BRI Targetkan Dana Kelolaan Layanan Trust Tumbuh 20%

NERACA

Jakarta - Kinerja PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk di bisnis layanan trust terus meningkat. Hingga akhir 2014, BRI mencatat dana kelolaan layanan trust mencapai Rp16,9 triliun atau tumbuh sebesar 171% dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang sebesar Rp9,9 triliun. Sementara volume transaksi mencapai Rp600 miliar per bulan atau equivalen dengan US$48 juta per bulan.

Menurut Corporate Secretary BRI, Budi Satria, nilai kelolaan tersebut berasal dari sekitar 21 nasabah, di mana mayoritas nasabah jasa trust BRI berasal dari sektor minyak dan gas, energi dan penunjangnya, serta sisanya berasal dari sektor industri kimia, bisnis media dan infrastruktur.

Angka dana kelolaan itu juga jauh melampaui target BRI pada 2014 yang dipatok sebesar Rp13,25 triliun. Melihat potensi pasarnya yang begitu besar, Budi menilai bisnis layanan trust BRI bakal terus meningkat di masa depan. “Akhir tahun 2015 kami harapkan bisa tumbuh 20%,” kata Budi di Jakarta, Kamis (9/4).

Terkait dana kelolaan layanan trust, selain membidik pendapatan atas jasa (fee base income), BRI juga berharap untung dari cross selling berbagai produk BRI. “Namun dana yang masuk tidak bisa menambah likuiditasuntuk pembiayaan, karena dana dari nasabah dipisahkan dari aset bank,” imbuhnya.

Budi juga mengungkapkan, dalam rangka memberikan layanan jasa trust terbaik bagi nasabah, selain didukung oleh unit kerja khusus dan sumber daya manusia yang mumpuni di bidang bisnis trust, BRI juga menyediakan dukungan jaringan kerja sama bisnis yang optimal dalam mendukung transaksi layanan jasa trust nasabah BRI.

“Bank BRI telah memiliki jaringan kerja sama dengan 1.300 bank koresponden di seluruh dunia,” tambah Budi.

Di samping itu, layanan jasa trust BRI juga didukung dengan fasilitas e-channel untuk lebih memberikan kepastian dan kecepatan penyelesaian transaksi nasabah. Fitur e-channel tersebut antara lain adalah cash management system BRI dengan fitur inquiry saldo, fitur e-tax untuk pembayaran pajak online nasabah dan aplikasi BRI RTE Online System (BROS) yang berbasis web untuk pelaporan transaksi ekspor nasabah host to host dengan Bank Indonesia.

“Jumlah unit kerja real-time online BRI yang hingga saat ini mencapai 10.396 outlet di seluruh Indonesia,memberikan kemudahan bertransaksi bagi nasabah jasa trust hingga ke pelosok negeri. Sehingga turut menambah keunggulan komparatif layanan jasa trust BRI,” tutur Budi. [ardi]

BERITA TERKAIT

Bukaka Targetkan Kontrak Rp 7,92 Triliun

NERACA Jakarta – Geliat pembangunan infrastruktur memacu PT Bukaka Teknik Utama Tbk (BUKK) untuk mengejar pertumbuhan bisnis lebih agresif lagi.…

Ekonomi Jabar Triwulan I-2018 Tumbuh 6,02 Persen

Ekonomi Jabar Triwulan I-2018 Tumbuh 6,02 Persen  NERACA Bandung - Perekonomian Jawa Barat (Jabar) pada triwulan I-Tahun 2018 tumbuh 6,02…

BLTZ Targetkan Pendapatan Tumbuh 25% - Perbanyak Layar Bioskop

NERACA Jakarta – Sukses mencatatkan kinerja keuangan yang cukup positif di tahun 2017 kemarin, PT Graha Layar Prima Tbk (BLTZ)…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

Penyaluran KUR Hingga April Capai 38%

      NERACA   Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution memastikan realisasi penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR)…

Rupiah Bakal Tembus Rp15.000 Per Dolar?

      NERACA   Jakarta – Nilai tukar rupiah terhadap dolar cenderung fluktuatif. Namun posisi rupiah masih rawan lantaran…

BI Naikkan Suku Bunga Acuan 25 Bps

      NERACA   Jakarta - Bank Indonesia menaikkan suku bunga acuan "7-Day Reverse Repo Rate" sebesar 25 basis…