSW.

“Hal ini sejalan dengan tujuan tanggung jawab sosial perusahaan agar masyarakat memiliki pengetahuan keuangan, sehingga masyarakat Indonesia bisa menjadi lebih maju dan berkembang,” ujar dia.

Di 2014, Citi Indonesia melalui Citi Peka mengalokasikan lebih dari USD900.000 dana hibah ke lima LSM di Indonesia di bidang pendidikan keuangan untuk anak-anak sekolah dasar, SMK, petani dan perempuan matang serta program pemberian penghargaan pada pengusaha mikro. PPSW sekali lagi terpilih sebagai salah satu LSM penerima dana yang akan melaksanakan program bidang pemberdayaan perempuan, khususnya yang berada di strata ekonomi sosial ekonomi terendah di berbagai daerah.

Related posts