Chitose Sisakan Dana IPO Rp 40,6 Miliar

NERACA

Jakarta – Perusahaan furnitur, PT Chitose Internasional Tbk (CINT) masih memiliki sisa dana IPO sebesar Rp40,683 miliar hingga periode 31 Maret 2015. Fajar Swatyas, Direktur Perseroan dalam siaran persnya di Jakata, Senin (13/4) menyebutkan bahwa perseroan meraih dana sebesar Rp90,526 miliar pada 27 Juni 2014 lalu.

Sedangkan realisasi penggunaan dana hingga periode akhir Maret baru encapai Rp49,843 miliar yang dipergunakan untuk antara lain pembelian tanah, pembangunan pabrik baru, pembanguna flagshipshop dan modal kerja. Sisa dana IPO tersebut kini tersimpan di rekening giro dan deposito beberapa bank antara lain Bank CIMB Niaga, Bank Mandiri, Bank Resona Perdanina, Bank Mega dan Bank Sinarmas.

Tahun ini, perseroan optimis pendapatan akan mengalami pertumbuhan seiring dengan pertumbuhan ekonomi dan stabilitas politik,”Kita yakin akan tumbuh cuma masih dalam koridor hati-hati mengingat masih banyak kemungkinan yang akan timbul terkait kondisi ekonomi makro Indonesia,” ujarnya.

Sayangnya Fajar belum bisa mengatakan target pertumbuhan pendapatan perusahaan tahun ini. Sebelumnya, mandeknya sejumlah proyek pemerintah akibat pemilu tahun lalu, mengakibatkan perusahaan kekurangan orderan dari proyek pemerintah. “Pengaruhnya terasa sekali bagi kami saat semester 1 tahun lalu, terutama ada karena pemotongan capex dari pemerintah yang membuat sejumlah proyek pemerintah terhambat,” ujar Fajar

CINT tahun ini akan menggelontorkan dana belanja modal sebesar Rp 20 sampai 25 milliar. Dana tersebut akan dipakai untuk membangun flagship shop di Surabaya, Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi. Selain itu dana tersebut juga akan digunakan untuk membangun pabrik baru yang direncanakan akan beroperasi penuh pada kuartal I 2016.

CINT pun tahun ini akan menggenjot ekspor. Adapun ekspor CINT pada kuartal III 2014 baru berkontribusi 2% dari total penjualan. “Ekspor kami targetkan naik menjadi sekitar 7 sampai 10 % dari penjualan dengancara membuka pasar baru dan mengoptimalkan pasar yang telah ada,”katanya.

Sekedar informasi pasar ekspor terbesar CINT adalah ke Negara Jepang, sedangkan pasar ekspor lainnya adalah ke Negara afrika selatan, Malaysia, dan Singapura. Produk CINT yang diekspor kebanyakan adalah ranjang rumah sakit dan furnitur berupa bangku dan kursi untuk perkantoran dan rumah sakit.

PT Chitose International Tbk meraih laba bersih Rp24,58 miliar atau Rp29 per saham hingga periode Desember 2014 atau turun 41,44% dibandingkan dengan laba bersih periode sama tahun sebelumnya Rp41,98 miliar atau Rp60 per saham.

Selain itu, perseroan juga membukukan penjualan bersih turun tipis jadi Rp283,44 miliar dari penjualan bersih tahun sebelumnya Rp288,13 miliar dan beban pokok penjualan turun jadi Rp191,91 miliar dari Rp208,07 miliar. Kemudian laba bruto naik menjadi Rp91,53 miliar dari laba bruto tahun sebelumnya Rp80,05 miliar dan beban umum naik jadi Rp35,53 miliar dari Rp25,58 miliar dan pendapatan usaha lain turun jadi Rp117,87 juta dari Rp619,92 juta. Sementara jumlah aset per Desember 2014 mencapai Rp365,09 miliar naik dari jumlah aset per Desember 2013 yang Rp262,91 miliar. (bani)

BERITA TERKAIT

Bidik Dana IPO Rp 62,5 Miliar - Bima Sakti Pertiwi Percantik Mal di Pekanbaru

NERACA Jakarta – Guna mendanai ekspansi bisnis berupa pembebasan lahan dan pembangunan mall baru, PT Bima Sakti Pertiwi (BSP) perusahaan…

Patok Harga Rp 1.495 Persaham - LPCK Raup Dana Rights Issue Rp 2,96 Triliun

NERACA Jakarta – Emiten properti, PT Lippo Cikarang Tbk (LPCK) menetapkan harga pelaksanaan penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih…

Anak Usaha DEAL Bidik Kontrak Rp100 Miliar

NERACA Jakarta - Kejar pertumbuhan pendapatan lebih besar lagi, PT Dewata Freightinternational Tbk (DEAL) melalui anak usahanya mengincar kontrak jangka…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Pendapatan Urban Jakarta Tumbuh 195%

Kuartal pertama 2019, PT Urban Jakarta Propertindo Tbk (URBN) mencatatkan pendapatan Rp117,9 miliar atau naik 195% dibanding priode yang sama…

HOKI Taksir Penjualan Semester I Tumbuh 15%

NERACA Jakarta – Meskipun mencatatkan penurunan laba bersih di kuartal pertama 2019 karena telat panen, emiten produsen beras kemasan PT…

Siapkan Capex Rp 28 Miliar - Bali United Bidik Laba Operasi Rp 10 Miliar

NERACA Jakarta – Menjadi klub sepakbola pertama di Asean yang sahamnya tercatat di pasar modal, PT Bali Bintang Sejahtera Tbk…