Semen Indonesia Perkokoh Pasar Kawasan Timur

Bangun Pabrik di Jayapura

Kamis, 09/04/2015

NERACA

Jakarta –Perkuat pangsa pasar hingga kawasan Indonesia Timur, PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) terus agresif dengan rencana pembangunan pabrik di Jayapura, Papua. Saat ini rencana pembangunan pabrik tersebut tengah masuk feasibility study (uji kelayakan) terkait pembangunan pabrik. Dimana pembangunan pabrik baru tersebut merupakan kerja sama dengan pemerintah Kabupaten Jayapura, Papua yang disepakati pada 2 April 2015,”Masih persiapan dan melakukan feasibility. Target paling adalah pengadaan lahan, lahan masih harus disiapkan. Karena pengalaman kita kalau lahan bisa cepat, kita bisa kerja sama dengan pihak sana,”kata Direktur SMGR, Suparni, di Jakarta, kemarin.

Menurut dia, kebutuhan pendanaan dan mesin bisa dihitung, di mana produksi satu juta ton setahun disesuaikan dengan dengan kebutuhan di sekitar daerah tersebut,”Kalau satu juta ton antara Rp1,5 triliun-Rp2 triliun, dana nanti kita lihat, karena proyek kita juga banyak, ya normalnya dari internal dan pinjaman," ujarnya.

Nantinya, pabrik baru Semen Indonesia di Jayapura akan memiliki kapasitas produksi satu juta ton per tahun. Disebutkan, pembangunan pabrik semen terintegrasi di Kabupaten Jayapura, Papua menelan investasi US$ 150 juta atau setara Rp1,95 triliun (Rp13.000/USD).

Corporate Secretary Semen Indonesia, Agung Wiharto pernah bilang, pembangunan pabrik ini selaras dengan fokus pemerintah untuk percepatan kegiatan pembangunan infrastruktur di Indonesia bagian timur. Rencananya, pembangunan pabrik semen di Jayapura direncanakan akan dimulai pada 2016. Sementara masa pengerjaan diperkirakan selama tiga tahun dan ditargetkan beroperasi pada awal 2019.

Dia berharap, pabrik baru ini dapat memenuhi permintaan kebutuhan semen di Provinsi Papua yang pada tahun lalu mencapai sekitar 800 ribu ton. Hal ini sekaligus dapat memasok permintaan semen di daerah sekitarnya, seperti Maluku serta peluang ekspor ke Papua New Guinea.

Menurut Agung, hasil studi awal yang dilakukan mengindikasikan kondisi geografis Kabupaten Jayapura sesuai dengan rencana perluasan bisnis perseroan, baik dari segi lokasi, ketersediaan bahan baku, potensi efisiensi dalam biaya transportasi dan distribusi, serta rencana pengembangan ke depan.

Tahun ini, perseroan menargetkan penjualan hanya 6%-9%, jauh lebih lambat ketimbang periode 2014 yang mampu tumbuh 20%. Sementara produksi ditargetkan lebih tinggi ketimbang rata-rata industri yang mencapai 5%-7%. Namun, untuk penjualan, perseroan justru membidik target yang lebih rendah ketimbang realisasi tahun lalu.

Sebagai informasi, laba Semen Indonesia yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk tahun buku 2014 meningkat sekitar 3,64% menjadi Rp5,565 triliun dari 2013 sebesar Rp5,370 triliun. Disebutkan, kenaikan laba seiring dengan pendapatan perseroan pada 2014 yang meningkat sebesar 10,14% menjadi Rp26,987 triliun dibandingkan pencapaian tahun 2013 sebesar Rp24,501 triliun. Pendapatan perseroan terdiri dari dalam negeri sebesar Rp25,610 triliun, dan luar negeri Rp1,376 triliun. (bani)