Astra Agro Bagikan Dividen Rp 1,13 Triliun

NERACA

Jakarta – Berkah membukukan pertumbuhan laba di tahun 2014, tahun ini PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) bakal membagikan dividen tunai sebesar Rp726 per saham atau setera Rp1,13 triliun, “Pada tahun buku 2014, perseroan membagikan dividen tunai sebesar 45% dari laba bersih Rp2,5 triliun atau sebesar Rp716 per lembar saham,”kata Presiden Direktur Astra Agro Lestari, Widya Wiryawan di Jakarta, Selasa (14/4).

Dia mengatakan, pemberian dividen tunai tersebut telah diputuskan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) perseroan. Dalam dividen tersebut di dalamnya termasuk dividen interim sebesar Rp244 per saham yang telah dibayarkan pada 28 Oktober 2014. Kemudian sisanya sebesar Rp472 per saham akan dibayarkan pada 15 Mei 2015.

Kemudian para pemegang saham perseroan yang menerima dividen adalah yang namanya tercatat dalam daftar pemegang saham perseroan pada 24 April 2015. Seperti diketahui, pada 2014 perseroan berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp2,5 triliun. Laba bersih tersebut meningkat 39% dibanding tahun sebelumnya sebesar Rp1,8 triliun.

Sementara pendapatan bersih perseroan sebesar Rp16,31 triliun atau naik 29% dibanding tahun lalu sebesar Rp12,67 triliun. Peningkatan tersebut didorong naiknya volume penjualan CPO. Selain itu, naiknya harga jual rata-rata CPO perseroan 2014 sebesar 14% dari Rp7,277/kg menjadi Rp8,282/kg. Pada 2014 total volume penjualan CPO dan turunnya mencapai 1,73 juta ton, meningkat 10% dibanding 2013 sebesar 1,58 juta ton.

Kata Direktur Independen PT Astra Agro Lestari Tbk, Rudy, tahun ini perseroan mengalokasikan belanja modal sebesar Rp3 triliun. Nantinya, belaja modal tersebut akan digunakan untuk tiga hal besar, pemeliharaan tanaman yang belum menghasilkan, pembangunan pabrik dan infrastruktur,”Kalau tahun ini, kita akan bangun pabrik kelapa sawit dua di Kalimantan selasatam dan Sulawesi Selatan dengan nilai investasi US$10 juta - US$12 juta. Masing-masing kapasitas 45 ton per jam," ujar Rudi.

Dia mengatakan, sementara untuk khusus karet belanja modalnya sebesar Rp40 miliar-Rp50 miliar pada 2015. Dirinya memaparkan, untuk penanaman karet secara bertahap dari landbank seluas 1.000 hektar dari 15 ribu rencana landbank. Disebutkan, satu hektar itu bisa mencapai 134 pohon karet dan pohon karet membutuhkan perawatan.

Nantinya, perseroan akan masuk ke hilir karet dengan mensinergikan lewat perusahaan Astra Internasional, seperti menggandeng kerjasama dengan Otopart untuk pembangunan pabrik pengolahan karet. (bani)

BERITA TERKAIT

Nusantara Infrastructure Bagikan Dividen

NERACA Jakarta - Berkah mencatatkan kinerja keuangan yang positif, PT Nusantara Infrastructure Tbk (META) berencana untuk memberikan deviden kepada para…

Multipolar Bukukan Penjualan Rp 12,80 Triliun

PT Multipolar Tbk (MLPL) meraih penjualan sebesar Rp12,80 triliun hingga periode 30 September 2017 turun tipis dibandingkan penjualan Rp12,89 triliun…

Elnusa Bukukan Pendapatan Rp 4,9 Triliun - Percepat Kinerja Operasi

NERACA Jakarta – Sepanjang tahun 2017 kemarin, PT Elnusa Tbk (ELSA) berhasil mendongkrak kinerja dengan membukukan pendapatan usaha sebesar Rp4,9…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Semen Baturaja Terbitkan MTN Rp 400 Miliar

PT Semen Baturaja (Persero) Tbk atau (SMBR) menerbitkan surat hutang (MTN) senilai Rp400 miliar dengan jangka waktu selama tiga tahun…

Pelanggan Diminta Registrasi Nomor Prabayar

Telkomsel mengimbau pelanggan untuk segera melakukan registrasi nomor prabayar yang divalidasi sesuai dengan data kependudukan yang berlaku. Batas akhir masa…

BEI Resmikan Galeri Investasi di Untan

Direktur Pengembangan Bisnis PT Bursa Efek Indonesia (BEI), Nicky Hogan meresmikan galeri investasi BEI di Fakultas Hukum Universitas Tanjungpura (Untan)…