Pola Tontonan Masyarakat Mulai Bergeser - Munculnya Layanan TV Streaming

NERACA

Jakarta - Budi Yuwono, Vice President of Strategic and Innovation Mivo mengungkapkan, televisi menjadi platform media terbesar namun lambat laun terjadi pergeseran yang mempengaruhi cara masyarakat menikmati tontonan televisi. Meski sebagian masyarakat masih menggunakan televisi konvensional, kini terjadi perubahan pola menonton masyarakat, yakni mengakses acara televisi melalui perangkat berbasis internet.

Hal ini sudah mulai terlihat sejak 2010 hingga sekarang, di mana orang sudah cenderung menyukai menonton semaunya yang diartikan dengan kapan pun (anytime) dan di mana pun (anywhere).

Alhasil mengakibatkan pola perubahan menonton mulai mengarah kepada layanan televisi digital yang memungkinkan kebutuhan tersebut terpenuhi. "Dengan adanya perubahan budaya, mau tidak mau membuat sebuah ikatan antara televisi dengan masyarakat. Namun yang menantang adalah bagaimana cara membuat ikatan tersebut," ungkap Budi, di Jakarta, Selasa (7/4).

Salah satunya dengan Mivo yang sejak 2009 menyajikan live streaming channel pertama di Indonesia. Yaitu dengan memberikan kemudahan untuk melakukan streaming online melalui akses internet.

Hal ini memungkinkan masyarakat menonton televisi melalui berbagai platform seperti desktop, tablet, smartphone dan smart tv di mana pun dan kapan pun, tanpa dikenakan biaya. Bersama layanan ini, masyarakat dapat menikmati lebih dari 40 saluran televisi pada perangkat masing-masing.

Khusus Indonesia, lanjut Budi, merupakan pengakses nomor satu dengan 12 juta atau 27% dari seluruh kunjungan sebanyak 45 juta per bulan dari lebih 100 negara. Aplikasinya pun dapat diunduh di Google play dan app-store. Dan secara statistik Mivo diunduh lebih dari 2,99 juta pengguna android.

Di tempat yang sama, Santoso selaku Ketua Asosiasi TV Jaringan Seluruh Indonesia membenarkan bahwa televisi mulai melakukan migrasi secara teknologi dari analog ke digital. Kendati demikian, dia menegaskan televisi analog maupun digital harus tetap diperhatikan.

"Justru kalau analog tidak diperkuat maka transisi ke digital akan terpengaruh. Yang menjadi tantangan adalah bagaimana mengawali digital melalui analog ini. Intinya, kans analog masih besar, meski teknologi digital terus berlari,” katanya.

Sejauh ini, tersedia lebih dari 40 saluran TV yang dapat dinikmati di Mivo, dengan berpartner tidak hanya dengan TV nasional swasta Indonesia. Tapi juga dengan TV United Arab Emirates, Iran, Jerman dan India. [ardi]

BERITA TERKAIT

Wakil Presiden ke-6 RI - Kesadaran Tentang Pancasila Mulai Meningkat

Try Sutrisno  Wakil Presiden ke-6 RI Kesadaran Tentang Pancasila Mulai Meningkat Jakarta - Wakil Presiden ke-6 RI Try Sutrisno menilai…

MNC Hadirkan Jasa Keuangan Terlengkap di Medan - Mudahkan Layanan Investor

NERACA Medan--Besarnya potensi ekonomi dan investasi, membuat MNC Group berekspansi dengan menghadirkan tujuh sektor jasa keuangan terintegrasi di Medan, Sumatra…

Bukalapak Berikan Layanan Ongkir Gratis

Sebagai perusahaan e-commerce, Bukalapak senantiasa berkomitmen memberikan pengalaman berbelanja online yang menarik untuk para penggunanya dan kali ini Bukalapak bekerja…

BERITA LAINNYA DI BERITA EKONOMI

Shinta Bubu : 6 Juta UMKM akan Go Digital di 2020

NERACA Jakarta - Pertumbuhan E-Commerce di Indonesia menunjukkan peningkatan yang signifikan dari tahun ke tahun bahkan berpotensi menjadi ekonomi digital…

Menhub Sangkal Jual Aset Infrastruktur Negara

    NERACA   Jakarta - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menyangkal bahwa kerja sama infrastruktur transportasi dengan pihak swasta…

Kemenkeu Dapat Pinjaman Rp15,2 triliun - Kerjasama dengan JICA

      NERACA   Jakarta - Kementerian Keuangan dan Japan International Cooperation Agency (JICA) menandatangani dua naskah perjanjiian pinjaman…