Berebut Kursi, Calon Direksi BEI Tebar Janji Manis

NERACA

Jakarta – Guna menyakinkan para anggota bursa, sejumlah calon direksi PT Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2015-2018 mulai mengumbar janji –janji yang membawa kemajuan dan seolah pribadinya yang paling layak memimpin lembaga pasar modal ke depan dengan berbagai tawaran solusi menghadapi tantangan yang cukup berat. Seperti salah satu calon Dirut BEI yang juga bos dari PT Mandiri Sekuritas Abiprayadi Riyanto, terlihat memiliki ambisi besar untuk membawa pasar modal Indonesia bersaing dengan bursa internasional.

Menurut Abiprayadi dalam presentasi di harapan Asosiasi Perusahaan Efek Indonesia (APE), pasar modal Indonesia mampu menghadapi persaingan MEA dan karena itu, pihaknya telah memetakan inisiatif dan langkah untuk menuju ke sana, “BEI sebagai sentral penggerak industri pasar modal Indonesia perlu melaksanakan inisiatif yang strategis, taktis, serta memenuhi harapan seluruh pemangku kepentingan guna menghadapi persaingan dalam MEA 2020 dan menjadi negara dengan ekonomi terbesar ketujuh dunia pada tahun 2030," ujarnya di Jakarta, Selasa (14/4).

Dia menjelaskan, gagasan kedepan tidak jauh soal blue print bursa efek untuk jadi bursa terkemuka di dunia,”Jika saya terpilih maka akan menggenjot jumlah investor dan emiten di bursa Indonesia agar tahan terhadap gejolak perekonomian. Menambah jumlah emiten, New York saja ada 6.000-an. Nasdaq 16.000-an, kita baru 570 investor institusi maupun domestik. Biar kita tahan. Investor kita lebih solid," kata Abipriyadi.

Menurut dia, setiap direksi yang menjabat di BEI mempunyai program yang berbeda sesuai dengan zamannya. Begitu pula paket yang akan diusung dengan konsep yang lebih matang. Jika dia diberi amanat untuk menjadi dirut bursa, maka pihaknya akan menyampaikan langsung ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK),”Kita punya konsep yang bisa meningkatkan bursa dengan baik dari emiten investor. Indonesia tempat investasi yang menari. Dengan demografi yang ada," tegas dia.

Tidak mau kalah, paket bakal calon direksi BEI yang dipimpin Samsul Hidayat mengungkapkan, tantangan paling besar dalam pasar modal Indonesia saat ini adalah meningkatkan jumlah investor ritel. Saat ini, jumlah investor ritel pasar modal masih enggan bergerak dari angka sekitar 300.000 orang, “Dalam jangka panjang, kita menargetkan pasar modal menjadi yang terbaik di kawasan ASEAN dan paling tidak mampu menyalip Singapura dan Malaysia, “ujarnya.

Dia mengakui, meningkatkan jumlah investor ritel menjadi hal penting. Pasalnya, saat ini porsi kepemilikan saham di bursa saham Indonesia masih didominasi asing. Ke depan, diharapkan investor lokal bisa mendominasi kepemilikan di bursa saham,”Itu tantangan yang paling besar yang jadi PR kita bagaimana meningkatkan investor lokal dibanding asing yang saat ini masih menguasai pasar modal Indonesia, ya masih 60:40 lah kepemilikan efek dalam transaksi," tuturnya.

Sementara Direktur Keuangan dan Sumber Daya Manusia BEI Hamdi Hassyarbaini yang ikut paket Samsul menambahkan, pihaknya juga akan mendorong pengembangan produk-produk di pasar modal agar membuka banyak peluang investor masuk pasar modal,”Yang pasti menambah produk, kan tahun ini akan masukkan produk derivatif, itu kan produk lama sebenarnya tapi mau kita kembangkan lagi, prosesnya masih berjalan,”tandasnya.

Saat ini perebutan kursi direksi BEI terdiri dari lima paket. Kelima paket yang ikut berkompetisi adalah Samsul Hidayat, Abiprayadi Riyanto, Tito Sulistio, Reynaldi Hermansjah dan Ronald T Andi Kasim. Kelihatan nama - nama tersebut (calon direksi BEI yang baru) terdengar tidak asing lagi di kalangan pasar modal Indonesia.

Untuk dapat mengajukan diri sebagai bakal calon (balon) direksi BEI, kandidat harus memenuhi persyaratan salah satunya dukungan 10% dari anggota bursa dan 10 broker. Rupanya terlepas siapa yang terpilih menjadi direksi BEI kedepan, banyak harapan pelaku pasar dan emiten akan perbaikan industri pasar modal kedepan.

Head of Public Relations Division PT Astra International Tbk (ASII) Yulian Warman menuturkan, pihaknya menyambut baik gelaran pencalonan direksi BEI yang baru tersebut. Diharapkan, gelaran tersebut dapat berjalan lancar dan menghasilkan direksi - direksi BEI yang bisa membawa pasar modal Tanah Air lebih baik kedepannya,”Sejak dahulu kami mendukung teman - teman terbaik dari Anggota Bursa (AB). Kami berharap direksi - direksi BEI yang terpilih adalah pilihan terbaik bagi semua kalangan baik AB, investor, emiten, dan lain - lain,”ungkapnya.

Yulian juga mengharapkan, para direksi BEI yang baru akan bisa membawa pasar modal Indonesia bersaing dengan bursa - bursa regional. Pastinya, hal tersebut akan didukung oleh banyak faktor seperti regulasi, infrastruktur yang bagus. bani

BERITA TERKAIT

Kemampuan Moneter Calon Gubernur BI Harus Teruji

      NERACA   Jakarta - Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Enny Sri Hartati,…

BEI Perpanjang Suspensi GREN dan TRUB

Lantaran belum melakukan pembayaran denda, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) memperpanjang penghentian sementara perdagangan efek PT Evergreen Invesco Tbk (GREN)…

BEI Targetkan 2.021 Investor di Sulawesi Utara

NERACA Manado – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Perwakilan Sulawesi Utara (Sulut) menargetkan sebanyak 2.021 investor di tahun 2018.”Kami cukup…

BERITA LAINNYA DI BISNIS INDONESIA

AKIBAT JARINGAN INTERNET BELUM MERATA - Bappenas: Indonesia Belum Siap Ekonomi Digital

Jakarta-Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Prof Dr. Bambang Brodjonegoro menilai Indonesia belum siap menghadapi era ekonomi digital. Pasalnya, infrastruktur penopang…

Perlu Libatkan Lembaga Kajian Rumuskan Kebijakan

NERACA Jakarta – Pemerintah dinilai perlu melibatkan dan mempertimbangkan masukan serta rekomendasi yang konstruktif dari sejumlah lembaga kajian terpercaya dalam…

KEBIJAKAN DESENTRALISASI DINILAI BERMASALAH - Jokowi: Ada 42 Ribu Aturan Hambat Investasi

Jakarta-Presiden Jokowi mengungkapkan, masih ada peraturan di tingkat pusat hingga daerah yang menghambat investasi, bahkan jumlahnya mencapai 42.000 aturan. Sementara…