LPDP Sebar 2.217 Penerima Beasiswa

di Seluruh Benua

Sabtu, 11/04/2015

NERACA

Indonesia masih menghadapi masalah pembangunan yang belum merata di setiap wilayah. Salah satu sebabnya, sebaran SDM berpendidikan tinggi belum merata. Untuk memeratakan pembangunan, diperlukan upaya khusus untuk meningkatkan kualitas SDM di daerah terdepan, terluar, dan tertinggal.

Berangkat dari hal tersebut, Lembaga Pengelolaan Dana Pendidikan (LPDP) Kementerian Keuangan berupaya mencetak sumber daya manusia berkualitas yang siap menjadi katalisator perluasan dan percepatan pembangunan ekonomi.

Perhatian khusus itu diimplementasikan melalui pemberian beasiswa kepada putra – putri Indonesia untuk menempuh pendidikan magister (S2) dan doktor (S3) ke luar negeri.

Tahun ini LPDP menyebar 2.217 penerima beasiswa ke seluruh benua di dunia untuk menempuh pendidikan S2 dan S3. Di antara para penerima beasiswa ada 100 orang yang menempuh pendidikan S2 atau S3 di beberapa daerah di Amerika Utara dan empat orang belajar di berbagai wilayah di Afrika.

Lalu ada 204 penerima beasiswa yang belajar di berbagai daerah di Australia dan 940 penerima beasiswa yang belajar di berbagai wilayah di Asia. Selain itu ada 879 orang yang menempuh pendidikan di Eropa.

Direktur Utama LPDP Eko Prasetyo berharap semua penerima beasiswa dapat menyelesaikan studi dengan prestasi terbaik sehingga dapat berkontribusi secara maksimal untuk kemajuan bangsa.

"Mereka akan kembali membangun bangsa," ujar dia tentang mereka yang telah lolos dalam proses seleksi penerimaan beasiswa sejak 2014 itu.

Dalam penetapan penerima beasiswa, selain menilai prestasi calon LPDP memprioritaskan para calon yang memilih bidang-bidang ilmu dan tema prioritas.

Bidang ilmu yang dimaksud adalah teknik, sains, pertanian, kedokteran/kesehatan, akuntansi/keuangan, hukum, pendidikan, agama, ekonomi, sosial dan budaya/bahasa.

Sementara tema pendidikan yang diprioritaskan bagi penerima beasiswa pendidikan magister dan doktor adalah kemaritiman, perikanan, ketahanan energi, ketahanan pangan, teknologi transportasi, teknologi pertahanan dan keamanan, serta teknologi informasi dan komunikasi.

Tema prioritas lainnya adalah teknologi kedokteran dan kesehatan, hukum bisnis internasional, keperawatan, industri kreatif, manajemen pendidikan, lingkungan hidup, dan ekonomi/keuangan syariah.