Respon Positif Data Ekonomi, IHSG Menguat

NERACA

Jakarta – Perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) akhir pekan ditutup melemah seiring aksi jual investor yang sudah terjadi sejak perdagangan sesi pertama,”Setelah sempat bergerak menguat pada awal sesi perdagangan tadi pagi, dalam perjalanannya IHSG BEI bergerak berbalik arah ke area negatif hingga sesi penutupan," kata Kepala Riset PT Universal Broker Indonesia, Satrio Utomo di Jakarta, kemarin.

Dia menuturkan, pelaku pasar asing yang masih berada dalam posisi lepas saham menambah sentimen negatif bagi IHSG BEI. Menurutnya, sebagian investor sedang menanti data-data ekonomi yang sedianya akan dirilis pada pekan depan yakni tingkat suku bunga acuan Bank Indonesia (BI rate) dan neraca perdagangan Indonesia.

Sementara analis Asjaya Indosurya Securities, William Surya Wijaya menambahkan bahwa secara umum IHSG masih berada dalam jalur tren penguatan, koreksi yang terjadi saat ini dapat dimanfaatkan sebagai peluang untuk melakukan akumulasi pembelian,”Kondisi IHSG masih berpotensi untuk kembali naik dan mencetak rekor baru lagi, apalagi perekonomian domestik masih cukup kondusif,”ungkapnya.

Berikutnya, indeks BEI Senin awal pekan diyakini akan balik arah ke zona hijau yang disuport data ekonomi dalam negeri yang dinilai positif. Mengakhiri perdagangan akhir pekan, indeks harga saham gabungan (IHSG) ditutup melemah 9,560 poin (0,17%) ke level 5.491,340. Sementara Indeks LQ45 ditutup berkurang 2,673 poin (0,28%) ke level 953,210.

Transaksi investor asing hingga sore akhir pekan tercatat melakukan penjualan bersih (foreign net sell) senilai Rp 74,914 miliar di seluruh pasar. Perdagangan berjalan cukup sepi dengan frekuensi transaksi sebanyak 200.980 kali dengan volume 5,834 miliar lembar saham senilai Rp 5,297 triliun. Sebanyak 112 saham naik, 163 turun, dan 107 saham stagnan.

Rata-rata bursa di Asia menutup perdagangan dengan positif kecuali pasar saham Jepang. Penyatuan Bursa Hong Kong dan China membuat perdagangan lebih semarak. Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya adalah Matahari (LPPF) naik Rp 250 ke Rp 18.950, Sierad (SIPD) naik Rp 180 ke Rp 910, SMART (SMAR) naik Rp 150 ke Rp 6.550, dan Maskapai Reasuransi (MREI) naik Rp 140 ke Rp 2.805.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Gudang Garam (GGRM) turun Rp 1.150 ke Rp 53.500, Mitra Keluarga (MIKA) turun Rp 775 ke Rp 25.000, Samudera Indonesia (SMDR) turun Rp 475 ke Rp 9.975, dan Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 425 ke Rp 15.825.

Perdagangan sesi pertama, IHSG ditutup terkoreksi tipis 3,476 poin (0,06%) ke level 5.497,424. Sementara Indeks LQ45 berkurang 0,745 poin (0,08%) ke level 955,129. Investor domestik masih lakukan aksi beli selektif di saham-saham unggulan. Lima sektor industri menguat, sedangakn lima sisanya melemah.

Perdagangan berjalan cukup sepi dengan frekuensi transaksi sebanyak 104.804 kali dengan volume 3,314 miliar lembar saham senilai Rp 2,465 triliun. Sebanyak 118 saham naik, 124 turun, dan 99 saham stagnan. Bursa-bursa regional juga bergerak fluktuatif sampai siang. Minimnya sentimen dari internasional membuat perdagangan berjalan kurang ramai. Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya adalah Bank of India (BSWD) naik Rp 800 ke Rp 5.700, Lippo Insurance (LPGI) naik Rp 175 ke Rp 5.175, Astra Agro (AALI) naik Rp 175 ke Rp 24.250, dan Unilever (UNVR) naik Rp 150 ke Rp 39.500.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Gudang Garam (GGRM) turun Rp 600 ke Rp 54.050, Samudera Indonesia (SMDR) turun Rp 350 ke Rp 10.100, Mitra Keluarga (MIKA) turun Rp 300 ke Rp 25.475, dan Indocement (INTP) turun Rp 275 ke Rp 22.825.

