Sekolah Di Bulgaria Buka Kelas Bahasa Indonesia

NERACA

Seiring kemajuan yang dicapai oleh bangsa Indonesia di era global saat ini, peran Indonesia dalam pergaulan antar bangsa telah menempatkan bahasa Indonesia sebagai salah satu bahasa yang dipandang penting di dunia.

Perlu kita akui, bahasa Indonesia memang semakin diminati warga dunia. Buktinya akhir-akhir ini warga asing sangat antusias mengikuti program belajar Bahasa Indonesia di puluhan negara di dunia. Negara Bulgaria misalnya.

Setelah Universitas Sofia, salah satu universitas di negara tersebut mempunyai Kelas Bahasa Indonesia dengan siswa yang semakin meningkat dari tahun ke tahun, kini Sekolah Vela Blageova juga membuka kelas bahasa dan budaya Indonesia yang merupakan pelajaran ekstrakurikuler murid kelas 5 hingga kelas 7 di kota Veliko Tornovo, sekitar tiga jam dari kota Sofia, Bulgaria.

Dubes Indonesia untuk Bulgaria, Bunyan Saptomo, meresmikan Pojok Indonesia (Indonesian Corner) di Sekolah Vela Blageova itu. Laiknya seremoni, peresmian diawali pengguntingan pita oleh Saptomo.

Saptomo mengatakan bahwa Kelas Bahasa dan Budaya Indonesia dan Pojok Indonesia di Sekolah Vela Blageova adalah yang pertama di Bulgaria untuk tingkat pendidikan dasar dan menengah.

Dia berharap Kelas Bahasa dan Budaya Indonesia serta Pojok Indonesia itu dapat terus berkembang sebagaimana Kelas yang sama di Universitas Sofia, yang saat ini telah memiliki sekitar 33 mahasiswa.

Sementara itu, Kepala Sekolah Vela Blageova, Angel Yanchev dalam sambutannya menyampaikan terima kasih kepada Saptomo atas perwujudan Pojok Indonesia itu, salah satu tindak lanjut dari kesepakatan antara Kedutaan Besar Indonesia di Sofia dengan Sekolah Vela Blageova, pada November tahun lalu.

Yanchev menjelaskan bahwa keberadaan Kelas Indonesia di sekolah itu mendapatkan sambutan cukup baik tidak hanya dari murid-murid, tetapi juga dari para orangtua murid dan para guru.

Bagi murid-murid danguru sekolah itu yang telah menyelesaikan 40 jam pelajaran bahasa Indonesia dan budaya Indonesia, diberikan sertifikat. Sebaliknya, kedua staf setempat Kedutaan Besar Indonesia untuk Sofia,Maulana Mualim dan Arif Choirul, mendapat sertifikat dari Yanchev.

Sebagai simbolisasi pemahaman budaya Indonesia, murid-murid sekolah itu menarikan tari tradisional Indonesia. Lubo, salah satu murid kelas Indonesia menyatakan sangat senang bergabung pada kelas bahasa, karena tidak saja belajar tentang bahasa tetapi juga hal lainnya seperti binatang-binatang khas Indonesia. Bukan itu saja, murid-murid mewarnai wayang dan membuat wayang dari karton, bermain congklak, tari poco-poco, serta memperkenalkan flora dan fauna Indonesia.

BERITA TERKAIT

Alfamart Mengajar di Sekolah - 39 Siswa SMKN 2 Kota Sukabumi Langsung Bekerja Setelah Lulus

Alfamart Mengajar di Sekolah 39 Siswa SMKN 2 Kota Sukabumi Langsung Bekerja Setelah Lulus NERACA Sukabumi - Sebanyak 39 siswa…

Alfamart Mengajar di Sekolah - 39 Siswa SMKN 2 Kota Sukabumi Langsung Bekerja Setelah Lulus

Alfamart Mengajar di Sekolah 39 Siswa SMKN 2 Kota Sukabumi Langsung Bekerja Setelah Lulus NERACA Sukabumi - Sebanyak 39 siswa…

CISFED: Demokrasi Aksesoris Ancaman Bagi Indonesia

CISFED: Demokrasi Aksesoris Ancaman Bagi Indonesia NERACA Jakarta - Secara umum praktik demokrasi yang berjalan saat ini sekadar demokrasi aksesoris…

BERITA LAINNYA DI PENDIDIKAN

Kebohongan dalam Dunia Pendidikan

      Skandal kebohongan Dwi Hartanto mengejutkan Indonesia. Namun perilaku menyimpang itu bukan tidak lazim di dunia sains. Tapi…

Penguatan Karakter Tak Melulu Soal Akademis

      Usai ujian akhir semester, Martin seorang guru mata pelajaran sibuk menyiapkan nilai para siswanya. Selain nilai akademis,…

2020, Tak Ada Lagi Mata Pelajaran Matematika Di Negara Ini

      Matematika menjadi salah satu mata pelajaran yang menakutkan bagi siswa di Indonesia. Tinta merah acap kali tersemat…