Tunjangan Naik, Pegawai Pajak Harus Tingkatkan Integritas

NERACA

Jakarta -Wakil Ketua Komisi XI DPR, Jon Erizal, berharap pemberian tunjangan kinerja kepada pegawai di lingkungan Direktorat Jenderal Pajak meningkatkan integritas sehingga institusi itu dapat mengoptimalkan fungsinya dalam penerimaan negara."Komisi XI mendukung karena kita lihat mereka ini adalah baris depan untuk penerimaan negara," katanya di Jakarta, kemarin.

Dia menyebutkan dalam fungsinya menangani penerimaaan negara, pegawai Ditjen Pajak rawan sekali terhadap hal-hal yang tidak diinginkan sehingga mereka harus punya integritas yang kuat dan kemampuan ekonomi yang cukup melalui pemberian remunerasi.Besaran tunjangan itu mulai Rp8,46 juta untuk tingkat pelaksana hingga Rp117,38 juta untuk Direktur Jenderal Pajak per bulan.

Tunjangan kinerja itu, lanjut Jon, merupakan upaya memotivasi pegawai di lingkungan Ditjen Pajak untuk berjuang memaksimalkan penerimaan pajak negara."Di akhir Desember nanti kita melihat bersama tercapai tidak target penerimaan pajak dengan dukungan yang besar ini dan dukungan dari DPR juga," tuturnya.

Dia mengatakan setiap pegawai di lingkungan institusi itu akan mendapatkan tunjangan berdasarkan prestasi yang dicapai dalam mendorong terealisasinya target penerimaan pajak."Mereka kan mendapat remunerasi juga berdasarkan prestasi, yang penting kita men-'support' (mendukung) dulu," katanya.

Jon Rizal juga menyebutkan sejak awal pihaknya menginginkan setiap pegawai di lingkungan Ditjen Pajak fokus menangani permasalahan penerimaan pajak termasuk pembayaran pajak secara benar dan menjangkau seluruh warga membayar pajak.

"Jangan sampai baris depan penerimaan negara ini gampang terganggu, gampang goyang batinnya, mereka gampang terkontaminasi. Harapan kita mereka betul-betul terfokus dan mempunyai kemauan yang tinggi untuk kerja keras mencapi target penerimaan pajak ini," katanya.

Presiden Joko Widodo telah menandatangani Peraturan Presiden Nomor 37 Tahun 2015 tentang Tunjangan Kinerja di Lingkungan Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak dengan besaran mencapai Rp117,375 juta untuk eselon I.Menurut Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi Kementerian Keuangan Euis Fatimah, tunjangan diperkirakan akan cair pada minggu ketiga bulan April 2015. "Pencairan dilakukan untuk rapel selisih tunjangan kinerja Januari-April 2015 terlebih dahulu," katanya beberapa waktu lalu. Pencairan menunggu proses kelengkapan administrasi antara lain revisi DIPA dan pembaruan sistem aplikasi tunjangan kinerja. [ardi]

BERITA TERKAIT

Tingkatkan Kualitas SDM, Inovasi Goyang Gayo Pemkab Gianyar menuju TOP 45 Sinovik 2019

Tingkatkan Kualitas SDM, Inovasi Goyang Gayo Pemkab Gianyar menuju TOP 45 Sinovik 2019 NERACA Gianyar, Bali - Mewujudkan sumber daya…

Penerimaan Pajak, Investasi, dan CAD Jadi Momok Ekonomi

Oleh: Djony Edward Mahkamah Konstitusi (MK) sudah memutuskan menolak pengajuan sengketa hasil Pilpres 2019. Dengan demikian Presiden Jokowi dan Wakil…

Industri Manufaktur Harus Jadi Prioritas Investasi

NERACA Jakarta – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menilai industri manufaktur perlu menjadi prioritas investasi dalam rangka mengurangi ketergantungan…

BERITA LAINNYA DI BERITA EKONOMI

Sentry Safe Hadirkan Brankas dengan Proteksi terhadap Kebakaran dan Banjir

  NERACA Jakarta – Brankas biasanya digunakan untuk menyimpan dokumen-dokumen penting ataupun barang-barang berharga. Oleh karena itu Sentry Safe mengeluarkan…

SKK Migas Inginkan Penyebaran Informasi Kontribusi Hulu Migas Di Daerah

NERACA Balikpapan - Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) bersama Kontraktor Kontrak Kerjasama…

Sky Energy Luncurkan Produk Teringan di Dunia - Pembangkit Tenaga Surya

      NERACA   Jakarta - Kebutuhan akan listrik semakin meningkat seiring berkembangnya teknologi. Pada 2019, kebutuhan listrik dunia…