Dua Indikator Realisasikan Penyerapan Anggaran

Jumat, 10/04/2015

NERACA

Jakarta - Direktur Penelitain Core Indonesia, Mohammad Faisal, menyebutkan ada dua indikator yang harusnya dilakukan dan menjadi perhatian pemerintah dalam merealisasikan penyerapan anggaran belanja pemerintah, yakni fleksibilitas pembangunan dan menjaga indikasi penyimpangan anggaran.

"Ada dua sisi yang harus kita seimbangankan, yakni menjaga yang sifatnya terkait penyimpangan anggran dan juga fleksibilitas. Karena ini perlu untuk pembangunan," katanya di Jakarta, Kamis (9/4). Kedua hal tersebut memang terlihat berbenturan. Pasalnya dengan menjaring indikasi penyimpangan anggaran, maka fleksibilitas pembangunan akan sulit terlaksana.

Namun, Faisal menegaskan, kedua hal tersebut dapat dilakukan dengan meningkatkan sistem pengawasan realisasi anggaran di setiap proyek pemerintah. "Nah agar keduanya seimbang musti dijalankan dengan sisterm pengawasan anggaran yang musti diperketat," tegasnya.

Kendati demikian, program-program pembangunan pemerintah tahun ini agaknya akan menyerap anggaran belanja lebih besar dari sebelumnya. Selain itu meningkatnya investasi yang masuk juga akan meningkatkan pertumbuhan sektor rill. "Isu penyerapan anggaran yang sesuai pertumbuhan, menyebabkan spending pemerintah 3-4 persen lebih baik dari tahun lalu," tandasnya. [agus]