Terkendala Teknologi, BPR Gandeng Bank Umum - Program Laku Pandai

NERACA

Jakarta - Bank Umum maupun Bank Perkreditan Rakyat sama-sama menyatakan siap menerapkan layanan transaksi keuangan tanpa kantor (Laku Pandai) atau branchless banking. Ketua Umum DPP Persatuan Bank Perkreditan Rakyat Indonesia, Joko Suyanto, penerapan Laku Pandai ini dilakukan untuk menghadapi pelaksanaan Masyarakat Ekonomi ASEAN. Di mana, kata Joko, pada era tersebut sektor ekonomi harus siap menghadapi modernisasi.

Menurut dia, modernisasi yang akan dilakukan BPR untuk mendukung penerapan Laku Pandai mulai dari sistem pengelolaan, penguatan lembaga, hingga pelayanan ke masyarakat berbasiskan teknologi.

"Penerapan Laku Pandai memang berbasis teknologi karena pelayanannya dilakukan secara digital. Dalam hal ini BPR harus bekerjasama dengan pihak lain, yaitu bank umum," kata Joko di Semarang, Jawa Tengah, Kamis (9/4).

Joko mengungkapkan, untuk sistem pembayaran atau transaksi elektronik tersebut nasabah BPR dapat bertransaksi menggunakan anjungan tunai mandiri (ATM) atau 'electronic money'. Sementara itu, mengenai penerapan Laku Pandai, Perbarindo akan menjadi fasilitator bagi BPR kaitannya dengan proses melengkapi izin dari regulator, yaitu Otoritas Jasa Keuangan dan Bank Indonesia.

"Kami berharap, dengan penerapan Laku Pandai ini masyarakat akan semakin mudah untuk melakukan transaksi keuangan, khususnya melalui BPR tanpa harus datang ke kantor cabang,” jelas Joko.

Saat ini jumlah BPR se-Indonesia cukup banyak, dan diharapkan masing-masing dapat menjadi mitra terpercaya para nasabah khususnya yang berada di kawasan terdekat. Berdasarkan data Perbarindo, hingga saat ini jumlah BPR secara nasional mencapai 1.663 terdiri atas BPR skala besar, menengah, dan kecil.

Mei beroperasi

Dari sisi bank umum, pada kesempatan terpisah, Direktur Utama PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, Achmad Baiquni, menargetkan program Laku Pandai ini beroperasi pada awal Mei 2015. "Laku Pandai ini memang sedang kami kembangkan. Targetnya akhir bulan April atau awal Mei 2015," katanya di Jakarta.

Dia mengatakan, pihaknya akan berdiskusi lebih lanjut terkait pelaksanaan Laku Pandai yang direncanakan akan dilakukan di Kupang, Nusa Tenggara Timur. Lebih lanjut Baiquni mengatakan, pihaknya sedang mempersiapkan infrastruktur pendukung pelaksanaan program itu beserta agen-agennya.

"Sekarang dalam proses penyiapan informasi dan teknologinya. Kemudian, kami juga sedang mempersiapkan untuk agen-agen bank ini pada umumnya merupakan nasabah-nasabah kami sendiri," ujar dia.

Dalam mendukung pelaksanaan program itu, pihaknya akan menggunakan mesin Electronic Data Capture (EDC) yang digunakan untuk transaksi kartu yang secara online terhubung dengan sistem jaringan bank.

"Yang akan kami gunakan itu adalah EDC. Jadi, tidak perlu menggunakan telepon seluler. Seandainya ada nasabah yang ingin melakukan transaksi perbankan, langsung datang ke agen kami mereka bisa melakukan transaksi tersebut," katanya.

Melalui transaksi dengan menggunakan alat EDC itu, nasabah akan memperoleh kwitansi transaksi yang dicetak langsung dari mesin itu yang dapat digunakan sebagai tanda bukti. [ardi]

BERITA TERKAIT

Bank Panin Tambah Porsi Saham Jadi 42,54% - Rights Issue Panin Dubai Syariah

NERACA Jakarta - Jelang rencana penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu (PMHMETD) alias rights issue, PT Bank Panin…

BEI Bilang Delisting Butuh Proses Panjang - Sikapi Kasus Bank of India

NERACA Jakarta- PT Bank of India Indonesia Tbk (BSWD) tengah meminta PT Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk menghapus sahamnya (delisting)…

LABA BERSIH BANK BJB TUMBUH

Komisaris Utama Bank BJB Klemi Subiyantoro (ketiga kiri) berbincang dengan Direktur Utama Ahmad Irfan (kedua kiri), Direktur Komersial merangkap Direktur…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

Taspen Raih Laba Bersih Rp721 miliar

      NERACA   Jakarta - PT Taspen (Persero) sepanjang tahun 2017 mencatat laba bersih sebesar Rp721,73 miliar, tumbuh…

Naik 15,5%, BTN Cetak Laba Rp3,02 triliun

      NERACA   Jakarta - Kinerja PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk menunjukan hasil positif sepanjang 2017 dengan…

Penghambat Inklusi Keuangan di Indonesia Menurut Presiden

      NERACA   Jakarta - Presiden Joko Widodo menyebutkan ada dua penghambat perluasan inklusi keuangan di Indonesia, yakni…