Mimpi Untung Besar Tanpa Kerja

Oleh: Firdaus Baderi

Wartawan Harian Ekonomi NERACA

Di tengah kondisi ekonomi nasional yang melesu saat ini, sebagian masyarakat mulai mimpi memperoleh keuntungan besar melalui permainan bisnis uang (money game) yang lagi tenar sekarang yaitu Triple M, singkatan dari Mavrodi Mondial Moneybox, atau disebut dengan model “Manusia Membantu Manusia”.

Skema permainan uang berkedok komunitas ini adalah, mengajak masyarakat untuk menyetor sejumlah uang ke beberapa rekening atau istilah merekadikenal provide help/PH), dan di kemudian hari berharap ada sejumlah rekening juga yang menyetor uang kepada mereka butuh dana (get help/GH) dengan keuntungan 30%. Memang menggiurkan bagi masyarakat awam.

Para pelaku Triple M menggembar-gemborkan bahwa uang Anda bisa berlipat ganda tanpa harus bekerja keras. Tapi yang namanya money game, pasti lah ada ujung akhirnya yaitu buntung atau untung, ketika tidak ada lagi orang yang menyetor uang maka permainan selesai dan peserta yang terakhir mengirim uang tinggal gigit jari. Artinya, ada sebagian peserta permainan kehabisan uang di tengah kondisi negara memprihatinkan saat ini.

Menariknya lagi, komunitas keuangan ini berbasis jaringan dan sangat tergantung kepada anggota baru ini, belakangan gencar publikasi dan merayu calon peserta baru, untuk menutup anggota yang keluar seperti skema piramida. Strategi seperti itu sedang dilakukan oleh tim MMM Indonesia pada tahun ini.

Benarkah semua anggota merasa diuntungkan? Tidak juga. Bagi Anda yang penasaran, uangnya datang dari mana, ya dari anggota lain yang setor uang. Itulah mengapa harus selalu ada orang yang rela mengirim uang demi membantu anggota yang sudah lebih dulu setor uang, menurut petuah "Sang Nabi MMM" Sergey Mavrodi yang menciptakan sistem ini.

Melalui sistem unik ini, Sergey berupaya mencuci otak masyarakat kalangan bawah di negara berkembang, yang biasanya masih buta soal keuangan, dengan ideologi terselubung bahwa sistem ini bisa melawan sistem ekonomi modern.

Namun, Otoritas Jasa Keuangan (OJK)bersama Satgas Waspada Investasi sudah mengidentifikasi kegiatan menggerakan dana masyarakat yang lazim dikenal Triple M alias MMM atau kegiatan serupa yang merpotensi merugikan masyarakat.

OJK mengingatkan, kegiatan yang dilakukan menyerupaimoney gamedanponzi schemeitu sangat berisiko tinggi menyebabkan terjadinya kegagalan untuk mengembalikan dana masyarakat, karena tidak memiliki izin dari instansi yang berwenang, tidak ada kejelasan tentang bentuk badan hukum dan domisili hukum, dan tidak memiliki struktur organisasi dan penanggungjawab kegiatan. Untuk itu, masyarakat diminta berhati-hati menerima tawaran permainan uang seperti ini.

BERITA TERKAIT

Super Mahal untuk Melayani Mimpi

  Oleh: Gigin Praginanto, Antropolog Ekonomi-Politik Bank-bank yang menggelontorkan puluhan bahkan ratusan trilliun rupiah untuk proyek infrastruktur sekarang tentu sedang…

OJK Buka Celah Obligasi Tanpa Penawaran

NERACA Jakarta – Dalam rangka menunjang pertumbuhan industri pasar modal, inovasi dan kemudahaan berinvestasi di pasar modal terus digalakkan Otoritas…

Pasarnya Cukup Menjanjikan - Minat Pemda Terbitkan Obligasi Daerah Besar

NERACA Jakarta – Meskipun butuh proses panjang, minat pemerintah daerah untuk menerbitkan obligasi daerah atau municipal bond cukup besar. Apalagi,…

BERITA LAINNYA DI BISNIS INDONESIA

Dilema Pengupahan

  Oleh: Dr. Edy Purwo Saputro, MSi Dosen Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Solo Tema Rapimnas Kadin Indonesia (26-28 Nov 2018) di…

Sukuk Mikro di LKMS

Oleh: Agus Yuliawan Pemerhati Ekonomi Syariah Penerbitan sukuk atau surat berharga syariah diyakini mampu memberikan kemudahan untuk memperoleh dana murah…

Berharap Dana Riset dan Pengembangan Swasta

  Oleh: Nailul Huda Peneliti Indef, Centre of Innovation and Digital Economy Seminggu ini publik dihebohkan oleh salah satu cuitan…