Saratoga Perkuat Bisnis Consumer Goods - Rencanakan Akuisisi Senilai US$ 100 Juta

NERACA

Jakarta – Masih menjanjikan bisnis consumer goods seiring positifnya daya beli masyarakat, menjadi alasan kuat perusahaan investasi PT Saratoga Investama Sedaya Tbk (SRTG) untuk terus berekspansi lebih agresif lagi disektor tersebut. Teranyar, perseroan tengah mengincar 8 – 10 perusahaan di bidang consumer goods. Sesuai rencana, perseroan mengalokasikan dana sebanyak US$ 100 juta atau sekitar Rp 1,3 triliun.

Presiden Direktur Saratoga, Sandiaga Uno mengatakan, kegiatan usaha perusahaan-perusahaan tersebut cukup beragam, antara lain makanan dan minuman (food and beverage/F&B), jasa keuangan, consumer products, dan gaya hidup. Investasi di sektor konsumer dibutuhkan untuk menyeimbangkan struktur portofolio perseroan,”Selama ini portofolio kami didominasi sektor infrastruktur yaitu lebih dari 50 persen, sementara sisanya berasal dari sumber daya alam (SDA) dan konsumer. Di masa depan, kami ingin seimbang yaitu masing-masing sekitar 30 persen,” kata Sandiaga di Jakarta, Selasa (7/4).

Menurut dia, investasi di sektor lain juga terus dijalankan. Namun, tidak seagresif di sektor konsumer. Secara total, perseroan menyiapkan US$ 150 juta atau hampir Rp 2 triliun untuk investasi di seluruh sektor.

Berdasarkan catatan Investor Daily, Saratoga telah merambah bisnis konsumer ritel sejak tahun lalu. Perseroan mengakuisisi sebanyak 5,83% saham PT Gilang Agung Persada (GAP), pengelola berbagai merek aparel kelas menengah atas. Nilai akuisisi mencapai US$ 5,16 juta atau sekitar Rp 60 miliar.

Gilang Persada mengelola bisnis busana, gaya hidup, dan luxurious brand di Indonesia. Perusahaan memiliki sejumlah brand seperti Guess, Celine Givenchy, La Senza, Gao, Banana Republic, Raoul, VNC, Nautica, Swarovski, dan Victorinox Swiss Army.

Di sektor infrastruktur, lanjut Sandiaga, pihaknya juga tengah melirik peluang di bidang layanan internet atau broadband. Selama ini, Saratoga telah berinvestasi di bidang infrastruktur telekomunikasi melalui PT Tower Bersama Tbk (TBIG), perusahaan penyedia jasa menara,”Bisnis broadband merupakan bagian dari infrastruktur telekomunikasi yang sangat menarik, karena bisa berguna untuk mendorong e-commerce, e-health, dan e-education. Hal ini bisa meningkatkan daya saing Indonesia,” ujar Sandiaga. (bani)

BERITA TERKAIT

Barito Targetkan Akuisisi Star Energy di 2018 - Siapkan Dana US$ 800 Juta

NERACA Jakarta – Di kuartal pertama tahun 2018, PT Barito Pacific Tbk (BRPT) menargetkan akuisisi Star Energy Group bisa rampung.…

Strategi TRAM Merambah Bisnis Tambang - Lewat Serangkaian Akuisisi

NERACA Jakarta - Perusahaan jasa pelayaran dan penyelenggaraan angkutan laut PT Trada Maritime Tbk (TRAM) mengubah bisnis utamanya ke sektor…

Bank Mandiri Gandeng Rintis dan Citilink - Perkuat Digital Banking

    NERACA   Jakarta - PT Bank Mandiri (Persero) Tbk melakukan kerja sama dengan operator layanan switching PT Rintis…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Sidang Dugaan Monopoli Aqua - Saksi Ahli : Praktik Monopoli Mutlak Dilarang

Dari sidang lanjutan atas dugaan praktik monopoli dan persaingan usaha tidak sehat yang dilakukan PT Tirta Investama dan PT Balina …

Terbitkan Obligasi Rp 2 Triliun - KAI Tawarkan Kupon Bunga Hingga 8%

NERACA Jakarta – Danai pengembangan ekspansi bisnisnya dan termasuk peremajaan armada, PT Kereta Api Indonesia (Persero) berencana menerbitkan obligasi I…

Laba Bersih Hartadinata Tumbuh 28,4%

NERACA Jakarta – Sepanjang kuartal tiga 2017, PT Hartadinata Abadi Tbk mencatatkan laba bersih sebesar Rp 95 miliar atau naik…