Malaysia - Indonesia Siap Kerja Sama Konkret

NERACA

Jakarta - Wakil Perdana Menteri Malaysia Muhyiddin Mohd Yassin mengatakan pihak Malaysia siap melakukan kerja sama konkret dengan pemerintah Indonesia. Ia mengatakan pihaknya memiliki kapasitas, baik kapabilitas dan modal, untuk melakukan kerja sama.

"Kami membicarakan kerja sama dalam dua hal. Tapi, ini bukan kerja sama yang baru karena kita sudah kerja sama dengan Indonesia sejak lama di berbagai hal. Yang kita lakukan untuk menerjemahkan yang lebih konkret untuk kedua negara sebagai contoh proyek-proyek kelistrikan di Sumatera," ujarnya pada acaraDialog Bersama Yab Tan Sri Muhyiddin Yassin-Timbalan PM Malaysiadi Hotel Grand Hyatt, Jakarta, Kamis (9/4).

Menurut dia, kehadiran delegasinya ke Indonesia adalah bukti keseriusan pihak Malaysia untuk menjalin kerja sama. Tan Sri mengaku sudah tidak sabar untuk membicarakan hal-hal yang lebih spesifik, dan dia mengingatkan bahwa tidak ada artinya kalau kedua negara terus terlena dalampolitical gimmickhanya untuk kepentingan janji politik yang sempit.

"When?How much? Kita ke sini karena kita tertarik. Pelabuhan-pelabuhan baru di Palembang atau memperluas pelabuhan yang butuh dikembangkan. Kita ingin lihat rencana yang spesifik untuk pembangunan dan Malaysia bisa di mananya," ujarnya.

Terkait kerja sama di sektor perbankan,Tan Sri mengatakan pihaknya tidak menutup diri bagi perbankan Indonesia untuk membuka kantor cabang di Malaysia. Ia mengakui perbankan Malaysia pun banyak yang membuka kantor cabang di Indonesia tanpa ada kendala berarti. "Bank Mandiri dapat persetujuan penuh, bisa membuka sepenuhnya. Kita membuka luas untuk perbankan mana saja," tegasnya.

Sebelumnya, Tan Sri telah melakukan pertemuan denganWakil Presiden Jusuf Kallaguna membahas kerja sama proyek investasi Malaysia di Indonesia. Dalam pertemuandi Istana Wakil Presiden Jakarta, kemarin, kedua pimpinan negara tersebut sepakat untuk segera mewujudkan kerja samadi bidang perdagangan, investasi, kebudayaan dan pendidikan.

"Di sini kami lebih bertumpu pada bagaimana nak mengimplementasi dan menyempurnakan proyek kami, baik dalam bentuk pelabuhan ataupun investasi atau pun perdagangan," ujarnya. Menurut dia, para investor di Malaysia banyak yang berminat untuk menanamkan modal dan berbisnis di Indonesia. "Bagi kita di Malaysia memang amat berminat untuk datang ke sini, bergabung dalam bagai-bagai bidang. Kemudian sasaran Rp30 triliun yang telah diputuskan di awal memerlukan kerja sama lebih lanjut," kata dia. [fb]

BERITA TERKAIT

Puluhan UKM Siap Tampilkan Produk Unggulan di Festival Cisadane

Puluhan UKM Siap Tampilkan Produk Unggulan di Festival Cisadane  NERACA Tangerang - Puluhan usaha kecil menengah (UKM) siap menampilkan produk…

PLN Siap Topang Kebutuhan Listrik Industri

    NERACA   Jakarta - Listrik merupakan infrastruktur penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi, mendorong investasi, dan pemerataan industri, yang…

Disambut Positif Pelaku Pasar Dubai - Indonesia Rayakan Listing Dua Sukuk Hijau

NERACA Jakarta - Penerbitan Sukuk hijau pemerintah Indonesia senilai US$ 2 miliar di Nasdaq Dubai mendapatkan respon positif dari pelaku…

BERITA LAINNYA DI BERITA EKONOMI

Alasan Pentingnya Memindahkan Ibukota dari Jakarta

      NERACA   Jakarta - Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro menjelaskan alasan perlunya memindah ibu kota…

Defisit BPJS Kesehatan Akibat Pembiayaan Penyakit Karena Rokok

  NERACA   Jakarta - Sejumlah pakar kesehatan menilai defisit Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan sebesar Rp9,1 triliun karena…

Usung Teknologi Biopad, Modena Targetkan Penjualan 1.000 Unit

    NERACA   Jakarta – PT Modena Indonesia baru saja meluncurkan produk dispenser terbarunya yaitu Modena DD 7181L. Dispenser…