Diawal perdagangan, IHSG dibuka naik 3,34 poin atau 0,06% menjadi 5.504,24, sedangkan kelompok 45 saham unggulan atau LQ45 bergerak menguat 0,84 poin (0,09%) menjadi 956,73,”Penguatan mayoritas indeks bursa global menjadi salah satu katalis positif bagi IHSG BEI melanjutkan kenaikannya pada awal perdagangan saham di akhir pekan" kata Head of Research Valbury Asia Securities, Alfiansyah.

Kendati demikian, menurut dia, investor masih tetap bersikap hati-hati seiring dengan hasil rapat Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) memperlihatkan perbedaan pandangan tentang waktu kenaikan suku bunga AS (Fed fund rate),”Faktor-faktor itu diperkirakan membawa IHSG kembali bergerak bervariasi dengan potensi menguat terbatas," ujarnya.

Dia mengharapkan, sentimen Yunani dapat menambah katalis positif bagi indeks global termasuk indeks BEI, setelah pejabat bank sentral Yunani menyatakan pemerintahnya telah membayar pinjaman 450 juta euro kepada lembaga dana moneter internasional (IMF). Sementara itu, analis Asjaya Indosurya Securities, William Surya Wijaya mengatakan bahwa IHSG kembali membuka peluang untuk mencetak rekor baru, apalagi ekonomi Indonesia masih relatif positif,”Secara teknikal, target batas atas IHSG terdekat berada di level 5.537 poin," katanya.

Secara umum, lanjut dia, IHSG juga masih berada dalam jalur tren yang kuat. Jika terjadi koreksi, kondisi itu dinilai wajar dan dapat dimanfaatkan sebagai peluang untuk melakukan akumulasi pembelian. Tercatat bursa regional, di antaranya indeks Hang Seng dibuka menguat 197,88 poin (0,73%) ke 27.142,27, indeks Bursa Nikkei turun 21,18 poin (0,11%) ke 19.915,30, dan Straits Times menguat 7,20 poin (0,24%) ke posisi 3.468,50. (bani)

BERITA TERKAIT

Kebanjiran Proyek Infrastruktur - Cashflow Waskita Beton Akhir Tahun Positif

NERACA Jakarta – Jelang tutup tahun yang tinggal menghitung hari, PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) diproyeksikan mencatatkan cashflow operasional…

BI: Ekonomi Banten Tumbuh Sangat Baik Pada 2018

BI: Ekonomi Banten Tumbuh Sangat Baik Pada 2018 NERACA Serang - Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Banten Rahmat Hernowo…

Data Penyusutan Lahan Sawah Diragukan

      NERACA   Jakarta - Kalangan Pengamat Pertanian mengomentari peringatan Kementerian Agraria dan Tata Ruang/ Badan Pertanahan Nasional…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Perumnas Terbitkan MTN Rp 300 Miliar

Danai pengembangan bisnisnya, Perusahaan Umum Pembangunan Perumahan Nasional (Perumnas) akan menerbitkan surat utang jangka menengah atau medium term notes (MTN)…

BEI Suspensi Saham Perdana Bangun

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan suspensi atau penghentian sementara perdagangan saham PT Perdana Bangun Pusaka Tbk (KONI) setelah sebelumnya…

Indosat Lunasi Obligasi Rp 224,59 Miliar

Meskipun performance kinerja keuangan masih negatif, kondisi tersebut tidak membuat PT Indosat Tbk (ISAT) untuk nunggak bayar obligasi yang jatuh…