Pasar Modal Harus Memiliki Keseimbangan - Pembiayaan Sektor Korporasi

NERACA

Jakarta –Kehadiran industri pasar modal dengan likuiditas yang cukup besar harus memberikan manfaat terhadap pertumbuhan ekonomi dan termasuk pembiayaan sektor korporasi yang saat ini hanya mengandalkan industri perbankan. Apalagi, saat ini industri perbankan tengah memiliki pengetatan likuiditas yang tentunya memiliki keterbatasan.

Dalam siaran persnya, Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Muliaman D Hadad mengatakan, sektor korporasi harus mendapat dukungan tambahan pembiayaan jangka panjang dari sektor pasar modal untuk menambah pembiayaan yang sudah diberikan sektor perbankan. Hal ini dilakukan, lanjutnya, agar Indonesia memiliki keseimbangan yang baik antara industri perbankan dan pasar modal dalam memberikan pembiayaan sektor korporasi,”Kita membutuhkan pasar modal yang lebih berkembang untuk menyediakan alternatif sumber pembiayaan jangka panjang yang kurang dapat disediakan oleh industri perbankan, namun pembiayaan dari perbankan tetap akan dibutuhkan bagi sektor korporasi yang tidak terlayani oleh pasar modal,”ujarnya.

Diakui Muliaman, sampai saat ini peran industri perbankan dalam menyediakan sumber pembiayaan bagi korporasi masih lebih dominan bila dibandingkan dengan pasar modal. Hal ini patut diperhatikan dan diupayakan agar pasar modal juga bergerak,”Peran perbankan masih dominan dibandingkan pasar modal, apalagi pembiayaan di sektor korporasi menengah," ungkapnya.

Muliaman menjelaskan, persoalan tersebut terjadi lantaran industri perbankan telah memiliki jaringan yang luas dan tersebar di berbagai daerah, sehingga industri perbankan lebih dekat dengan korporasi. Faktor lainnya adalah tingkat literasi keuangan terkait industri pasar modal yang rendah dibandingkan perbankan,”Tingkat literasi keuangan pasar modal jauh lebih rendah dibandingkan perbankan yang membuat mereka para korporasi enggan untuk berinteraksi dengan pasar modal,”tuturnya.

Menurutnya, para regulator harus waspada pada risiko signifikan yang ditimbulkan oleh kedua pasar ini dengan menjaga adanya kompetisi yang sehat di antara dua pasar tersebut. Selanjutnya, menyampaikan bahwa dalam dua dekade terakhir emerging market telah menunjukkan perkembangan yang signifikan menuju intermediasi keuangan yang lebih berbasis pasar (market based financial intermediation). Hal ini sejan dengan upaya beberapa jurisdiksi dalam membangun pasar ekuitas dan obligasi domestik yang lebih dalam dan resilient,”Kami menginginkan kegiatan lintas industri yang lebih besar yang pada akhirnya akan meningkatkan partisipasi dari seluruh pemangku kepentingan, mengurangi hambatan terhadap akses keuangan dan mewujudkan inklusivitas keuangan yang lebih besar,”ungkapnya.

Muliaman menyampaikan hal tersebut, saat berbicara dalam pertemuan Perwakilan dari G20 dan negara-negara anggota Organization for Economic Cooperation and Development (OECD) dalam G20/OECD Corporate Governance Forum. (bani)

BERITA TERKAIT

Kembangkan Bisnis Properti - Totalindo Siapkan Belanja Modal Rp 200 Miliar

NERACA Jakarta –Kejar pertumbuhan pendapatan lebih besar lagi, PT Totalindo Eka Persada Tbk (TOPS) kembangkan ekspans bisnis di sektor properti…

Bangun Mega Proyek Besar - MNC Land Perkuat Modal Lewat Private Placement

NERACA Jakarta – Besarnya kebutuhan modal dalam merealisasikan pembangunan mega proyek besar, menjadi alasan PT MNC Land Tbk (KPIG) untuk…

Dominasi Impor Barang China Penuhi Pasar Domestik

      NERACA   Jakarta – Ketergantungan akan barang China tak bisa dianggap enteng. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Indonesian Tobacco Patok IPO Rp219 Persaham

NERACA Jakarta - Perusahaan pengolahan tembakau, PT Indonesian Tobacco Tbk menawarkan harga penawaran umum perdana saham (IPO) senilai Rp219 per…

Tridomain Tawarkan Bunga Obligasi 10,75%

PT Tridomain Performance Materials Tbk. (TDPM) menawarkan obligasi II tahun 2019 senilai Rp400 miliar. Berdasarkan prospektus ringkas yang dirilis perseroan di…

Saham LUCK Masuk Dalam Pengawasan BEI

Lantaran telah terjadi peningkatan harga saham di luar kewajaran atau unusual market activity (UMA), kini perdagangan saham PT Sentra Mitra…