Abiprayadi Janjikan Inisiatif Hadapi MEA - Bursa Pencalonan Direksi BEI

NERACA

Jakarta – Mencatatkan pertumbuhan likuiditas yang tinggi dengan populasi masyarakat yang besar, menjadi keyakinan bila pasar modal Indonesia dinilai siap untuk menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) dengan kesiapan infrastruktur yang sudah di benahi.

Presiden Direktur PT Mandiri Sekuritas, Abiprayadi mengatakan, pasar modal Indonesia mampu menghadapi persaingan MEA dan karena itu, pihaknya telah memetakan inisiatif dan langkah untuk menuju ke sana, “BEI sebagai sentral penggerak industri pasar modal Indonesia perlu melaksanakan inisiatif yang strategis, taktis, serta memenuhi harapan seluruh pemangku kepentingan guna menghadapi persaingan dalam MEA 2020 dan menjadi negara dengan ekonomi terbesar ketujuh dunia pada tahun 2030," ujar Abiprayadi dalam pemaparan visi dan misi menjadi calon direksi BEI di Jakarta, Selasa (14/4).

Menurut dia, dalam membangun kemapanan ekonomi, Indonesia perlu memperkuat pondasi utama yang salah satunya dimotori pasar modal. BEI memiliki peranan penting untuk memperkuat pasar modal Indonesia sebelum bersaing di kawasan regional dan global.

Dia menambahkan, dalam mempersiapkan Indonesia menjadi salah satu kekuatan ekonomi di tahun 2030, perlu sektor keuangan yang kuat serta adanya reformasi keuangan total agar Indonesia tidak kehilangan potensi produk domestik bruto 600 miliar dolar AS pada 2030,”Sebagai salah satu motor penggerak ekonomi, pasar modal dituntut untuk dapat berkontribusi melalui struktur pondasi pasar modal yang kuat, peningkatan infrastruktur, partisipasi pasar yang lebih luas serta likuiditas dan tingkat risiko yang lebih baik," kata Abiprayadi.

Abiprayadi mengaku akan mengajukan diri menjadi Direksi BEI ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama dengan enam figur penting yang sarat pengalaman dan pencapaian di industri pasar modal untuk turut berkontribusi menjadikan BEI sebagai wahana investasi terbaik bagi seluruh lapisan masyarakat.

Menurut Abiprayadi, paket direksi BEI 2015-2018 harus memiliki kualitas, pengalaman dan reputasi di berbagai lini yang dibutuhkan pasar modal khususnya kemampuan dalam "investment banking", "investment management", "self-regulatory organization" (SRO), pengembangan investor ritel, serta kombinasi pengalaman profesional di perusahaan lokal maupun asing.

Sebaliknya, Deputi Komisioner Pengawasan Pasar Modal Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sardjito pernah bilang, pasar modal Indonesia belum sepenuhnya siap menghadapi intergrasi pasar modal menghadapi MEA,”Kondisinya masih memprihatinkan terutama infrastruktur, regulasi dan kualitas sumberdaya manusianya, masih perlu diperbaiki dulu,” jelas Sardjito.

Dia menambahkan, Indonesia masih harus berpikir ulang apakah akan siap menjadi pemain atau kelak hanya akan menjadi pasar karena pasar modal Indonesia masih memiliki beberapa kelemahan antara lain minimnya modal, pelaksanaan good corporate governance yang masih rendah, serta terbatasnya instrumen. (bani)

BERITA TERKAIT

Real Time Futures Bidik Investor Kalangan Milenial - Penetrasi Pasar Bursa Berjangka

NERACA Jakarta -Tingkat pertumbuhan transaksi perdagangan berjangka (futures trading) di Bursa Berjangka tergolong masih lambat jika dibandingkan dengan perdagangan saham…

BEI Bantu Satu Unit Ambulans di Perbatasan

Sebagai bentuk tanggung jawab sosial perusahaan, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menyalurkan bantuan satu unit ambulans yang dioperasikan untuk daerah…

Tersangkut Kasus Hukum - Sinemart Tidak Bisa Masuk Bursa

Tersangkut Kasus Hukum Sinemart Tidak Bisa Masuk Bursa NERACA Jakarta - Pengadilan Negeri Jakarta Barat telah menolak perlawanan yang dilakukan…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Multi Bintang Bagikan Dividen Rp 1,32 Triliun

NERACA Jakarta - Masih tumbuh positifnya industri pariwisata memberikan dampak berarti terhadap penjualan PT Multi Bintang Indonesia Tbk (MLBI) sebagai…

Graha Layar Bakal Stock Split Saham

Guna memenuhi aturan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk ketentuan free float saham atau jumlah saham yang beredar di publik,…

MMLP Bidik Rights Issue Rp 447,79 Miliar

Dalam rangka perkuat modal, PT Mega Manunggal Property Tbk (MMLP), emiten pengelola pergudangan berencana untuk melaksanakan penambahan modal tanpa hak…