WIKA Beton Baru Serap Dana IPO 58,6%

NERACA

Jakarta –Anak usaha dari PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA), PT Wijaya Karya Beton Tbk (WTON) telah menyerap dana initial public offering (IPO) sebesar 58,6% hingga akhir Maret 2015. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin.

Disebutkan, WTON telah menggunakan dana IPO untuk pengembangan usaha dan modal kerja sebesar Rp 688,03 miliar atau 58,6% dari total bersih perolehan IPO sebesar Rp 1,174 triliun. Sebagian besar dana IPO digunakan untuk pembangunan pabrik baru yakni senilai 217,8 miliar. Lalu untuk penambahan kapasitas pabrik eksisting senilai Rp 114,8 miliar, pengembangan usaha jasa Rp 103,8 miliar dan pengolahan quarry material alam senilai Rp 75,3 miliar.

Sementara untuk tambahan modal kerja, WTON menyerap dana IPO sebesar Rp 176,2 miliar. Modal kerja tersebut antara lain digunakan untuk pembayaran kredit modal kerja fixed loan Bank Mandiri dan pembayaran utang supplier.

Sebagai tambahan, WTON mulai tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada awal April 2014 dengan menerbitkan sebanyak 2 miliar atau setara 23,47% dari komposisi saham perseroan yakni 8,71 miliar. Dengan harga perdana Rp 590 persaham, WTON meraih dana segar Rp1,2 triliun. Pada perspektus perseroan, sekitar 85% dana akan digunakan sebagai pengembangan usaha dan 15% untuk tambahan modal kerja.

Tahun ini, WIKA Beton agresif menambah pabrik baru untuk meningkatkan produksi beton. Direktur Operasional WIKA Beton, Fery Hendriyanto pernah bilang, perseroan menargetkan kapasitas produksi beton pracetak dapat mencapai 2,3 juta ton, naik dari tahun lalu 2,2 juta ton. Di sisi lain, terkait pendapatan, dia mengharapkan divisi jasa bisa memberikan kontribusi yang lebih dari biasanya 10% menjadi 15%. "Instalasi kita harapkan kontribusinya bisa naik jadi 15%. Jasa misalnya kita bangun gedung tahan gempa di Cawang," imbuhnya.

Sementara itu, Direktur Utama Wilfred Imanuel A Singkali mengatakan, perseroan akan membuat pabrik sementara di Timur Tengah. Langkah itu mengikuti induk usaha yang juga tengah menggarap proyek di negara tersebut. Adapun, pangsa pasar Wika Beton tahun ini diharapkan bisa sama dengan tahun lalu di sekitar 42,7%.

Kemudian untuk laba bersih, WIKA Beton menargetkan sebesar Rp360 miliar, atau meningkat sekitar 11,8% dibandingkan pencapaian tahun sebelumnya senilai Rp322 miliar,”Target itu diharapkan tercapai seiring dengan akan maraknya proyek infrastruktur milik pemerintah pada tahun ini," kata Wilfred Imanuel.

Perseroan juga mengalokasikan belanja modal (capital expenditure/capex) tahun ini sebesar Rp550 miliar untuk menuntaskan pembangunan pabrik. Dimana jumlah capex sebesar Rp550 miliar tersebut, setengahnya untuk menyelesaikan pembangunan pabrik di Lampung Selatan. Sementara sisa capex akan digunakan untuk melengkapi kebutuhan-kebutuhan pabrik yang pembangunannya belum rampung sepenuhnya.

Disebutkan, dana capex berasal dari kas internal yang diperoleh melalui hasil penawaran umum perdana saham (initial public offering/IPO) ditambah hasil penerbitan surat utang jangka menengah (medium term notes/MTN) dan sisa laba bersih 2014. (bani)

BERITA TERKAIT

Berikan Payung Hukum Khusus - Pemerintah Kritik Unicorn Yang Belum IPO

NERACA Jakarta – Desakan pemerintah lewat Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto dan Menteri Komunikasi dan Informatika, Rudiantara agar empat perusahaan starup…

Pabrik Baru Beroperasi - Tahun Depan, PBID Bidik Penjualan Tumbuh 15%

NERACA Jakarta – Seiring beroperasinya pabrik baru, PT Panca Budi Idaman Tbk (PBID) terus menggenjot kapasitas produksi untuk memenuhi permintaan…

DataOn Bentuk Perusahaan Baru GreatDay HR

      NERACA   Jakarta - DataOn (PT. Indodev Niaga Internet) meresmikan GreatDay HR sebagai brand baru untuk solusi…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Berkah Kinerja Emiten Meningkat - Jumlah Investor di Sumbar Tumbuh 46%

NERACA Padang – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) perwakilan Sumatera Barat (Sumbar) mencatat jumlah investor saham asal Sumbar di pasar…

Indo Premier Bidik AUM 2019 Tumbuh 50%

Tahun depan, PT Indo Premier Investment yakin dana kelolaan atau asset under management (AUM) mereka akan tumbuh hingga 50% seiring…

HRUM Siapkan Rp 236 Miliar Buyback Saham

PT Harum Energy Tbk (HRUM) berencana untuk melakukan pembelian kembali saham atau buyback sebanyak-banyaknya 133,38 juta saham atau sebesar 4,93%…