RUPST CIMB Niaga Setujui Laporan Keuangan 2014

NERACA

Jakarta - Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan PT Bank CIMB Niaga Tbk menyetujui dan menerima baik Laporan Tahunan CIMB Niaga tahun buku 2014, termasuk laporan Tugas Pengawasan Dewan Komisaris CIMB Niaga, dan mengesahkan Laporan Keuangan Konsolidasian CIMB Niaga dan Anak Perusahaan tahun buku 2014.

Pada 2014, CIMB Niaga mencatatkan laba bersih konsolidasi (audited) sebesar Rp2,3 triliun. Dalam periode yang sama, CIMB Niaga berhasil menghimpun dana pihak ketiga sebesar Rp174,7 triliun, dan menyalurkan kredit sebesar Rp176,4 triliun.CIMB Niaga juga melanjutkan posisinya sebagai bank terbesar kelima di Indonesia dari sisi aset dengan total aset mencapai Rp233,2 triliun.

Wakil Direktur Utama CIMB Niaga, D James Rompas mengatakan, kondisi ekonomi Indonesia sepanjang 2014 sangat menantang, dan CIMB Niaga relatif dapat beradaptasi dengan tantangan-tantangan tersebut. “Kami akan melanjutkan investasi dalam pengembangan sumber daya manusia, pengelolaan risiko, infrastruktur, dan meningkatkan sistem perbankan untuk mendukung tahap pertumbuhan selanjutnya,” ujarnya di Jakarta, pekan lalu.

RUPST kali ini juga menyetujui penetapan penggunaan laba bersih CIMB Niaga tahun buku 2014, yaitu diputuskan bahwa seluruh laba bersih CIMB Niaga tahun buku 2014 sebesar Rp2,3 triliun akan dicatat sebagai laba yang ditahan, dan akan digunakan untuk memperkuat modal dalam rangka membiayai kegiatan usaha CIMB Niaga.

Pada agenda lain, kata James, juga disetujui perubahan ketentuan Anggaran Dasar CIMB Niaga menyesuaikan dengan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) terbaru. Selanjutnya, CIMB Niaga menyusun kembali seluruh ketentuan Anggaran Dasar-nya sehubungan dengan perubahan tersebut.

Dari sisi kepengurusan, para pemegang saham dalam RUPST yang berlangsung di Graha CIMB Niaga Jakarta tersebut, telah menerima baik pengunduran diri Arwin Rasyid dari jabatannya selaku Direktur Utama, dan menyetujui pengangkatan Tigor M Siahaan selaku Direktur Utama CIMB Niaga yang baru. Adapun masa jabatan Tigor M Siahaan akan berlaku efektif terhitung sejak tanggal yang ditetapkan dalam surat persetujuan Otoritas Jasa Keuangan dan / atau terpenuhinya persyaratan yang ditetapkan dalam surat OJK dimaksud (tanggal efektif), sampai dengan penutupan RUPST yang keempat setelah tanggal efektif. [rin]

BERITA TERKAIT

Ancaman Serangan Siber ke Industri Keuangan Meningkat

    NERACA   Jakarta - Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Wimboh Santoso mengingatkan ancaman serangan siber terhadap sistem…

70% Masyarakat Cari Informasi Keuangan Lewat Internet

  NERACA   Jakarta - Google merilis hasil riset terbaru tentang industri keuangan Indonesia dan cara nasabah mencari dan memilih…

Upaya Menyiapkan Generasi Melek Keuangan - FWD Life Olympic 2017 Digelar

NERACA Jakarta - Mempersiapkan generasi muda yang memliki pemahaman keuangan yang memadai merupakan hal penting untuk menciptakan sumber daya manusia…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

BI Tahan Suku Bunga Acuan

    NERACA   Jakarta - Bank Indonesia (BI) telah usai melakukan Rapat Dewan Gubernur (RDG) pada 18-19 Oktober 2017.…

Sinarmas MSIG Life Luncurkan 4 Produk Bancassurance - Gandeng Bank BJB

      NERACA   Jakarta - PT Asuransi Jiwa Sinarmas MSIG (Sinarmas MSIG Life) dan Bank BJB, berkolaborasi meluncurkan…

BTN Masuk Jajaran Perusahaan Terbaik Indonesia

      NERACA   Jakarta - Setelah berhasil meraih beragam penghargaan atas kinerjanya, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk.…