Ekonomi Pancasila Harus Dikembangkan Demi Perkuat Ekonomi Rakyat

Oleh: Haryantoman SE, Tokoh Pemuda Kota Bengkulu

Kamis, 16/04/2015

Ekonomi merupakan pondasi utama dalam rangka mewujudkan kesejahteraan masyarakat di sebuah negara. Ekonomi sebuah negara kuat maka,negaranya akan kuat. Belakangan ini, trend kapitalisme yang telah merebak keseluruh dunia menyebabkan bergesernya tatanan dunia perekonomian. Paham yang kaya semakin kaya, yang miskin semakin miskin, tanpa disadari telah membudaya disetiap lapisan masyarakat dunia. Persaingan bebas, monopoli, merupakan produk kapitalisme yang telah banyak menyengsarakan masyarakat tidak terkecuali di negara Indonesia.

Ekonomi Kapitalis-Liberal, atau Sistem ekonomi pasar sebuah sistem ekonomi dimana seluruh kegiatan ekonomi mulai dari produksi, distribusi dan konsumsi diserahkan sepenuhnya kepada mekanisme pasar. Ciri dari sistem ekonomi pasar adalah, setiap orang bebas memiliki barang, termasuk barang modal. Setiap orang bebas menggunakan barang dan jasa yang dimilikinya. Aktivitas ekonomi ditujukan untuk memperoleh laba. Semua aktivitas ekonomi dilaksanakan oleh masyarakat (Swasta). Pemerintah tidak melakukan intervensi dalam pasar. Persaingan dilakukan secara bebas. Peranan modal sangat vital

Kelebihan Sistem Ekonomi Pasar yaitu: Menumbuhkan inisiatif dan kreasi masyarakat dalam mengatur kegiatan ekonomi. Setiap individu bebas memiliki sumber-sumber produksi. Munculnya persaingan untuk maju. Barang yang dihasilkan bermutu tinggi. Efisiensi dan efektivitas tinggi karena setiap tindakan ekonomi didasarkan atas motif mencari laba.

Kekurangan Sistem Ekonomi Pasar antara lain sulitnya melakukan pemerataan pendapatan, cenderung terjadi eksploitasi kaum buruh oleh para pemilik modal, munculnya monopoli yang dapat merugikan masyarakat.

Sistem ekonomi campuran, merupakan dari sistem ekonomi pasar dan terpusat, dimana pemerintah dan swasta saling berinteraksi dalam memecahkan masalah ekonomi.

Ciri dari sistem ekonomi campuran adalah merupakan gabungan dari sistem ekonomi pasar dan terpusat. Barang modal dan sumber daya yang vital dikuasai oleh pemerintah. Pemerintah dapat melakukan intervensi dengan membuat peraturan, menetapkan kebijakan fiskal, moneter, membantu dan mengawasi kegiatan swasta. Peran pemerintah dan sektor swasta berimbang.Penerapan sistem ekonomi campuran akan mengurangi berbagai kelemahan dari sistem ekonomi pasar dan komando dan ditujukan untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat.

Kebaikan sistem ekonomi campuran, kebebasan berusaha, hak individu berdasarkan sumber produksi walaupun ada batas, lebih mementingkan umum dari pada pribadi Kelemahan sistem ekonomi campuran, beban pemerintah berat dari pada beban swasta, pihak swasta kurang memaksimalkan keuntungan.

Sistem Ekonomi sosialis yaitu sistem ekonomi yang seluruh kegiatan ekonominya direncanakan, dilaksanakan, dan diawasi oleh pemerintah secara terpusat. Sistem ekonomi sosialis tidak sama dengan sistem ekonomi komunis, sosialisme merupakan tahap persiapan ke komunisme. Sistem Ekonomi Sosialis ini, mempunyai tujuan kemakmuran bersama. Filosofi ekonomi sosialis adalah bagaimana mendapatkan kesejahteraan. Perkembangan sosialisme dimulai dari kritik terhadap kapitalisme yang pada waktu itu kam kapitalis atau kam borjuis mendapat legitimasi gereja untuk mengeksploitasi buruh. Inilah yang menjadikan Karl Marx mengkritik sistem kapitalis sebagai ekonomi yang tidak sesuai dengan aspek kemasyarakatan.

