Listrik Berdaya 1.300 dan 2.200 VA Tak Naik - Hingga Akhir 2015

NERACA

Jakarta - Manajemen PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) secara resmi akan menunda penerapan tariff adjustment atau penyesuain tarif tenaga listrik bagi pelanggan rumah tangga berdaya 1.300 volt ampere (VA) dan 2.200 VA hingga Desember 2015 mendatang.

Penundaan penerapan tariff adjustment bagi pelanggan rumah tangga 1.300 dan 2.200 VA ini dengan pertimbangan bahwa pelanggan golongan tersebut sudah mengalami kenaikan tarif dasar listrik (TDL) secara bertahap sejak Juli 2014 hingga November 2014.

Selain itu, penundaan tersebut juga untuk meringankan beban ekonomi pelanggan di kedua golongan tersebut yang berjumlah 8,8 juta pelanggan. “Tidak ada rencana kenaikan tarif listrik untuk pelanggan rumah tangga daya 1.300 dan 2.200 VA,” kata Direktur Utama PT Perusahaan Listrik Negara (Persero), Sofyan Basir, di Jakarta, Selasa (7/4).

Dia mengatakan, tarif pemakaian listrik untuk pelanggan rumah tangga daya 1.300 dan 2.200 VA adalah tetap, yakni Rp1.352 per kilo Watt hour (kWh). “Jika ada informasi lebih lanjut akan disampaikan kemudian,” tambahnya.

Selain itu, lanjut Sofyan, tarif bagi pelanggan rumah tangga kecil berdaya 450 dan 900 VA, bisnis dan industri kecil serta pelanggan sosial juga tidak mengalami kenaikan. Total jumlah pelanggan yang tidak mengalami kenaikan tarif sekitar 97% dari sekitar 58 juta pelanggan PLN.

Namun begitu, Sofyan berujar bahwa konsekuensi dari penundaan tersebut adalah berkurangnya pendapatan PLN dari penjualan tenaga listrik. “Hal itu akan ditutup dengan melakukan efisiensi diantaranya mengganti pembangkit listrik berbahan bakar minyak dengan pembangkit berbahan bakar gas dan batu bara,” terang Sofyan.

Sedangkan untuk industri besar dan bisnis sedang yang sudah mampu tarifnya mengikuti ketentuan tariff adjustment yang dihitung setiap bulan berdasarkan nilai tukar mata uang dolar Amerika Serikat terhadap mata uang rupiah (kurs), harga minyak dengan acuan atau Indonesian Crude Price (ICP) serta pengaruh inflasi. “Kami terus berusaha menurunkan biaya produksi listrik untuk tarif listrik yang lebih baik, khususnya bagi keperluan produktif seperti industri dan bisnis,” tandas Sofyan. [ardi]

BERITA TERKAIT

KAI Tawarkan Kupon Bunga Hingga 8% - Terbitkan Obligasi Rp 2 Triliun

NERACA Jakarta – Danai pengembangan ekspansi bisnisnya dan termasuk peremajaan armada, PT Kereta Api Indonesia (Persero) berencana menerbitkan obligasi I…

Puluhan Ribu Usaha Mikro Naik Kelas

Puluhan Ribu Usaha Mikro Naik Kelas NERACA Jakarta - Deputi Bidang Pengembangan SDM Kementrian Koperasi dan UKM Prakoso BS mengungkapkan,…

Tarif Cukai Rokok Naik 10% di 2018

      NERACA   Jakarta - Pemerintah secara resmi akan menaikkan tarif cukai rokok rata-rata sebesar 10,04 persen mulai…

BERITA LAINNYA DI BERITA EKONOMI

Tarif Cukai Rokok Naik 10% di 2018

      NERACA   Jakarta - Pemerintah secara resmi akan menaikkan tarif cukai rokok rata-rata sebesar 10,04 persen mulai…

Menyampaikan Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika Lewat Kesenian

    NERACA   Jakarta – Kepala Unit Kerja Presiden Pembinaan Ideologi Pancasila (UKP-PIP) Yudi Latief menyampaikan bahwa pendiri bangsa…

Grand Eschol Residences & Aston Karawaci Hotel Kembali Dibangun - Sempat Tertunda

    NERACA   Jakarta - PT Mahakarya Agung Putera, pengembang Grand Eschol Residence & Aston Karawaci City Hotel, menegaskan…