PNM Tambah Kantor Layanan

Tasikmalaya, Jawa Barat

Jumat, 10/04/2015

NERACA

Tasikmalaya - Usaha mikro dan kecil semakin menggeliat di Jawa Barat, khususnya Tasikmalaya. Hal ini ditopang berkembangnya prospek bisnis industri mikro dan kecil yang kian menjanjikan seiring besarnya sumber daya alam di Bumi Priangan tersebut. Untuk menjawab tingginya kebutuhan pembiayaan sektor UMK dan untuk semakin mendekatkan diri dengan nasabah UMK, PT Permodalan Nasional Madani (Persero) sebagai lembaga keuangan nonbank milik pemerintah meresmikan pembukaan kantor cabang UlaMM PNM di Tasikmalaya guna melayani pelaku UMK di wilayah Tasikmalaya dan 3 kabupaten lainnya.

Selain melaksanakan peresmian kantor cabang, ditampilkan pula produk-produk nasabah binaan UlaMM PNM, dalam kesempatan juga akan diresmikan Program klasterisasi pengrajin Industri UMK batu bata merah Garut dan pengrajin bordir Karangnuggal di wilayah Tasikmalaya. "PNM memiliki perhatian khusus ke wilayah Jawa Barat. Ini dikarenakan terkait tingginya aktivitas ekonomi terutama di sektor UMKM,” kata Direktur Keuangan dan Operasi PNM, Kemas Hasani, di Tasikmalaya, Jawa Barat, Kamis (9/4).

Hal ini, lanjut Kemas, menunjukkan sebuah prospek pertumbuhan yang tinggi dan potensi pengembangan sektor usaha mikro yang masih sangat besar. Pasalnya, dalam lima tahun ke depan, PNM berencana akan membuka sekitar 1.200 kantor unit untuk melayani pelaku UMK binaan UlaMM PNM di seluruh Indonesia.

Hingga saat ini, PNM cabang Tasikmalaya didukung oleh 4 kantor klaster koordinator, yaitu Klaster Ciamis, Klaster Ciawi, Klaster Garut, dan Klaster Paseh (Sumedang) serta 19 kantor Unit Layanan Modal Mikro (ULaMM). Langkah ekspansi di Tasikmalaya ini merupakan bagian dari rencana PNM yang akan menambah kantor layanan baru hingga 2017 mendatang.

Rencana ini guna untuk memperkuat penetrasi jaringan layanan PNM di seluruh Indonesia sehingga PNM akan mempunyai jaringan kantor layanan hingga 1.200 di tahun yang sama.Khusus Kantor PNM Cabang Tasikmalaya ini sendiri, telah menyalurkan pembiayaan kepada UMK sebesar Rp446 miliar kepada 8.056 UMK nasabah ULaMM PNM.

Executive Vice President I PNM, Arief Mulyadi mengatakan, saat ini PNM memiliki jaringan sebanyak 715 kantor pelayanan yang melayani para pelaku UMK di 2.931 kecamatan di 27 provinsi di Indonesia. Khusus untuk Wilayah Jawa Barat PT Permodalan Nasional Madani (Persero), pemberdayaan UMK dikelola oleh 3 cabang besar, yaitu di Bandung, Cirebon, dan saat ini di Tasikmalaya dengan total penyaluran pembiayaan total sebesar Rp2,1 triliun yang telah disalurkan kepada 36.423 UMK nasabah ULaMM PNM Jawa Barat.

Selain memberikan jasa pembiayaan, kata Arief, PNM juga melakukan jasa pelatihan usaha atau capacity building kepada para pelaku UMK melalui program Pengembangan Kapasitas Usaha (PKU). Program Pengembangan Kapasitas Usaha (PKU) sepanjang 2014 (Januari-Desember) telah berhasil melaksanakan total pelatihan bagi UMK sebanyak 331 kali Pelatihan yang melibatkan 15.381 pelaku Usaha Mikro dan Kecil nasabah ULaMM PNM.

Program PKU yang menjadi aktifitas pendamping dari bisnis pembiayaan ULaMM PNM inipun, telah dapat membentuk 15 Klaster Sektoral (Industri) UMK sebagai rumah contoh pembinaan dan pendampingan bagi Klaster Produk Unggulan Lokal (OVOP).[mohar]