Bank BCA Masih Kokoh Diperingkat Pertama

Kapitalisasi Saham Rp 361,85 Triliun

Selasa, 14/04/2015

NERACA

Jakarta – Meskipun tengah terjadi pengetatan likuiditas dalam industri perbankan, kondisi tersebut tidak mempengaruhi kapitalisasi pasar saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) di pasar modal. Pasalnya, bank dengan asset terbesar ini mencatatkan nilai kapitalisasi pasar di bursa saham pada kuartal I 2015 mencapai Rp 361,85 triliun. Dimana angka tersebut meningkat jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya (periode Febuari 2015) sebesar Rp 344,15 triliun.

Dalam data yang dilansir PT Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta, Senin (13/4), disebutkan, BCA menempati urutan pertama dalam ketegori nilai kapitalisasi pasar dan disusul peringkat kedua oleh PT Astra Internasional Tbk (ASSI) dengan kapitalisasi pasar saham tercatat sebesar Rp 347,14 triliun.

Berikutnya ditempel ketat oleh PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) dengan nilai kapitalisasi pasar senilai Rp 324,20 triliun. Kemudian di posisi keempat, ada PT HM Sampoerna Tbk (HMSP) yang sukses menggeser PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM), dengan nilai kapitalisasi pasar mencapai Rp322,04 triliun. Kemudian disusul oleh PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) dengan kapitalisasi senilai Rp302,52 triliun.

Alhasil, PT Telekomunikasi Indonesia (TLKM) harus rela menempati posisi keenam dalam kategori kapitalisasi pasar saham atau mencatat sebesar Rp 291,31 triliun. Selanjutnya PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) sebesar Rp 288,17 triliun, PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) senilai Rp 133,38 triliun, PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) mencapai Rp 116,35 triliun dan PT Gudang Garam Tbk (GGRM) sebesar Rp 98,12 triliun.

Asal tahu saja, kapitalisasi pasar modal di Indonesia berpeluang menjadi yang terbesar di ASEAN seiring dengan pertumbuhan jumlah emiten dan investor yang bergerak cepat. Tercatat sepanjang tahun 2014, nilai kapitalisasi pasar saham meningkat sebesar 23,92% (Rp1.009,02 triliun) dari Rp4.219,02 triliun pada 30 Desember 2013 menjadi Rp5.228,04 triliun pada 30 Desember 2014. Adapun sepanjang 2014 IHSG mengalami kenaikan 22,29% atau naik 952,77 poin dari 4.274,18 pada akhir tahun 2013 menjadi 5.226,95.

Direktur Utama BEI, Ito Warsito pernah bilang, industri pasar modal di kawasan Asia Tenggara memiliki pasar yang cukup besar, sehingga menjadi incaran para investor asing dan termasuk Indonesia. Tengok saja, sampai dengan akhir 2014 total kapitalisasi pasar modal di tujuh bursa meningkat menjadi US$ 2,3 triliun. Padahal sejak acara Asean Broker pertama di Thailand tahun 2011, total kapitalisasi saat itu hanya US$ 1,8 triliun.

Kemudian jumlah perusahaan yang sudah listing mencapai 3.723 perusahaan. Angka ini mengalami pertumbuhan lantaran pada 2011 lalu jumlah perusahaan yang tercatat hanya mencapai 3.600 perusahaan. Sementara Kepala Eksekutif Pengawasan Pasar Modal OJK, Nurhaida optimistis pasar modal Asean bisa berkembang dalam waktu dekat. Ini ditandai dengan pertumbuhan angka tenaga kerja yang sihnifikan, letak geografis yang strategis, hingga perkembangan kondisi ekonomi di beberapa negaranya,”Asia Tenggara merupakan salah satu pasar yang besar yang ada di dunia. Jadi pasar modalnya sangat potensial dengan pertumbuhan GDP yang tinggi di US$ 2,4 triliun dan dengan banyaknya jumlah penduduk yang mencapai 600 juta orang," tutur Nurhaida. (bani)