Tiongkok Minat Dirikan Pabrik Motor Listrik

Penanaman Modal Asing

Kamis, 16/04/2015

NERACA

Jakarta - Menteri Perindustrian Saleh Husin menuturkan, tak mau ketinggalan, rencananya dalam waktu dekat sebuah produsen tunggangan asal Tiongkok akan membangun pabrik motor listrik di Cirebon. “Harusnya bisa dibangun tahun ini, karena mereka sudah mengajukan NIK, dan kemudian akan mengajukan izin layak jalan ke Kementerian Perhubungan,” ujar Saleh di Jakarta, Rabu (15/4).

Saleh mengatakan, saat ini produsen tersebut sudah memiliki bengkel perakitan di Cikeas. Malah, beberapa waktu lalu, Saleh mengaku sempat menjajal keandalan motor listrik yang dirakit oleh putra-putri bangsa. “Saya coba motor listriknya, termasuk juga bajajnya. Bagus,” kata Saleh.

Saleh mengatakan, pabrik motor listrik di Cirebon itu nantinya memiliki kandungan lokal cukup tinggi, di atas 50 persen. Mengenai bahan bakarnya, Saleh menjelaskan mayoritas yang diproduksi hanya mengandalkan listrik. “Tapi ada satu (merek) yang hibrid,” ujar dia.

Namun, Saleh mengaku tidak tahu berapa investasi yang akan dibenamkan. Rencananya, motor listrik itu nantinya akan dipasarkan dengan merek lokal. “Mereknya lokal (Indonesia) tapi memang dari (produsen) China,” tandas Saleh.

Di sisi lain Garansindo Inter Global (GIG) menjelaskan melahirkan sepeda motor lokal Indonesia adalah impian perusahaan untuk jangka panjang. Visibiltas ini muncul setelah GIG sebagai pemegang merek Chrysler–Fiat di Indonesia tengah melakukan ekpansi pasar ke sepeda motor listrik lewat merek Zero Motorcycle.

“Kalau Garansindo masuk ke wilayah roda dua dengan pengembangan teknologi listrik. Populasi motor di Indonesia sangat besar, mimpi besarnya kita bisa produksi di sini. Pandangannya begitu, jangka panjangnya sampai manufaktur,” ujar Managing Director Brand Fiat, Alfa Romeo, dan Zero Motorcycle GIG Dhani Yahya.

Dhani enggan mengukur waktu untuk arti jangka panjang yang dimaksud, namun disebut sekarang GIG masih menjajaki studi. Salah satu poin penting, transfer teknologi. Dhani juga belum mau mengungkap detail tapi ia menyatakan teknologi bisa diadopsi dari mana saja. Transfer teknologi bakal dikawal potensi lokal, disebut sebagai contoh dari kalangan universitas.

Model Dinilai dari perkembangan penjualan sepeda motor nasional yang mencapai 7,8 juta unit, model skutik paling dominan. Dari perkembangan itu Dhani mengungkap kemungkinan model skutik yang menjadi realiasi produk.

“Model seperti apa? Kalau di sini kan skutik paling berkontribusi di roda dua. Kita masih studi, kita melihat tipe yang memang fungsional itu adalah skuter matik,” papar Dhani.

Definisi Dhani menjelaskan arti sepeda motor lokal, dikatakan idealnya diproduksi di Indonesia oleh pelaku bisnis asal Indonesia. Selain itu dipasarkan memakai merek lokal, dan bersinergi dengan teknologi komponen yang dikembangkan sumber daya manusia Indonesia.

“Mengembangkan produk yang benar–benar baru itu butuh biaya sangat besar. Visibilitas terbuka lebar, ini semua untuk Indonesia,” ucap Dhani.

Dukungan pemerintah juga dikatakan faktor pendukung penting, kelahiran sepeda motor lokal bisa lebih lancar bila disokong kontribusi kebijakan, misalnya soal pajak. Dhani menutup pembicaraan sambil menjelaskan GIG juga membuka peluang kerja sama dengan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT).

Sekedar informasi Kendaraan berpenggerak listrik (electric vehicle) sebenarnya sudah beberapa tahun ini masuk ke Indonesia. Salah satunya yang sudah beredar di jalan raya adalah motor listrik roda dua yang bentuknya mirip skuter matik (skutik). Di Yogyakarta sendiri, penulis sudah menjumpai pemilik skutik listrik sebanyak 3 orang. Nyaris tidak ada suara dan sama sekali tidak ada gas buang.

Pemiliknya hanya perlu melakukan pengisian ulang, ketika tidak sedang dipergunakan. Di bagasi mereka sudah tersedia kabel panjang untuk melakukang charging di lokasi manapun yang tersdia tegangan listrik. Waktu pengisian ulang lumayan lama, sekitar 3-4 jam, tergantung kondisi listrik.

Mobil listrik bekerja dengan prinsip kelistrikan, seperti halnya pada skutik. Tenaganya dipasok dari baterai yang dapat menyimpan listrik. Beberapa hari lalu, proyek mobil listrik yang dipimpin oleh Dasem Ahmadi (atas mandat dari Menteri BUMN) sempat dipamerkan dan diujicoba di depan publik.

Sayang sekali, tidak ada ulasan lengkap mengenai tanya jawab perihal mobil listrik. Penulis akhirnya menelusuri artikel untuk mencaritahu segala sesuatu tentang program mobil listrik di berbagai negara. Akhirnya, penulis berkesimpulan, mobil listrik dalam waktu dekat ini belum cocok diaplikasikan di Indonesia.