Laju IHSG Masih Lanjutkan Penguatan

Kamis, 09/04/2015

NERACA

Jakarta – Sempat menyentuh rekor di level 5.523, berikutnya indeks harga saham gabungan (IHSG) kembali balik arah ke zona merah akibat aksi ambil untung investor yang sudah terjadi sejak awal perdagangan. Mengakhiri perdagangan Rabu sore, IHSG di Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup terkoreksi 36,706 poin (0,66%) ke level 5.486,584. Sementara Indeks LQ45 ditutup terkoreksi 8,537 poin (0,89%) ke level 953,490.

Kata analis Asjaya Indosurya Securities, William Surya Wijaya, pasca mencetak rekor baru, IHSG akan cenderung bergerak ke dalam area konsolidasi melemah, namun kondisi itu masih wajar,”Dalam kondisi itu, pelaku pasar mengambil posisi ambil untung,”ujarnya di Jakarta (8/4).

Kendati demikian, menurut dia, di tengah kondisi IHSG BEI yang berada dalam area konsolidasi, dapat dimanfaatkan sebagai peluang dalam melakukan akumulasi pembelian, mengingat kondisi perekonomian Indonesia masih cukup stabil,”Kondisi ekonomi yang relatif positif akan mendorong dana asing masuk atau 'capital inflow' ke pasar modal kita sehingga peluang IHSG BEI kembali menguat cukup terbuka. Secara umum IHSG masih dalam kondisi uptrend dan masih akan terus mencetak rekor rekor baru,”paparnya.

Sementara analis HD Capital, Yuganur Wijanarko menambahkan, koreksi IHSG BEI hanya merupakan aksi ambil untung sesaat, sehingga pelaku pasar masih direkomendasikan untuk melakukan akumulasi beli saham. Berikutnya, pada perdagangan Kamis di perkirakan bergerak menguat dan saham-saham yang layak di koleksi diantaranya, Alam Sutera Realty (ASRI), Bumi Serpong Damai (BSDE), Telekomunikasi Indonesia (TLKM), dan Astra International (ASII).

Transaksi investor asing sore tercatat melakukan pembelian bersih (foreign net buy) senilai Rp 258,124 miliar di seluruh pasar. Perdagangan berjalan moderat dengan frekuensi transaksi sebanyak 236.629 kali dengan volume 5,492 miliar lembar saham senilai Rp 6,511 triliun. Sebanyak 116 saham naik, 166 turun, dan 95 saham stagnan.

Bursa-bursa di Asia hampir seluruhnya ditutup positif sore, hanya pasar saham Singapura yang melemah. Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya adalah Gudang Garam (GGRM) naik Rp 1.900 ke Rp 53.900, Mitra Keluarga (MIKA) naik Rp 375 ke Rp 25.100, Citra Tubindo (CTRA) naik Rp 350 ke Rp 6.150, dan Lippo Insurance (LPGI) turun Rp 250 ke Rp 4.750. Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Unilever (UNVR) turun Rp 1.100 ke Rp 38.700, Multi Prima (LPIN) turun Rp 575 ke Rp 5.225, United Tractor (UNRT) turun Rp 400 ke Rp 22.500, dan Plaza Indonesia (PLIN) turun Rp 395 ke Rp 2.505.

Perdagangan sesi pertama, IHSG ditutup melemah 25,440 poin (0,46%) ke level 5.497,850. Sementara Indeks LQ45 melemah 6,059 poin (0,63%) ke level 955,968. Hanya dua sektor industri yang masih positif, yaitu Indeks agrikultur dan konstruksi. Saham-saham yang kemarin naik tinggi kini kena koreksi.

Perdagangan berjalan moderat dengan frekuensi transaksi sebanyak 132.715 kali dengan volume 3,331 miliar lembar saham senilai Rp 3,249 triliun. Sebanyak 117 saham naik, 142 turun, dan 88 saham stagnan. Bursa-bursa regional bergerak kompak menguat di teritori positif meski diberi sentimen negatif dari Wall Street. Bursa saham Hong Kong melesat paling tinggi.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya adalah Gudang Garam (GGRM) naik Rp 900 ke Rp 52.900, Mitra Keluarga (MIKA) naik Rp 350 ke Rp 25.075, Astra Agro (AALI) naik Rp 200 ke Rp 24.200, dan SMART (SMAR) naik Rp 150 ke Rp 6.600. Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Bukit Asam (PTBA) turun Rp 325 ke Rp 10.750, HM Sampoerna (HMSP) turun Rp 300 ke Rp 74.500, Solusi Tunas (SUPR) turun Rp 300 ke Rp 8.400, dan BCA (BBCA) turun Rp 250 ke Rp 15.050.

Diawal perdagangan, IHSG dibuka turun sebesar 9,31 poin atau 0,17% menjadi 5.513,98. Sedangkan kelompok 45 saham unggulan (indeks LQ45) melemah 2,36 poin (0,25%) ke tingkat 959,66. Kepala Riset NH Korindo Securities Indonesia, Reza Priyambada mengatakan, setelah menembus rekor tertinggi pada Selasa (7/4) kemarin, indeks BEI bergerak melemah menyusul sebagian pelaku pasar saham yang melakukan aksi ambil untung,”Namun pelemahan masih cenderung terbatas seiring dengan masih adanya aksi beli oleh sebagian pelaku pasar," katanya.

Menurut dia, jika kondisi pasar saham regional mayoritas kembali bergerak positif maka berpotensi dapat menopang IHSG BEI. Pada perdagangan Rabu, IHSG bakal bergerak di kisaran 5.478-5.530 poin.

Head of Research Valbury Asia Securities, Alfiansyah menambahkan bahwa IHSG masih berpotensi untuk melanjutkan kenaikannya, perhatian investor akan tertuju pada hasil rapat kebijakan moneter bank sentral Jepang (BoJ),”Seandainya otoritas moneter Jepang memutuskan suatu kebijakan stimulus baru, hal itu akan mendorong naik pergerakan bursa regional dan dapat berimbas positif pada IHSG,”paparnya.

Selain itu, lanjut dia, sentimen positif juga datang dari kawasan Eropa dimana aktifitas ekonomi di kawasan itu menunjukan tanda perbaikan terimbas sentimen positif dari program pembelian obligasi oleh bank sentral Eropa (ECB). Tercatat bursa regional, di antaranya indeks Hang Seng dibuka menguat 478,53 poin (1,89%) ke 25.754,17, indeks Bursa Nikkei naik 70,09 poin (0,36%) ke 19.710,63, dan Straits Times melemah 3,74 poin (0,09%) ke posisi 3.463. (bani)