Garuda Rampungkan Transaksi Curreny Swap

Kamis, 09/04/2015

NERACA

Jakarta - PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) melakukan transaksi cross currency swap (transaksi swap) dengan PT Bank Mega Tbk (MEGA) sebesar Rp300 miliar. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, Rabu (8/4).

Kata Pelaksana Harian Direktur Keuangan & Manajemen Risiko Garuda Indonesia, Heriyanto A.P, aksi korporasi ini disampaikan telah memenuhi semua persyaratan yang dibutuhkan dan pelaporannya telah disampaikan kepada BEI pada 15 Januari 2015. Sementara untuk transaksi swap dengan Bank Mega telah sesuai berdasarkan peraturan IX.E.1 transaksi tersebut merupakan transaksi afiliasi.

Sebelumnya, perseroan telah melakukan transaksi cross currency swap yang sama sebesar Rp1 triliun pada Januari 2015 dengan BNI. Asal tahu saja, currency swap adalah suatu transaksi atau kontrak untuk membeli atau menjual valuta asing lawan valuta lainnya pada tanggal valuta tertentu. Sekaligus dengan perjanjian untuk menjual atau membeli kembali pada tanggal valuta berbeda di masa yang akan datang, dengan harga yang ditentukan pada tanggal kontrak.

Sebagai informasi, tahun ini Garuda Indonesia membidik pendapatan sekitar US$ 4,40 miliar atau naik 12% dibanding realisasi tahun lalu US$ 3,93 miliar. Proyeksi yang terbilang tinggi tersebut akan dikejar dengan strategi ekspansi dan efisiensi perseroan.

Terakhir kali Garuda Indonesia berhasil mencapai pertumbuhan 12% adalah pada 2012. Ketika itu, kinerja perseroan ditopang oleh melonjaknya laba bersih sekitar 73,19%. Namun, pertumbuhan pendapatan perseroan melambat di tahun-tahun berikutnya. Pada 2013, pertumbuhan pendapatan perseroan naik 7%, dan di tahun 2014 hanya naik 4,62%.

Direktur Utama Garuda Indonesia, Arif Prabowo pernah bilang, melambatnya kinerja tersebut dipicu oleh melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS), tingginya harga bahan bakar, serta investasi yang cukup besar dalam menambah armada.

Dia menjelaskan, target pendapatan 2015 akan ditopang oleh ekspansi 18 armada baru. Perseroan akan mendatangkan lima pesawat wide body yang terdiri atas tiga pesawat seri 777, dan dua airbus. Sedangkan sisa 13 pesawat narrow body akan terdiri atas seri 738 dan ATR,”Kami juga akan memperkuat frekuensi penerbangan rute luar negeri, terutama Tiongkok, Timur Tengah dan Eropa pada tahun ini,” jelas dia.

Arif menambahkan, pencapaian perseroan selama kuartal I-2015 lumayan positif. Meski belum dapat menyebutkan nilai, setidaknya perseroan berhasil membukukan laba bersih senilai US$ 1,2 juta pada Februari 2015. Per Februari 2015, total cost Garuda pun tercatat turun 12%. Dari total penurunan itu, sejumlah cost yang meningkat yakni layanan penumpang naik 15%, general administrasi naik 14%, depresiasi naik 6%, dan perawatan naik 3%.

Sedangkan biaya yang turun yakni rental cost 28%, serta biaya avtur turun 31%. Lebih lanjut, Arif menjelaskan, perseroan juga akan memperkuat kinerja anak usahanya di segmen low cost carrier yaitu PT Citilink Indonesia. Garuda akan secara bertahap menambah permodalan Citilink. (bani)