Semen Indonesia Perkokoh Pasar Kawasan Timur - Bangun Pabrik di Jayapura

NERACA

Jakarta –Perkuat pangsa pasar hingga kawasan Indonesia Timur, PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) terus agresif dengan rencana pembangunan pabrik di Jayapura, Papua. Saat ini rencana pembangunan pabrik tersebut tengah masuk feasibility study (uji kelayakan) terkait pembangunan pabrik. Dimana pembangunan pabrik baru tersebut merupakan kerja sama dengan pemerintah Kabupaten Jayapura, Papua yang disepakati pada 2 April 2015,”Masih persiapan dan melakukan feasibility. Target paling adalah pengadaan lahan, lahan masih harus disiapkan. Karena pengalaman kita kalau lahan bisa cepat, kita bisa kerja sama dengan pihak sana,”kata Direktur SMGR, Suparni, di Jakarta, kemarin.

Menurut dia, kebutuhan pendanaan dan mesin bisa dihitung, di mana produksi satu juta ton setahun disesuaikan dengan dengan kebutuhan di sekitar daerah tersebut,”Kalau satu juta ton antara Rp1,5 triliun-Rp2 triliun, dana nanti kita lihat, karena proyek kita juga banyak, ya normalnya dari internal dan pinjaman," ujarnya.

Nantinya, pabrik baru Semen Indonesia di Jayapura akan memiliki kapasitas produksi satu juta ton per tahun. Disebutkan, pembangunan pabrik semen terintegrasi di Kabupaten Jayapura, Papua menelan investasi US$ 150 juta atau setara Rp1,95 triliun (Rp13.000/USD).

Corporate Secretary Semen Indonesia, Agung Wiharto pernah bilang, pembangunan pabrik ini selaras dengan fokus pemerintah untuk percepatan kegiatan pembangunan infrastruktur di Indonesia bagian timur. Rencananya, pembangunan pabrik semen di Jayapura direncanakan akan dimulai pada 2016. Sementara masa pengerjaan diperkirakan selama tiga tahun dan ditargetkan beroperasi pada awal 2019.

Dia berharap, pabrik baru ini dapat memenuhi permintaan kebutuhan semen di Provinsi Papua yang pada tahun lalu mencapai sekitar 800 ribu ton. Hal ini sekaligus dapat memasok permintaan semen di daerah sekitarnya, seperti Maluku serta peluang ekspor ke Papua New Guinea.

Menurut Agung, hasil studi awal yang dilakukan mengindikasikan kondisi geografis Kabupaten Jayapura sesuai dengan rencana perluasan bisnis perseroan, baik dari segi lokasi, ketersediaan bahan baku, potensi efisiensi dalam biaya transportasi dan distribusi, serta rencana pengembangan ke depan.

Tahun ini, perseroan menargetkan penjualan hanya 6%-9%, jauh lebih lambat ketimbang periode 2014 yang mampu tumbuh 20%. Sementara produksi ditargetkan lebih tinggi ketimbang rata-rata industri yang mencapai 5%-7%. Namun, untuk penjualan, perseroan justru membidik target yang lebih rendah ketimbang realisasi tahun lalu.

Sebagai informasi, laba Semen Indonesia yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk tahun buku 2014 meningkat sekitar 3,64% menjadi Rp5,565 triliun dari 2013 sebesar Rp5,370 triliun. Disebutkan, kenaikan laba seiring dengan pendapatan perseroan pada 2014 yang meningkat sebesar 10,14% menjadi Rp26,987 triliun dibandingkan pencapaian tahun 2013 sebesar Rp24,501 triliun. Pendapatan perseroan terdiri dari dalam negeri sebesar Rp25,610 triliun, dan luar negeri Rp1,376 triliun. (bani)

BERITA TERKAIT

Dongkrak Penjualan Ekspor - Merck Perluas Penetrasi Pasar di Asia Tenggara

NERACA Jakarta – Genjot pertumbuhan penjualan ekspor, PT Merck Tbk (MERK) terus perluas penetrasi pasar. Teranyar, emiten farmasi ini berencana…

20 Persen Ponsel di Indonesia Dibeli dari Black Market

20 Persen Ponsel di Indonesia Dibeli dari Black Market NERACA Jakarta - Sekitar 20 persen dari ponsel pintar yang beredar…

DPRD Sukabumi Usulkan Bangun Gedung Khusus Pemberangkatan Calon Jemaah Haji

DPRD Sukabumi Usulkan Bangun Gedung Khusus Pemberangkatan Calon Jemaah Haji NERACA Sukabumi - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Sukabumi…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Sesuaikan Hasil Kajian RBB - Bank BTN Optimis Bisnis Tetap Tumbuh

Tahun 2019, menjadi tahun yang penuh tantangan karena pertumbuhan ekonomi dunia dan  domestik diperkirakan melambat akibat berkepanjangannya perang dagang antara…

Berikan Pendampingan Analis Investasi - CSA Research Gandeng Kerjasama Modalsaham

NERACA Jakarta – Genjot pertumbuhan investor pasar modal, khususnya generasi milenial dan juga mendukung inovasi sektor keuangan digital, Certified Security…

Sentimen BI Rate Jadi Katalis Positif Sektor Properti

NERACA Jakarta – Keputusan Bank Indonesia (BI) memangkas suku bunga acuan 7 Days Reverse Repo Rate  sebesar 0,25% menjadi 5,75% mendapatkan…