Voksel Electric Terbitkan MTN Rp 82 Miliar

Perusahaan kabel, PT Voksel Electric Tbk (VOKS) menerbitkan medium term note (MTN) sebesar Rp82 miliar dengan tingkat bunga 10,50% per tahun. Penerbitan MTN tersebut melibatkan PT Mandiri Sekuritas selaku arranger dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk selaku agen pemantau dan agen jaminan, selanjutnya disebut MTN Voksel 2015.

Dalam siaran persnya di Jakarta, Selasa (14/4), Corporate Secretary Voksel Electric, Yogiawan mengatakan, MTN yang diterbitkan perseroan merupakan surat utang yang dijamin dengan piutang perseroan sebesar 100% dari nilai pokok MTN yang diterbitkan perseroan.

Rencana penggunaan dana atas hasil penerbitan MTN Voksel 2015 adalah untuk modal kerja yang akan digunakan untuk kebutuhan operasional penerbit yang semakin meningkat sehubungan dengan perkembangan usaha penerbit saat ini maupun di masa yang akan datang.

Pihak yang telah membeli MTN Voksel 2015 adalah Mandiri Sekuritas sebagai pembeli pertama. Berdasarkan laporan keuangan konsolidasian perseroan per 30 September 2014, nilai transaksi penerbitan MTN Voksel 2015 tidak melebihi 20% dari ekuitas perseroan, sehingga penerbitan MTN Voksel 2015 tidak mencapai nilai yang material sebagaimana dimaksud dalam Peraturan Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan.

Voksel Electric didirikan di Jakarta pada 19 April 1971 dan memulai kegiatan usaha komersialnya pada 1973. Sejak 1989, perusahaan menjadi PMA (Penanaman Modal Asing) melalui perjanjian joint venture dengan Showa Electric Wire & Cable Co. Ltd Japan (now, SWCC Showa Cable Systems Co., Ltd.). Saat ini, pemegang saham yang memiliki lima persen atau lebih saham VOKS, antara lain SCB SG PVB A/C Low Tuck Kwong (32,50%), BNP Paribas Wealth S/A Triwise Group Ltd (10,94%), dan SWCC Showa Cable Systems Co., Ltd (10,02%).

Ruang lingkup kegiatan perseroan antara lain, meliputi bidang usaha produksi dan distribusi kabel listrik, kabel telekomunikasi, dan kawat enamel serta peralatan listrik dan telekomunikasi. (bani)

BERITA TERKAIT

Zurich Jamin Kesehatan Hingga Rp30 miliar - Luncurkan Produk Critical Advantage

    NERACA   Jakarta - Zurich Indonesia meluncurkan produk asuransi untuk penyakit kritis yaitu Zurich Critical Advantage (ZCA). Produk…

Investasikan Dana Rp 87,68 Miliar - Unitras Borong 22,6 Juta Saham Saratoga

NERACA Jakarta -PT Unitras Pertama memborong 22,6 juta saham PT Saratoga Investama Sedaya Tbk. (SRTG) untuk investasi. Dalam siaran persnya…

Moratorium Hutan, Pemerintah Justru Terbitkan Izin 18 Juta Hektar

  NERACA Jakarta - Kepala Departemen Advokasi Eksekutif Nasional Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi), Zenzi Suhadi, menyayangkan sikap pemerintah yang…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Sesuaikan Hasil Kajian RBB - Bank BTN Optimis Bisnis Tetap Tumbuh

Tahun 2019, menjadi tahun yang penuh tantangan karena pertumbuhan ekonomi dunia dan  domestik diperkirakan melambat akibat berkepanjangannya perang dagang antara…

Berikan Pendampingan Analis Investasi - CSA Research Gandeng Kerjasama Modalsaham

NERACA Jakarta – Genjot pertumbuhan investor pasar modal, khususnya generasi milenial dan juga mendukung inovasi sektor keuangan digital, Certified Security…

Sentimen BI Rate Jadi Katalis Positif Sektor Properti

NERACA Jakarta – Keputusan Bank Indonesia (BI) memangkas suku bunga acuan 7 Days Reverse Repo Rate  sebesar 0,25% menjadi 5,75% mendapatkan…