Kisah Dua Perantau Dari Samosir

Bulan di Atas Kuburan

Sabtu, 18/04/2015

Bulan di Atas Kuburanmenjadi salah satu kisah perantauan dari Medan, Sumatera Utara. Merasa tidak berkembang di kampung halamannya, Samosir, Sahat (Rio Dewanto) pun berencana untuk melancong ke Ibukota dan memperbaiki nasibnya. Ia memiliki keahlian dalam menulis, dan sudah beberapa kali mengirimkan naskahnya ke Jakarta.

Ia tak sendirian, Tigor (Donny Alamsyah), seorang supir angkot juga merasakan hal yang sama. Keinginannya untuk melancong ke Jakarta juga didukung oleh penampilan Sabar (Tio Pakusadewo), seorang temannya, yang tampak sukses dan mapan setelah menetap di Jakarta. Keduanya pun berangkat ke kota metropolitan, dengan tujuan mengubah hidup mereka.

Beberapa hari di Jakarta, Sahat langsung mengunjungi kantor penerbitang yang tertarik dengan naskahnya. Namun ternyata, itu bukanlah kantor penerbitan, melainkan kantor sebuah partai politik. Dan naskah yang dibuat oleh Sahat hendak difilmkan sebagai alat propaganda politik. Dan tentu saja, Sahat enggan.

Kendati demikian, Sahat tidak pulang dengan tangan kosong. Ia menjalin hubungan dengan putri dari politisi yang ingin memfilmkan naskahnya. Namanya Mona (Atiqah Hasiholan), dan hubungan mereka berlangsung hingga ke pelaminan. Sahat pun dipercaya untuk mengendalikan beberapa usaha dari ayah Mona.Sementara Sahat menikmati lapisan kelas atas di Jakarta, Tigor justru menikmati lapisan bawahnya. Persediaan uangnya habis, dan ia harus menumpang di rumah Sabar. Menjadi preman di Kampung Melayu juga merupakan satu-satunya pilihan yang harus ia jalani demi melangsungkan hidupnya.

Film ini pernah diproduksi pada tahun 1973 oleh Asrul Sani yang terinspirasi dari sajak karya Alm. Sitor Situmorang berjudul Malam Lebaran. Sebagai film remake,Bulan di Atas Kuburanbisa dikatakan inovatif dan bercerita. Unsur story-telling yang dipaparkan sang sutradara, Edo W.F. Sitanggang di film ini sangat kental dan baik sehingga menjadi nyaman untuk disaksikan. Apalagi dengan hadirnya humor-humor yang lekat dengan masa kekinian.