Kemkominfo Hadirkan Roadmap E-Commerce

Sabtu, 18/04/2015

Seiring dengan perkembangan internet yang semakin pesat dan semakin meningkat, salah satunya dipergunakan untuk kegiatan ekonomi. Karena keterbatasan waktu dan kemacetan, kini beberapa orang lebih memilih untuk berbelanja secara online, oleh karena itulah kegiatan e-commerce menjadi meningkat.

Kita pun dapat melihat betapa menjamurnya toko-toko online yang menyajikan barang-barang bagus dengan harga menarik.Menjamurnya toko-toko online tersebut tentu tidak lepas dari meningkatnya kebutuhan masyarakat atas barang-barang konsumtif. Dengan adanya e-commerce semua orang kini dapat melakukan pembelian barang dimana saja dan kapan saja.

Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara mengatakan Kementerian Kominfo bersama stake holder tengah membuat Perencanaan Roadmap Industri E-Commerce Indonesia melalui lokakarya diselenggarakan di Gedung Multi Media PT Telkom, Jalan Kebon Sirih Jakarta.

Menurut Menkominfo, tujuan lokarya atau workshop ini adalah untuk membuat roodmap Industri E-Commerce Indonesia bersama-sama stakeholdern seperti Kementerian Kominfo, Kementerian Koperasi dan UKM, Kementerian Perdagangann, Badan Ekonomi Kreatif, Bank Indonesia, PT Telkom serta E-commerce player.

"Tadi ada kementerian Koperasi UKM, Kementerian Perdagangan, BI, Badan EKonomi Kreatif dan PT Telkom serta E-commerce player, yang memaparkan perencaan roodmap E-Commerce tersebut,"kata Rudiantara usai membuka Lokarya Perencanaan Roadmap E-Commerce.

Menurut Rudi, di Indonesia ada 56,6 Juta Usaha Kecil Menengah(UKM), ini bisa digerakan menjadi E-Commerce dan ini bisa menjadi bagian terbesar dari cikal bakal e-commerce."Nah ini kita rencanakan bagaimana membuat reguler atau timework, atau kerangka regulasi, regulasinya seperti apa."tutur Rudiantara

Dalam waktu dekat, lanjut Menteri Rudiantara, Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) mengenai perdagangan ini sudah disiapkan oleh Menteri Perdagangan. Begitu juga masing-masing kementerian dan lembaga juga membuat aturan-aturan kemudian diline semuanya menjadi suatu roodmap e-commerce itu sendiri.

"Dari sisi pajak, sisi beacukai, kita melihatnya e-commerce ini tidak dari perdagangan dalam negeri saja tapi menjual ke luar negeri. Sehingga dari disisi custom beacukai terlibat. Oleh karena itu hampir semua stake holder kumpul hari ini."katanya

Menteri menargetkan, paling lambat Menjelang Juli atau Agustus 2015 sudah siap Roadmap E-Commerce ini. Karena Ada beberapa kali pertemuan termasuk pertemuan menteri yang dikoordinir oleh Menko Perekonomian. "kita siapkan roodmapnya nanti usul-usulan di godok disini dalam tiga hari ini, kemudian dibawa rapat oleh Perekomian kemudian diputuskan. Tapi menjelang juli dan agustus ada 4 meeting lagi dengan Menteri." Katanya.

Dia menambahkan mengenai pajaknya, diharapkan untuk meningkatkan industri seperti insentif yang diberikan kepada industri terhadap player. "Bisa saja, insentif pajaknya bisa ditangguhkan karena ini consideren instan industri. Kita ketahui semua bisnis yang mendapat untung wajib membayar pajak." tambahnya.

Namun kata Menteri Kominfo, Penetapan dan pengenaaan pajaknya bisa dimundurkan. Tapi terserah kepada Badan Kebijakan Fiskal. Tapi yang terpenting tapi semangat pemerintah yang harus dilihat yaitu ingin memfasilitasi, membuat suatu regulasi frame work yang menjadi roodmap e-commerce. "Pemerintah disini tidak sendiri, tapi menyiapkan bersama dengan stakeholder, terutama dengan e-com player."pungkasnya.