Ciri-ciri sistem ekonomi Sosialis antara lain lebih mengutamakan kebersamaan (kolektivisme). Masyarakat dianggap sebagai satu-satunya kenyataan sosial, sedang individu-individu fiksi belaka. Tidak ada pengakuan atas hak-hak pribadi (individu). Peran pemerintah sangat kuat. Pemerintah bertindak aktif mulai dari perencanaan, pelaksanaan hingga tahap pengawasan. Alat-alat produksi dan kebijaksanaan ekonomi semuanya diatur oleh negara.

Prinsip Sistem Ekonomi Sosial antara lain pemilikan harta oleh Negara, kesamaan ekonomi dan disiplin politik. Kelebihan Sistem Ekonomi Sosial, antara lain disediakannya kebutuhan pokok, didasarkan pada perencanaan Negara dan produksi dikelola oleh Negara. Kelemahannya, Sulit melakukan transaksi, Membatasi kebebasan dan mengabaikan pendidikan moral.

Sistem ekonomi yang berlaku di Amerika Utara dan Eropa Barat, juga dapat disebut sebagai sistem ekonomi campuran, karena sudah tidak asli kapitalis, tetapi bukan pula sosialis. Namun persepsi umum menilai bahwa sistem ekonomi Amerika Serikat adalah sebuah model ekonomi kapitalis yang paling representatif, sedangkan sistem ekonomi di Uni Soviet, dulu sampai 1991 atau Republik Rakyat Tiongkok adalah model ekonomi sosialis yang paling baku.

Sistem Ekonomi Pancasila, sistem ini merupakan sistem ekonomi yang digali dan dibangun dari nilai-nilai yang dianut dalam masyarakat Indonesia. Beberapa prinsip dasar yang ada dalam sisitem ekonomi pancasila tersebut antara lain berkaitan dengan prinsip kemanusiaan, nasionalisme ekonomi, demokrasi ekonomi yang diwujudkan dalam ekonomi kerakyatan, dan keadilan.

Ekonomi Pancasila adalah sebuah sistem perekonomian yang didasarkan pada lima sila dalam Pancasila. Istilah Ekonomi Pancasila baru muncul pada tahun 1967 dalam suatu artikel Dr. Emil Salim, ketika itu belum begitu jelas apa yang dimaksud dengan istilah itu. Istilah itu menjadi lebih jelas ketika pada tahun 1979, Emil Salim membahas kembali yang dimaksud dengan Ekonomi Pancasila. Pada esensinya, Ekonomi Pancasila adalah suatu konsep kebijaksanaan ekonomi, setelah mengalami pergerakan seperti bandul jam dari kiri ke kanan, hingga mencapai titik keseimbangan. Ke kanan artinya bebas mengikuti aturan pasar, sedangkan ke kiri artinya mengalami intervensi negara dalam bentuk perencanaan terpusat.

Secara sederhana, Ekonomi Pancasila dapat disebut sebagai sebuah sistem ekonomi pasar dengan pengendalian pemerintah atau ekonomi pasar terkendali. Mungkin ada istilah-istilah lain yang mendekati pengertian Ekonomi Pancasila, yaitu sistem ekonomi campuran, maksudnya campuran antara sistem kapitalisme dan sosialisme atau sistem ekonomi jalan ketiga. efek kapitalisme adalah persaingan bebas, dan monopoli saja. Monopoli, persaingan bebas, dan etatisme, merupakan hal yang harus dihindari pembangunan ekonomi berdasarkan Pancasila.

