Target Pajak Bakal Jadi Bumerang - Dinilai Terlalu Tinggi

NERACA

Jakarta - Badan Anggaran Dewan Perwakilan Rakyat mengaku pesimis akan target penerimaan pajak tahun ini bakal tercapai lantaran targetnya terlalu tinggi dan dinilai akan menjadi bumerang yang akan memperburuk citra pemerintah apabila jika tak tercapai.

"Dahulu kami selalu bertanya target (pajak) ini akan tercapai atau tidak? Jawaban mereka (pemerintah) selalu sama, pasti tercapai," kata Ketua Badan Anggaran Dewan Perwakilan Rakyat,Ahmadi Noor Supit di Jakarta, Jumat (10/4) pekan lalu.Selain itu juga, Noor Supit juga mengungkapkan, tidak tercapainya target pajak ini juga akan mencoreng muka DPR lantaran menyetujui usulan pemerintah.

Meski pesimis, namun dirinya tetap menyetujui target pajak yang telah ditetapkan pemerintah tersebut. Pasalnya, DPR melihat Pemerintahan Jokowi dan Jusuf Kalla tetap berkeyakinan dengan target tersebut. "Karena pemimpinnya bilang harus begitu. Walaupun tidak realistis," tandasnya.

Sementara itu, menurut mantan Direktur Jenderal Pajak Kementerian Keuangan, Darmin Nasution, upaya paling realistis yang harus dilakukan Direktorat Jenderal Pajak saat ini adalah menjaga realisasi penerimaan pajak agar tidak meleset terlalu jauh dari target. Menurut dia, hal itu harus diupayakan karena target penerimaan pajak sebesar Rp1.244,7 triliun diperkirakan sulit tercapai.

"Harus ada jalan, agar target ini tercapai. Tapi, yang paling realistis buat kita adalah mengupayakan 'shortfall'nya jangan terlalu besar. Karena kalau terlalu besar dan tidak terkendali akan menyebabkan munculnya persoalan lain," ujarnya. Darmin mengatakan mengumpulkan pajak pada 2015 sulit dilakukan, karena ekonomi global sedang menurun sehingga menyebabkan harga komoditas tidak lagi kompetitif. Selain itu, waktu yang ada bagi otoritas pajak untuk melakukan pembenahan sangat sedikit.

"Sekarang ini membalikkan tendensi perpajakan yang tumbuh melambat menjadi meningkat tidak mudah, karena ada persoalan 'trust' dari pegawai dan ekonomi yang menurun, jadi pertumbuhan penerimaan pajak dipastikan melambat," ujar Dirjen Pajak periode 2006-2009 ini.Dia bahkan memperkirakan potensi "shortfall" pajak tahun ini bisa mencapai Rp180 triliun, meskipun Direktorat Jenderal Pajak melakukan berbagai upaya pembenahan dan perbaikan yang sangat ekstra, karena faktor tekanan global tersebut. [agus]

BERITA TERKAIT

Walikota Depok Berikan Award Wajib Pajak Teladan 2018

Walikota Depok Berikan Award Wajib Pajak Teladan 2018 NERACA Depok - ‎Walikota Depok Dr. KH. Mohammad Idris MA secara rutin…

MASALAH KEPATUHAN WP DIPERTANYAKAN - Kontribusi Pajak Orang Kaya Masih Minim

Jakarta-Pengamat perpajakan menilai, meski nilai harta orang terkaya di Indonesia terus meningkat dari tahun ke tahun berdasarkan data majalah Forbes…

Kontrak Anak Usaha Berkurang - Target Bisnis ICON Diproyeksi Terkoreksi

NERACA Jakarta – Proyeksi lesunya bisnis properti tahun depan, menjadi alasan bagi PT Island Concept Indonesia Tbk (ICON) untuk mematok…

BERITA LAINNYA DI BERITA EKONOMI

Cukai Rokok Tetap, Minuman Alkohol Naik

  NERACA   Jakarta - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) melakukan penyesuaian tarif cukai minuman yang mengandung etil alkohol (MMEA) dan konsentrat…

PNBP Sektor Tambang Lampaui Target

      NERACA   Jakarta - Asosiasi Pertambangan Indonesia (IMA) memuji kinerja sektor pertambangan yang berperan atas realisasi Penerimaan…

Penampungan Limbah di Atas Sesar Gempa Rentan Rusak

      NERACA   Medan - Keandalan instalasi penampungan limbah terhadap resiko bencana gempa menjadi salah satu persoalan yang…