Perolehan Kontrak Baru ADHI Rp 2,5 Triliun

NERACA

Jakarta - Perusahaan konstruksi milik pemerintah, PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI) membukukan perolehan kontrak baru sebesar Rp2,5 triliun hingga Maret 2015. Raihan kontrak tersebut dari target sebesar Rp15,2 triliun di akhir tahun ini. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin.

Corporate Secretary Adhi Karya, Ki Syahgolang Permata mengatakan, realisasi kontrak baru tersebut diraih melalui beberapa proyek yang mayoritas terbagi atas proyek-proyek dari lini bisnis kontruksi sebesar 89%. Disebutkan, proyek yang telah diraih seperti proyek jalan tol BPP-SMD paket I section 3 sebesar Rp288,8 miliar, proyek kawasan industri Bintoro Sayung sebesar Rp100 miliar, proyek pembangunan PTTU Banjarmasin Facility sebesar Rp86,8 miliar, dan sebanyak sembilan persen merupakan proyek-proyek dari lini bisnisnya.

Adapun untuk kategori sumber dana, lanjut Syahgolang, realisasi kontrak baru dominan terdiri dari swasta atau lainnya sebanyak 56 persen, APBN/APBD sebesar 28%, dan sisanya 16% dihasilkan dari BUMN. Sepanjang awal 2015, ADHI menargetkan perolehan kontrak baru sebesar Rp15,2 triliun, di mana lini bisnis jasa konstruksi ditargetkan meraih perolehan kontrak baru sebesar Rp12,5 triliun, lini bisnis EPC sebesar Rp460,1 miliar, pada lini bisnis Properti Realti sebesar Rp1,7 triliun, serta lini bisnis precast concrete Rp479,6 miliar.

Sedangkan dari jenis pekerjaan, proyek gedung diperkirakan sebanyak 39%, jalan dan jembatan sebesar 31% dan sisanya adalah proyek infrastruktur lainnya. Asal tahu saja, tahun ini Adhi Karya menargetkan kontrak baru sebesar Rp 15,2 triliun, di mana lini bisnis jasa konstruksi ditargetkan meraih perolehan kontrak baru sebesar Rp 12,5 triliun, lini bisnis EPC sebesar Rp 460,1 miliar, pada lini bisnis properti realti sebesar Rp 1,7 triliun, dan lini bisnis precast concrete Rp 479,6 miliar.

Sedangkan dari jenis pekerjaan, proyek gedung diperkirakan sebanyak 39%, jalan dan jembatan sebesar 31% dan sisanya adalah proyek infrastruktur lainnya. Total pendapatan usaha di tahun 2015 direncanakan sebesar Rp 13,2 triliun, dan laba bersih di tahun 2015 ditargetkan sebesar Rp 440,1 miliar, di mana dari total perolehan laba bersih yang direncanakan tersebut, anak perusahaan yang dominan memberikan kontribusi adalah PT Adhi Persada Properti dan PT Adhi Persada Realti sebesar 66,6% melalui pengembangan bisnis properti realti.

Capex Adhi Karya di tahun 2015 sebesar Rp 824,7 miliar, terdiri atas investasi pengembangan bisnis properti realti hotel sebesar Rp 566,1 miliar, penyertaan proyek investasi sebesar Rp 202,8 miliar dan pembelian aset tetap sebesar Rp 68,387 miliar. Sumber dana belanja modal tersebut berasal dari sisa dana hasil penerbitan obligasi yang lalu dan kredit perbankan serta kas internal perseroan. (bani)

BERITA TERKAIT

RS Hermina Bidik Dana IPO Rp 1,75 Triliun - Harga Rp3.7000 –Rp.500 Per Saham

NERACA Jakarta – Menjangkau pasar lebih luas lagi dengan terus membangun rumah sakit baru, induk perusahaan rumah sakit Hermina, PT…

Jasa Marga Raih Pinjaman Rp 7,7 Triliun - Danai Ruas Tol Semarang- Batang

NERACA Jakarta - PT Jasa Marga Tbk (JSMR) melalui anak usahanya, PT Jasamarga Semarang Batang menerima komitmen pembiayaan kredit sindikasi…

PP Properti Bakal Rilis Obligasi Rp 2 Triliun - Danai Akuisisi Lahan

NERACA Jakarta – Danai pengembangan ekspansi bisnis, termasuk beberapa proyek properti baru, PT PP Properti  Tbk (PPRO) akan menerbitkan obligasi…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Multi Bintang Bagikan Dividen Rp 1,32 Triliun

NERACA Jakarta - Masih tumbuh positifnya industri pariwisata memberikan dampak berarti terhadap penjualan PT Multi Bintang Indonesia Tbk (MLBI) sebagai…

Graha Layar Bakal Stock Split Saham

Guna memenuhi aturan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk ketentuan free float saham atau jumlah saham yang beredar di publik,…

MMLP Bidik Rights Issue Rp 447,79 Miliar

Dalam rangka perkuat modal, PT Mega Manunggal Property Tbk (MMLP), emiten pengelola pergudangan berencana untuk melaksanakan penambahan modal tanpa hak…