WIKA Incar Kontrak Baru Senilai Rp 16 Triliun

Masih Andalkan Proyek Pemerintah

Senin, 13/04/2015

NERACA

Jakarta – Di tahun musim infrastruktur menjadi tahun emas bagi emiten di sektor infrastruktur seiring dengan kebijakan pemerintah yang terus mendorong sektor tersebut guna mendorong pertumbuhan ekonomi. Hal inilah yang tidak dilewatkan bagi PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) untuk terus meraup untung. Bahkan perusahaan konstruksi pelat merah ini menargetkan kontrak baru mencapai Rp16 triliun di semester satu tahun ini.

Kata Suradi, Sekretaris Perusahaan WIKA, jumlah tersebut setara 50% dari total target kontrak sebesar Rp31,6 triliun sepanjang 2015. Dirinya menuturkan, perseroan sedang mengikuti tender proyek konstruksi yang besar. Dalam waktu dekat ini, prosesnya pun akan masuk tahap finalisasi,”Pengesahan Anggaran Penerimaan Belanja Negara Perubahan (APBNP) 2015 Februari lalu memberi angin segar bagi perseroan dalam mengerjakan proyek. Sebab kontrak perseroan masih didominasi dari pemerintah,”ungkapnya di Jakarta, kemarin.

Disebutkan, kontrak ini dihasilkan dari kontrak pembangunan jalan tol, bendungan, pelabuhan, bandara, dan juga gedung. Menurut dia, raihan kontrak hingga maret tahun ini baru mencapai Rp4,1 triliun, turun dari posisi periode sama tahun lalu yang mencapai Rp4,8 triliun. Meski demikian, perseroan tetap optimistis dapat meraih nilai kontrak baru sesuai dengan Rencana Kerja Anggaran Perusahaan (RKAP) 2015.

Kata Suradi, lambatnya perolehan kontrak baru di kuartal pertama, karena proses tender proyek pemerintah yang baru dimulai di Maret ini. Maka guna menggenjot perolehan kontrak, perseroan sedang membidik beberapa kontrak proyek luar negeri, di mana perseroan sedang mengikuti tender di Malaysia, Aljazair, dan Arab Saudi dengan total nilai tender sebesar Rp1,5 triliun. Ditargetkan finalisasi tender proyek tersebut bakal rampung dilaksanakan tahun ini,”Kami ikut tender pembangunan gedung apartemen di Aljazair senilai Rp600 miliar. Proyek ini akan dikerjakan sendiri. Kami juga bakal menggandeng kontraktor lokal, Uero Japon untuk mengembangkan pengembangan proyek seluas enam blok apartemen di Aljazair," jelas Suradi.

Selain itu, Wijaya Karya juga sedang mengikuti tender proyek di wilayah Arab Saudi. Saat ini, perseroan sedang dalam tahap prakualifikasi tender pembangunan perbelanjaan dan hotel senilai Rp500 miliar. Jika kedua proyek ini berhasil digapai, maka kontrak baru didapatkan bisa mencapai Rp1,1 triliun dengan nilai target kontrak baru dari luar negeri sebesar Rp2,5 triliun.

Asal tahu saja, kontrak anyar yang berhasil dikantongi WIKA berasal dari sejumlah proyek dari dalam dan luar negeri. Kontrak tersebut antara lain proyek bendungan Pasar Loreng di wilayah Sulawesi Selatan senilai Rp 600 miliar. Bendungan Pasar Loreng merupakan salah satu dari 13 bendungan yang pembangunannya ditargetkan pemerintah bisa rampung pada tahun ini. (bani)