Fantastisnya Penghasilan Direksi BEI

Jadi Rebutan di Bursa Pencalonan

Kamis, 16/04/2015

NERACA

Jakarta - Besarnya ambisi para kontestan pencalonan direksi PT Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk menduduki jabatan prestisius di Bursa Efek Indonesia sangat beralasan, disamping memiliki peran yang strategis dalam industri pasar modal juga berlipah penghasilan ditambah tunjangan bonus yang cukup fantastis. Menurut catatakan, gaji direksi BEI saat ini sekitar Rp 190 juta per bulan. Gaji direksi tersebut setara 90% dari gaji dirut, sehingga gaji dirutnya sekitar Rp 211 juta per bulan.

Jika diambil rata-rata gaji direksi BEI Rp 200 juta, maka total gajinya selama satu tahun sekitar Rp 3,2 miliar di luar bonus. Bila dihitung dengan bonus akan lebih besar, dimana tahun-tahun sebelumnya, bonus direksi bisa mencapai 17 kali gaji. Menurut Otoritas Jasa Keuangan (OJK), besaran bonus, tunjangan dan remunerasi diatur jelas dalam OJK.

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK, Nurhaida mengatakan, pengajuan tersebut diatur dalam ketentuan OJK yang nantinya akan dimasukkan dalam rencana kerja dan anggaran OJK,”AB mengajukan remunerasi, gaji, dan lain-lain, memang diatur dalam UU. Dimana pengajuannya ya yang layak dan sesuai dengan kondisi saat ini, itu sudah ada target-target dan perhitungannya,”ujarnya di Jakarta, Rabu (15/4).

Nurhaida menyebutkan, para direksi bursa juga berhak mendapatkan fasilitas lain, selain gaji dan bonus, yaitu berbagai tunjangan seperti kesehatan hingga transportasi. Yang pasti, lanjut Nurhaida, hingga saat ini pihaknya belum menerima pengajuan paket calon direktur BEI yang diaukan oleh kelompok anggota bursa (AB), meskipun disebutkan ada lima paket bakal calon direksi BEI telah menyampaikan visi-misinya di hadapan para anggota Asosiasi Perusahaan Efek Indonesia (APEI).

Setelah presentasi terhadap anggota APEI, nantinya 5 paket tersebut akan menyampaikan program kerjanya dihadapan OJK sebagai gambaran jika mereka nanti terpilih. Dimana batas penyampaian program kerja direksi bursa oleh AB yaitu 30 April 2015,”Sampai saat ini belum ada paket yang diajukan AB, ini masih wajar, masih lama, biasanya mereka mempersiapkan dulu," tuturnya.

Secara lebih spesifik, Nurhaida mengatakan, pihaknya telah melakukan berbagai tahapan dalam proses pemilihan direksi. Setelah batas akhir pengajuan paket direksi 30 April 2015, OJK akan melakukan fit and proper test untuk seluruh calon direksi pada tanggal 1 Mei-3 Juni 2015.

Kemudian 18 Juni dijadwalkan OJK sebagai tanggal pemberitahuan calon Direktur terpilih kepada Direksi Bursa. Menyusul 25 Juni 2015 dijadwalkan sebagai tanggal penyelenggaraan RUPS BEI guna menetapkan Direktur BEI Periode 2015-2018.

Nurhaida menyebutkan, proses fit and proper test akan melalui proses pemeriksaan administratif yang meliputi antara lain kelengkapan dokumen dan pengalaman kerja sebelum diwawancara untuk menilai kemampuan dan kepatutan.

Dirinya memberikan bocoran, pihaknya bakal memilih personal direksi BEI melalui beberapa hal. Di antaranya, mereka mempunyai visi dan misi yang jelas, pengalaman dan track record yang matang, serta mempunyai passion yang bisa meningkatkan pasar modal Indonesia lebih berkembang, khususnya bersaing di pasar global. (bani)