Pemerintah Janji Percepat Realisasi ULN

Bangun Infrastruktur

Kamis, 16/04/2015

NERACA

Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Sofyan Djalil mengatakan, realisasi pinjaman utang luar negeri segera dipercepat segera digunakan untuk membiayai proyek-proyek utama, terutama sektor infrastruktur. "Realisasi pinjaman luar negeri supaya dipercepat agar pengerjaaan proyek utama segera terlaksana," katanya di Kantor Wakil Presiden, Jakarta, Rabu (15/4).

Pada triwulan I-2015, realisasi penyerapan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan 2015 mencapai 18,5% atau Rp 367,1 triliun dari total belanja negara Rp 1.984,1 triliun. Sebagian besar realisasinya masih untuk belanja rutin, misalnya membayar gaji Pegawai Negeri Sipil. “Tentu yang banyak adalah dana rutin seperti gaji PNS, belanja transfer ke daerah, dan lain-lain,” ungkap Sofyan.

Dia juga menambahkan, untuk belanja lainnya antara lain belanja modal atau infrastruktur, belum terlalu banyak direalisasikan. Hal tersebut, lanjut Sofyan dinilai wajar lantaran pada awal tahun biasa masih dalam tahap tender. “Proyek infrastruktur baru sudah ada setelah tender rampung, dan akan kita percepat bulan ini (April)," tegasnya.

Sementara Wakil Presiden Jusuf Kalla mengharapkan berbagai pekerjaan awal infrastruktur yang termasuk dalam program strategis Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat pada 2015 ini mulai bisa dilakukan dengan segera. "Kami harapkan bulan depan (Mei) semuanya memasuki pekerjaan awal," jelas dia.

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, pada 2015, sudah melaksanakan tender melalui mekanisme lelang elektronik (e-procurement). Dalamlelang tersebut telah terlaksana 9.850 paket atau mencapai 71,69% dari total 13.739 paket atau bernilai sekitar Rp59,9 triliun atau 77,38% dari total Rp77,4 triliun pagu. [agus]