Sebagaimana teori ekonomi neoklasik dibangun atas dasar faham liberal dengan mengedepankan nilai individualisme dan kebebasan pasar, sistem ekonomi Pancasila dibangun atas dasar nilai-nilai yang hidup dalam masyarakat Indonesia yang bisa berasal dari nilai-nilai agama, kebudayaan, adat-istiadat, atau norma-norma yang membentuk perilaku ekonomi masyarakat Indonesia.

Prinsip Dasar dalam Sistem Ekonomi Pancasila. Landasan Filosofis : Pancasila, landasan Konstitusional, UUD 1945. Landasan Operasional Sistem Ekonomi Pancasila, GBHN.

Sistem Ekonomi Pancasila memiliki perbedaan mencolok dengan sistem ekonomi liberal. Sistem Ekonomi Pancasila berorientasi pada rakyat kebanyakan, sedangkan sistem ekonomi liberal hanya menguntungkan individu-individu tanpa memerhatikan manusia lain. Namun, sistem Ekonomi Pancasila juga berbeda dengan sistem ekonomi sosialis yang tidak mengakui adanya kepemilikan individu. Inilah keunggulan dari sistem Ekonomi Pancasila.

Sistem perekonomian di Indonesia sangat di pengaruhi oleh sistem politik, pemerintahan dan demokrasi yang berkembang di sebuah negara. Bila sistem pemerintahan dan politiknya didominasi dengan kemajuan demokrasi maka sistem kapitalis akan berkembang pesat. Sistem kapitalis tidak masalah bila timbul di negara maju dengan tingkat perekonomian sudah membaik secara merata. Sistem ini akan menjadi masalah di Indonesia ketika perekonomian belum merata, sehingga menimbulkan kesenjangan dan kecemburuan ekonomi.

Dalam perekonomian memang sering terjadi persaingan. Pemerintah hendaknya mampu mengolahnya menjadi persaingan sehat, adil,dan tetap pada jalur peraturan yg ada. Kemudian dalam mengembangkan pembangunan perekonomian, kita harus tetap memaksimalkan potensi-potensi yg dimiliki tiap daerah. Dengan demikian, diharapkan dapat terwujud keadilan dan kesejahteraan secara merata, karena potensi pengusaha kecil dan menengah tetap mendapat perhatian dari pemerintah. Pemerintah juga harus menetapkan kebijakan-kebijakan yang dapat melindungi rakyat dari kemungkinan terjadinya kecurangan akibat persaingan yang semakin sengit.

Oleh karenanya trend perekonomian sistem kapitalis harus ditinggalkan, karena sistem ini tidak cocok berada di masyarakat Indonesia, apabila ini dibiarkan berlanjut akan berbahaya, sistem kapitalisme ini nanti yang akan mengakibatkan adanya kesenjangan kaum kaya dan miskin. Dari sini hal-hal buruk Kapitalisme akan mulai muncul, bagaikan diskriminasi terhadap kaum miskin. Mayoritas masyarakat Indonesia hanya menjadi penonton di negaranya sendiri karena SDA dan SDM dikuasai oleh asing. Mayoritas WNI hanya jadi pekerja yang tidak seberapa pendapatannya, sementara WNA atapun WNI keturunan yang menguasai ekonomi di Indonesia, yang saat ini sudah terlihat kekuatannya.

Perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasar atas asas kekeluargaan, untuk mewujudkannya antara lain dengan membangun koperasi yang nantinya diharapkan dapat berkembang pesat agar dapat mendongkak ekonomi kerakyatan dan akan mampu mengembangkan program-program kongkrit pemerintah daerah di era otonomi daerah yang lebih mandiri dan lebih mampu mewujudkan keadilan serta pemerataan pembangunan daerah.Dengan demikian, Ekonomi Kerakyatan seperti yang didengungkan pemerintahan Jokowi akan mampu memberdayakan daerah/rakyat dalam berekonomi, sehingga lebih adil, demokratis, transparan, dan partisipatif sesuai dengan sistem ekonomi Pancasila. ***