Menkominfo Blokir 19 Situs Islami

Diduga Berpotensi Menyebarkan Paham Radikalisme

Sabtu, 11/04/2015

Dari 19 situs yang diblokir Kementerian Komunikasi dan Informatika, 17 diantaranya masih dapat diakses. Selasa malam, hanya dua situs yang tidak dapat diakses yakni kafilahmujahid.com dan muqawomah.com. Pemblokiran ini merupakan tindak lanjut permintaan penutupan situs dari Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Nomor:149/K.BNPT/3/2015 tentang situs/website radikal.

Berikut daftar 19 situs yang diblokir berdasarkan surat Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika, Kementerian Komunikasi, yang ditujukan kepada penyelenggara jasa Internet (Internet Service Provider/ISP). Beberapa situs tersebut ialah arrahmah.com, voa-islam.com, ghur4ba.blogspot.com, panjimas.com, thoriquna.com, dakwatuna.com, kafilahmujahid.com, an-najah.net, muslimdaily.net dan hidayatullah.com.

Tidak hanya situs tersebut saja, beberapa situs berikut ini pun ikut diblokir yaitu salam-online.com, aqlislamiccenter.com, kiblat.net, dakwahmedia.com, muqawomah.com, lasdipo.com, gemaislam.com, eramuslim.com dan daulahislam.com. Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara menegaskan pemblokiran terhadap 19 situs yang dinilai mengandung unsur radikalisme karena adanya pengaduan dari masyarakat dan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme.

Menkominfo RI Rudiantara membenarkan pihaknya telah memblokir sebanyak 19 situs yang diduga berpotensi menyebarkan paham radikalisme dan puluhan situs lain yang dikhawatirkan menebarkan faham dan gerakan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) di kehidupan linimasa masyarakat Indonesia. Akibat kebijakan pemblokiran situs tersebut, banyak masyarakat yang terlibat pro dan kontra atas kebijakan tersebut.