Bank Jatim Sisakan Dana IPO Rp 45 Miliar

NERACA

Jakarta – Hingga priode Maret 2015, PT Bank Jatim Tbk (BJTM) masih menyisakan dana hasil penawaran umum mencapai Rp45,199 miliar. Dimana dari hasil IPO perseroan pada 2012, perseroan meraih dana sebesar Rp1,255 triliun dengan penggunaan dana hingga periode Maret 2015 mencapai Rp1,210 triliun. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, Selasa (14/4).

Tony Sudjiaryanto, Direktur Bank Jatim mengatakan, realisasi penggunaan dana prospektus adalah untuk ekspansi kredit Rp1 triliun, ekspansi jaringan kantor Rp125,52 miliar serta Rp80,326 miliar untuk ekspansi teknologi informasi. Sisa dana hasil penawaran umum sebesar Rp45,199 miliar ditempatkan di deposito Bank Bukopin Syariah dengan suku bunga 9,00% untuk jangka waktu 2 Februari-2 Maret 2015.

Tahun ini, PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur (Bank Jatim) Tbk menargetkan pertumbuhan kredit sebesar 20%. Target ini lebih tinggi dibandingkan arahan regulator yaitu Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dengan pertumbuhan kredit perbankan berdasarkan akumulasi rencana bisnis bank (RBB) 2015 di level 16,49% dan Bank Indonesia (BI) yang mengarahkan pertumbuhan kredit dikisaran 15%-17%.

Direktur Utama Bank Jatim, Hadi Sukrianto pernah bilang, perseroan akan lebih banyak menyalurkan kredit di sektor produktif kepada pelaku usaha ekonomi. Ekspansi kredit yang akan gencar dibidik oleh Bank Jatim adalah sektor mikro. Menurut Hadi, sepanjang 2014, kredit sektor mikro mampu memberikan kontribusi dengan outstanding kredit sebesar Rp 264,08 miliar.

Hal ini juga diimbangi dengan rasio kredit bermasalah alias non performing loan (NPL) di level 0,00%. “Tahun 2015, Bank Jatim menargetkan outstanding kredit sektor mikro sebesar Rp 1 triliun dengan rasio NPL di zero level,” ucap Hadi

Dengan perkembangan yang cukup baik ini, bank dengan kode emiten BJTM akan menambah 56 unit mikro baru. Selain itu, perseroan menargetkan pertumbuhan aset sebesar 16,38% sepanjang tahun bershio kambing kayu ini. Per akhir Desember 2014, realisasi total aset yang diperoleh perseroan mencapai Rp 37,99 triliun atau tumbuh 14,98%.

Sementara itu, untuk dana pihak ketiga (DPK), perseroan menargetkan pertumbuhan sebesar 17,13%. Raihan DPK Bank Jatim per 31 Desember 2014 mencapai Rp 30,27 triliun. Angka ini tumbuh 16,48% dibandingkan tahun 2013. Target DPK yang lebih besar dibandingkan realisasi 2014 ini diharapkan mampu mendongkrak pertumbuhan laba bersih BJTM sebesar 18,80% sepanjang tahun 2015. Laba bersih Bank Jatim per akhir Desember 2014 mencapai Rp 939,08 miliar atau tumbuh 13,92%.

Dengan target pertumbuhan DPK tahun 2015 yang lebih besar ketimbang realisasi laba bersih Bank Jatim per 2014, diharapkan akan mampu meningkatkan margin bunga bersih alias net interest margin (NIM) perseroan ke level 7,22%. Realisasi NIM BJTM per akhir Desember 2014 berada pada level 6,90% atau turun dibanding realisasi NIM Bank Jatim per 31 Desember 2013 yang berada pada level 7,14%.

Hadi menuturkan, perseroan menargetkan posisi return on asset (RoA) di level 3,43% dan return on equity (RoE) di level 19,33% sepanjang tahun 2015 ini. Selain itu, dengan posisi rasio kecukupan modal alias capital adequacy ratio (CAR) di level 22,17% pada akhir 2014 ini, perseroan menargetkan akan mampu bertahan tanpa suntikan dana segar berupa right issue selama tiga tahun ke depan. (bani)

BERITA TERKAIT

Akhir Tahun Apex Dana Bergulir Terbentuk

  NERACA   Jakarta - Direktur Utama Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (LPDB-KUMKM) Braman Setyo…

Efektif, Penyaluran Dana Bergulir di Yogyakarta

Efektif, Penyaluran Dana Bergulir di Yogyakarta NERACA Yogyakarta - Upaya pembangunan manusia Indonesia agar lebih produktif terus dilakukan pemerintah. Salah…

ADHI Baru Serap Obligasi Rp 966,73 Miliar

PT Adhi Karya Tbk (ADHI) baru menggunakan dana hasil penerbitan obligasi berkelanjutan II Tahap I Tahun 2017 sebesar Rp966,73 miliar…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Targetkan Transaksi 500 Ribu Lot - Rifan Financindo Berjangka Optimis Tercapai

NERACA Surabaya - Meskipun Bursa Berjangka Jakarta (BBJ) atau Jakarta Future Exchange (JFX) memangkas target transaksi 30% lantaran kondisi ekonomi…

Tingkatkan Layanan Digital - Taspen Kerjasama Sinergis Dengan Telkom

NERACA Jakarta - PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk bersama PT Taspen (Persero) bersinergi mengembangkan dan mengimplementasikan digitalisasi pelayanan pembayaran pensiun…

XL Hadirkan Asisten Virtual MAYA

Dinamisnya era digital mengharuskan perusahaan untuk terus melakukan inovasi teknologi agar dapat memenuhi kebutuhan pelanggan. Tidak sebatas produk, layanan pelanggan…