XL Axiata Terbitkan Obligasi Rp 43,32 Miliar

Selasa, 14/04/2015

NERACA

Jakarta – Perkuat modal untuk mendanai ekspansi bisnisnya kedepan, PT XL Axiata Tbk akan mencari penambahan modal dengan menerbitkan tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMTD) atau obligasi sebesar Rp43,32 miliar. Dimana nantinya penggunaan dana tersebut untuk program Grant Date V,”Semula penerbitan tanpa HMTD akan berlaku 2 April, namun diundur ke 21 April 2015,”kata Corporate Secretary XL Axiata, Murni Nurdini di Jakarta, Senin (13/04).

Dia tidak merinci alasan pengunduran jadwal penerbitan tanpa HMTD. Namun yang pasti, mekanisme pelaksanaan dengan periode lock-up yang akan disesuaikan tanggal pencatatan yang baru dan tunduk sesuai Undang-Undang yang berlaku.

Disebutkan, program tersebut merupakan bagian dari Program Long Term Incentive 2010-2015 sebanyak-banyaknya 170,16 juta saham. Kemudian harga pelaksanaan ditetapkan Rp4.888 per saham dan jumlah alokasi saham insentif yang diterbitkan sebanyak 6,89 juta dengan nilai nominal pe rsaham Rp100,”Penerbitan saham insentif Grant Date V telah memperhitungkan pencapaian EBITDA Aktual 2014 sebesar 100,12% dari EBITDA Budget 2014,”ujar Murni.

Sebelumnya, Presiden Direktur PT XL Axiata Tbk (EXCL) Dian Siswarini pernah bilang, perseroan bakal melakukan aksi korporasi berupa penerbitan obligasi atau rights issue guna mendanai belanja modal tahun ini,”Mendanai belanja modal tahun ini, kita bisa lakukan obligasi atau rights issue,”ujarnya.

Tahun ini, operator telekomunikasi kedua di Indonesia ini menganggarkan belanja modal atau capital expenditure (capex) sekitar Rp7 triliun. Dana capex tersebut akan digunakan untuk membangun jaringan seperti untuk jaringan 3G, jaringan 4G hanya sebagian, dan 2G sebagai pelengkap. Menurut Dian, secara bisnis tahun 2015 tidak akan mudah dan akan banyak tantangan yang harus di hadapi. Namun, dengan kemampuan memberikan kepuasan kepada pelanggan, dirnya menyakini XL akan bisa melalui tahun ini dengan baik.

Disebutkan, capex sebesar itu nantinya akan difokuskan untuk memacu penyediaan layanan data yang kaya manfaat serta pemerataan layanan internet cepat ke berbagai penjuru Tanah Air. Hal ini sesuai dengan rencana pemerintah yang ingin mendorong pengembangan internet untuk membantu penyelenggaraan program pemerintah antara lain dalam bidang pendidikan, kesehatan, logistik, pengadaan, serta beragam pelayanan publik berbasis elektronik, e-commerce, atau aplikasi.

Dia mengungkapkan, sejumlah inisiatif program telah disiapkan. Secara umum ada tiga sisi yang menjadi fokus perseroan, yakni membangun infrastruktur jaringan yang memadai, menyediakan layanan data yang semakin beragam sesuai dengan kebutuhan pelanggan, serta memperbanyak jangkauan layanan 4G,”XL juga akan terus melakukan terobosan untuk meningkatkan kualitas layanan salah satunya program transformasi jaringan dengan terus memperluas cakupan ke kota besar termasuk di luar Jawa,” ujarnya.

Hingga kini 97% area di setiap lokasi program ditopang oleh BTS 3G. Selain itu, 93% area telah terlayani dengan sinyal kuat, di mana kecepatan akses data mencapai rata-rata 1,1 Mbps dan tidak ada paket data yang drop. (bani)