Kekal Dengan Bisnis Herbal - PT Deltomed Laboratories

Konsisten mengolah limpahan tanaman berkhasiat, Deltomed Laboratories mampu berkiprah hingga manca negara. Karya kebanggaan anak bangsa dalam produk herbal berkualitas.

NERACA.Konsistensi perjalanan Deltomed Laboratories selama 35 berkiprah dalam pengembangan pengobatan herbal demi kesehatan masyarakat memang patut mendapat apresiasi. Karena mereka percaya bila kesehatan yang baik berasal dari alam.

Managing Director PT Deltomed Laboratories, Mulyo Rahardjo mengatakan, bahwa rangkaian obat herbal yang diproduksi Deltomed diolah menggunakan teknologi paling mutakhir, “Proses ekstraksi, mixer hingga pengemasan dilakukan dengan sistem yang higienis dan efisien,” ungkapnya.

Dalam menghasilkan produknya, Deltomed sangat memperhatikan kualitas produk, “Seluruh zat yang terkandung dalam bahan baku herbal,” kata Mulyo, khasiatnya dapat dipertahankan sehingga setiap obat herbal yang kami produksi dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah, “Itu sebabnya produk kami sangat mudah diterima masyarakat,” ujar Mulyo.

Pabrik kebanggaan anak bangsa yang berdiri diatas lahan seluas delapan hektar di Nambangan, Wonogiri ini, seluruh produksinya diolah menggunakan teknologi ekstrasi modern quadra extraction system asal Jerman, yang mampu menghasilkan ekstrak bahan alami dengan kualitas terbaik karena mampu mempertahankan khasiat zat herbal yang dibutuhkan, “Deltomed senantiasa menjaga efektifitas obat herbal melalui proses produksi yang baik dan benar, sesuai standar CPOTB (Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik)” tutur Mulyo menjelaskan.

CPOTB merupakan standar yang diterapkan Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM), yang juga berlaku pada produksi obat farmasi pada umumnya. “Standar CPOTB ini mengharuskan pabrik obat menerapkan proses produksi yang baik, SDM, alat hingga gedung. Total ada sekitar 10 kriteria prioritas yang perlu diperhatikan dalam standar CPOTB, yang telah dijalankan oleh Deltomed dalam proses memproduksi obat herbal,” ungkap Mulyo bangga. Selain standar CPOTB, Deltomed juga menerapkan standar GMP (Good Manufacturing Product) asal Eropa, FDA dan peraturan 3A dalam menghasilkan produknya.

Deltomed kini menghasilkan produk bervariasi, antara lain; Antangin sebagai obat masuk angin, OB Herbal untuk obat batuk, Antalinu untuk meredakan pegal linu, NaturSlim untuk mengurangi lemak perut wanita, Srongpas untuk meningkatkan tenaga pria, rapet wangi, dan lainnya.

Khusus Antangin, ramuan yang mampu memberi kehangatan lebih lama di tenggorokan dan tubuh sekaligus memperlancar peredaran darah, bahkan telah diteliti bagian farmakologi Universitas Gadjah Mada-Yogyakarta, yang membuktikan bila produk Antangin yang dihasilkan Deltomed dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan meningkatkan stamina.

Melalui produk berkualitas tinggi, Deltomed pun tak hanya memiliki pasar nasional, namun mampu merambah pasar internasional, “Produk kami telah ke masuk ke pasar internasiona, seperti Malaysia, Arab Saudi, Amerika Serikat, Hongkong, Brunei Darussalam, Afrika dan Nigeria,” ungkap Mulyo.

Mulyo menjelaskan bila hingga saat ini, Deltomed telah memperkerjakan 700 karyawan dan mampu mengekstrak hingga 2,4 ton material setiap harinya. “Hasil produksi tablet mencapai 300.000 buah, sedangkan liquid juga sebanya 300.000 buah,” ujar Mulyo menerangkan.

Untuk menjaga ketersediaan bahan baku herbal dengan kualitas unggul, Deltomed merangkul para petani di desa sekitar. “Ya, kami pasti bekerjasama dengan petani lokal. Kita berikan pembibitan terlebih dahulu untuk mereka. Khusus untuk bahan baku ginseng, memang kita masih impor karena untuk menanamnya sangat terpengaruh dengan iklim,” jelasnya.

Langkah Deltomed dibuktikan dengan terjalinnya kerjasama dengan Kementerian Kesehatan melalui Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Tanaman Obat dan Obat Tradisional (B2P2TO-OT), untuk melakukan edukasi kepada masyarakat tentang obat herbal dan mempromosikan obat herbal di dunia kesehatan dan pengobatan nasional. “Deltomed terus berusaha menempatkan obat herbal sebagai ikon pengobatan asli Indonesia. Dan akan terus menerus melakukan edukasi obat herbal dan manfaatnya kepada masyarakat,” tegasnya.

Geliat perusahaan yang bermarkas di Wonogiri Jawa Tengah ini, dimulai dari sebuah industri rumahan di Banjarmasin Kalimantan Selatan di tahun 1976. Dari sanalah sejumlah obat herbal dari sari tumbuhan alami dihasilkan. Pada tahun 1997, produksi mulai ditingkatkan dan lokasi pabrik berpindah ke desa Nambangan Wonogiri.

Selanjutnya pada tahun 2000, Deltomed mulai meningkatkan kapasitas produksinya dengan memakai teknologi modern asal Jerman dan beberapa rangkaian peningkatan produksi melalui penggunaan teknologi terbaru dunia dalam upaya peningkatan kualitas dan mutu produk yang dihasilkan Deltomed, “Kami berusaha memberi yang terbaik bagi kesehatan masyarakat,” ungkapnya berprinsip.

Related posts