Optimalisasi Kerjasama Perusahaan Untuk CSR

NERACA. Perusahaan diharapkan mampu meningkatkan kontribusinya terhadap kesejahteraan sosial di masyarakat. Hal itu dilakukan mengingat angka kemiskinan di Indonesia masih relatif tinggi. Demikian harapan yang disampaikan Menteri Sosial Salim Segaf Al Jufrie dalam acara temu Corporate Forum for Community Development (CFCD) ke-27 sekaligus peluncuran Indonesia CSR Award 2011 (ICA 2011).

Untuk itu, dia meminta agar perusahaan tidak melakukan gerakan corporate social responsibility (CSR) secara parsial atau sendiri-sendiri. Perusahaan diminta bekerja sama dalam menyalurkan bantuan sosial kepada masyarakat miskin yang membutuhkan.Diingatkannya, saat ini di Indonesia masih terdapat sekitar 31,02 juta rakyat yang hidup di bawah garis kemiskinan. Sementara itu, Kementerian Sosial (Kemensos) membutuhkan kemitraan untuk menanggulangi semua itu. Sebab, diakuinya, Kemensos memiliki keterbatasan di sisi dana dan sumber daya manusia (SDM).

Keberadaan CFCD dengan 250 anggotanya, menurut Menteri Sosial, bisa menjadi mitra dalam menangani kemiskinan. Apalagi dana yang digalang untuk CSR setiap tahunnya bisa mencapai Rp 3 triliun. Mengingat hal tersebut, bukanlah termasuk dana yang sedikit. Oleh karena itu, kalau saja kebersamaan bisa terjalin, maka bukan tidak mungkin persoalan-persoalan sosial yang ada selama ini bisa diselesaikan.Di sisi lain, Menteri Sosial sadar bahwa perusahaan kerap menghadapi kendala dalam menyalurkan CSR-nya. Di sinilah perlunya sebuah kerja sama. Perlu adanya kerja sama dalam menyalurkan bantuan kepada fakir miskin. Dan mengenai hal tersenut, maka jangan sampai salah sasaran.

Diingatkan juga olehnya, sebelum melakukan kegiatan penyaluran CSR ke masyarakat di sekitarnya, perusahaan hendaknya juga memperhatikan karyawannya lebih dahulu. Jangan sampai membantu orang lain, tapi ada karyawannya yang sampai tidak mampu menyekolahkan anaknya.

Masalah sosial diingatkan Menteri Sosial masih menunjukkan tren yang tinggi dan terus meluas, baik kualitas maupun kuantitasnya. Untuk itu, dirinya berharap makin banyak perusahaan yang peduli dan menjalankan kemitraan. Dengan demikian, bisa bersama-sama menangani permasalahan sosial. Saat ini, menurut dia, ada 195 perusahaan BUMN dan swasta yang telah bekerja sama dengan Kemensos dalam rangka pembangunan kesejahteraan sosial. Dalam kemitraan, yang paling penting, menurut Menteri Sosial, CSR bisa langsung diterima oleh sasaran.

BERITA TERKAIT

Kembangkan Bisnis Alat Kesehatan - Indofarma Gandeng Kerjasama Fors Fortis Medika

NERACA Jakarta – Kembangkan ekspansi bisnis sebagai produsen alat-alat kesehatan, PT Indofarma Tbk (INAF) menggandeng kerjasama Fors Fortis Merdeka (FF…

BPJS Terapkan Urun Biaya untuk Tindakan Medis Tertentu

NERACA Jakarta-Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan akan urun biaya dengan peserta untuk tindakan medis tertentu. Penerapan skema ini khusus…

Ford Rencanakan Teknologi Nirkabel Baru Untuk Mobil

Ford Motor Co mengatakan pada Senin (7/1) bahwa pihaknya berencana untuk meluncurkan teknologi nirkabel untuk model kendaraan baru di Amerika…

BERITA LAINNYA DI CSR

Bersama Pemerintah Kota Tangerang Selatan - Indah Kiat Salurkan Bantuan Korban Tsunami Selat Sunda

Masih dalam rangka peduli kemanusiaan terhadap korban musibah tsunami di Selat Sunda akhir tahun 2018 kemarin, industri Asia Pulp &…

Peringati Hari Sejuta Pohon Sedunia - Sharp Mengajak Siswa di Jember Peduli Lingkungan

Menanamkan budaya tanggung jawab dan peduli pada lingkungan sejak dini merupakan cara yang tepat agar hal tersebut menjadi kebiasaan positif…

Ciptakan Lingkungan Bersih - Allianz Beri Pelatihan Bank Sampah Gusling

Persoalan pengelolaan sampah masih menjadi masalah yang belum tertangani secara optimal, bahkan sebagian belum tertangani dengan baik. Alhasil, memberikan dampak…