WIKA Incar Kontrak Baru Senilai Rp 16 Triliun - Masih Andalkan Proyek Pemerintah

NERACA

Jakarta – Di tahun musim infrastruktur menjadi tahun emas bagi emiten di sektor infrastruktur seiring dengan kebijakan pemerintah yang terus mendorong sektor tersebut guna mendorong pertumbuhan ekonomi. Hal inilah yang tidak dilewatkan bagi PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) untuk terus meraup untung. Bahkan perusahaan konstruksi pelat merah ini menargetkan kontrak baru mencapai Rp16 triliun di semester satu tahun ini.

Kata Suradi, Sekretaris Perusahaan WIKA, jumlah tersebut setara 50% dari total target kontrak sebesar Rp31,6 triliun sepanjang 2015. Dirinya menuturkan, perseroan sedang mengikuti tender proyek konstruksi yang besar. Dalam waktu dekat ini, prosesnya pun akan masuk tahap finalisasi,”Pengesahan Anggaran Penerimaan Belanja Negara Perubahan (APBNP) 2015 Februari lalu memberi angin segar bagi perseroan dalam mengerjakan proyek. Sebab kontrak perseroan masih didominasi dari pemerintah,”ungkapnya di Jakarta, kemarin.

Disebutkan, kontrak ini dihasilkan dari kontrak pembangunan jalan tol, bendungan, pelabuhan, bandara, dan juga gedung. Menurut dia, raihan kontrak hingga maret tahun ini baru mencapai Rp4,1 triliun, turun dari posisi periode sama tahun lalu yang mencapai Rp4,8 triliun. Meski demikian, perseroan tetap optimistis dapat meraih nilai kontrak baru sesuai dengan Rencana Kerja Anggaran Perusahaan (RKAP) 2015.

Kata Suradi, lambatnya perolehan kontrak baru di kuartal pertama, karena proses tender proyek pemerintah yang baru dimulai di Maret ini. Maka guna menggenjot perolehan kontrak, perseroan sedang membidik beberapa kontrak proyek luar negeri, di mana perseroan sedang mengikuti tender di Malaysia, Aljazair, dan Arab Saudi dengan total nilai tender sebesar Rp1,5 triliun. Ditargetkan finalisasi tender proyek tersebut bakal rampung dilaksanakan tahun ini,”Kami ikut tender pembangunan gedung apartemen di Aljazair senilai Rp600 miliar. Proyek ini akan dikerjakan sendiri. Kami juga bakal menggandeng kontraktor lokal, Uero Japon untuk mengembangkan pengembangan proyek seluas enam blok apartemen di Aljazair," jelas Suradi.

Selain itu, Wijaya Karya juga sedang mengikuti tender proyek di wilayah Arab Saudi. Saat ini, perseroan sedang dalam tahap prakualifikasi tender pembangunan perbelanjaan dan hotel senilai Rp500 miliar. Jika kedua proyek ini berhasil digapai, maka kontrak baru didapatkan bisa mencapai Rp1,1 triliun dengan nilai target kontrak baru dari luar negeri sebesar Rp2,5 triliun.

Asal tahu saja, kontrak anyar yang berhasil dikantongi WIKA berasal dari sejumlah proyek dari dalam dan luar negeri. Kontrak tersebut antara lain proyek bendungan Pasar Loreng di wilayah Sulawesi Selatan senilai Rp 600 miliar. Bendungan Pasar Loreng merupakan salah satu dari 13 bendungan yang pembangunannya ditargetkan pemerintah bisa rampung pada tahun ini. (bani)

BERITA TERKAIT

NERACA PERDAGANGAN DEFISIT US$1,16 MILIAR DI JANUARI 2019 - CORE: Defisit NPI Diprediksi Masih Berlanjut

Jakarta-Ekonom CORE memprediksi neraca perdagangan Indonesia (NPI) diperkirakan masih terus defisit hingga sepanjang tahun ini, karena kondisi ekspor impor Indonesia…

Komisi III DPR Diminta Pilih Hakim Konstitusi Sosok Baru

Komisi III DPR Diminta Pilih Hakim Konstitusi Sosok Baru NERACA Jakarta - Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Prof Dr Jimly…

XL Bukukan Rugi Bersih Rp 3,29 Triliun

NERACA Jakarta – Sepanjang tahun 2018 kemarin, PT XL Axiata Tbk (EXCL) membukukan rugi bersih hingga Rp 3,29 triliun. Perseroan…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Lima Emiten Belum Bayar Listing Fee

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat jumlah emiten yang mengalami gangguan keberlangsungan usaha atau going concern dan berakibat tidak mampu…

Rayakan Imlek - Kobelco Berikan Special Promo Konsumen

NERACA Jakarta - Rayakan Imlek 2570, PT Daya Kobelco Construction Machinery Indonesia (DK CMI),  menggelar  customer gathering dari seluruh Indonesia.…

WSBP Pangkas Utang Jadi Rp 4,7 Triliun

PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) telah menerima pembayaran termin pada Januari 2019 yang digunakan perseroan untuk pelunasan pinjaman perseroan.…