BEI Pastikan Kuartal Dua Ramai IPO

Terima Dua Calon Emiten

Senin, 13/04/2015

NERACA

Jakarta – Meskipun baru satu emiten yang listing di pasar modal pada kuartal pertama, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) memastikan akan kembali kedatangan tamu baru yang bakal listing di kuartal kedua tahun ini. Pasalnya, belum lama ini BEI menerima paparan mini expose terhadap dua perusahaan yang ingin IPO atau pelepasan saham perdana.

Direktur Penilaian Perusahaan BEI, Hoesen mengatakan, ada dua calon emiten yang menyelenggarakan paparan mini, diantaranya PT Anabatic Technologies dan PT Gelombang Seismic Indonesia,”Minat perusahaan melakukan IPO masih cukup baik untuk menambah modal dalam rangka melakukan ekspansi ke depannya. Diharapkan proses IPO kedua perusahaan itu lancar,”ujarnya di Jakarta, kemarin.

Sebelumnya, Hoesen mengatakan bahwa dalam "pipeline" IPO BEI terdapat sebanyak delapan perusahaan yang telah mengajukan untuk melaksanakan IPO pada semester I tahun ini. Diantaranya,

Merdeka Copper Gold Tbk, PP Properti Tbk, Puradelta Lestari Tbk, Indonesia Media Televisi Tbk, Binakarya Jaya Abadi Tbk, Mega Manunggal Property Tbk, Garuda Metalindo Tbk, dan Vallianz Offshore Maritim Tbk.

Sementara itu, Presiden Direktur Panca Global Securities, Hendra H Kustarjo selaku penjamin emisi IPO PT Gelombang Seismic Indonesia menyampaikan bahwa perseroan akan melepas sekitar 30% sahamnya ke publik. Sebagian hasil dana yang didapat dari IPO akan digunakan untuk modal kerja perseroan ke depannya,”Perseroan menggunakan buku keuangan bulan Desember 2014 sebagai salah satu syarat IPO," katanya.

Kemudian Presiden Direktur PT Anabatic Technologies, Handojo Sutjipto mengaku bahwa pihaknya akan menyampaikan surat pendahuluan ke regulator dalam rangka pelaksanaan IPO dan menunjuk Bahana Securities selaku penjamin pelaksana emisi,”Kita perusahaan IT di Indonesia yang beroperasi sudah sekitar 12 tahun. Terkait IPO belum bisa dipublikasikan lebih rinci," tuturnya.

PT Gelombang Seismic Indonesia merupakan perusahaan yang bergerak di bidang survei seismik dan geofiskal. Sedangkan, PT Anabatic Technologies merupakan perusahaan yang bergerak di bidang informasi dan teknologi (IT). Rencananya, PT Anabatic Technologies dan PT Gelombang Seismic Indonesia berencana menggelar penawaran saham perdana (intial public offering/IPO) saham pada kuartal II-2015.

Masuknya dua emiten ini membuat jumlah perusahaan yang siap mencatatkan saham perdana di Bursa Efek Indonesia (BEI) bertambah menjadi 10 emiten hingga akhir semester I-2015. Sebelumnya, Direktur Utama Bursa Efek Indonesia Ito Warsito pernah bilang, pelaksanaan penawaran umum perdana saham BUMN menjadi salah satu hal yang dibicarakan dalam pertemuannya dengan Presiden Joko Widodo saat bersanding ke pasar modal pekan lalu, “BEI mengharapkan BUMN masuk Bursa, itu menjadi salah satu yang dibicarakan tadi," kata Ito Warsito.

Menurut Ito Warsito, BUMN akan menjadi lebih transparan jika sudah mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia. Saat ini, baru sebanyak 20 BUMN yang terdaftar sebagai emiten dari total perusahaan tercatat di Bursa sebanyak 507 emiten. Meski hanya 20 BUMN, namun nilai kapitalisasinya sebesar 25% dari total nilai keseluruhan. (bani)