Green Branding Jadi Nilai Jual Ayoma Apartemen

Tidak Hanya Bicara Bisnis Semata

Rabu, 08/04/2015

NERACA

Jakarta – Konsep green property masih menjadi daya tarik perusahaan properti untuk meningkatkan nilai jual. Namun yang pasti, green property tidak hanya menjadi alat jual bisnis tetapi sudah menjadi kebutuhan masyarakat saat ini ditengah isu pemanasan global dan terbatasnya ruang terbuka hijau. Maka tak heran, saat ini banyak pengembang ramai-ramai menawarkan konsep green property dalam setiap proyeknya.

Green property dimaksud tentunya tidak hanya sekedar memberi nuansa hijau, tetapi melakukan hemat energi dalam penggunaan listrik, daur ulang sampah dan air kotor. Hal ini penting diperhatikan, karena konsep green property adalah investasi jangka panjang untuk bisnis berkelanjutan (sustainable business) yang memberikan keuntungan tidak hanya bagi perusahaan, tetapi juga penghuninya dan alam sekitarnya.

Menjawab kebutuhan tersebut, PP Properti anak usaha dari PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk tengah giat-giatnya mengkampanyekan strategi green marketing dan green branding. Dimana melalui konsep tersebut, orientasi kuat pada lingkungan hidup akan menjadi persepsi positif di benak konsumen dan bisa terwujud sebagai emotional benefit baik pada produk itu sendiri maupun perusahaannya. Langkah kongkritnya, tergambar dari proyek The Ayoma Apartemen di Serpong yang berani menyisakan 40% luas lahan untuk ruang terbuka hijau (RTH).

Giyoko Surachmat, Direktur Pengembangan Bisnis PT PP Properti menuturkan, keberanian perseroan menyediakan 40% lahan untuk RTH, Pertama, peduli kepentingan konservasi ini dipersembahkan tidak hanya untuk penghuni, tapi juga masyarakat. “Bisa saja kami membangun lebih dari dua tower untuk hunian di The Ayoma Apartment jika semata-mata bertujuan business oriented, tapi itu tidak kami lakukan demi masa depan lingkungan,” tegas Giyoko. Untuk itu, The Ayoma Apartment hanya dibangun dua tower.

Proyek Santun

Alasan kedua, ini sesuai prinsip bisnis PP Properti yang dijuluki sebagai “Pengembang Santun”. Artinya, di mana pun PP Properti mengembangkan dan membangun proyeknya senantiasa menjunjung tinggi soal lahan hijau. Prinsip inilah yang akan diusung di proyek The Ayoma Apartment yang berlokasi di kawasan sekitar RM Pecel Madiun, Serpong itu. Kebijakan senada juga diterapkan untuk berbagai proyek properti di Bogor, Surabaya, Bandung, Pekanbaru dan Semarang.

Pertimbangan ketiga,”Dengan tagline ‘Beyond Space’, PP Properti tidak cuma menciptakan konsep arsitektur dan desain ruang bagi sebuah hunian, tapi lebih dari itu,” ungkap Nurjaman, Project Manager The Ayoma Apartment PT PP Properti.

Menurutnya, nilai tambah yang ditawarkan PP Properti melalui The Ayoma Apartment adalah berusaha menjadi tempat yang nyaman, menyelaraskan kehidupan dengan alam sekitarnya dan membuat penghuninya menjadi sehat lahir dan batin.

Dia menambahkan, mengembangkan apartemen itu tidak selamanya identik dengan meratakan lahan yang sudah ada, apalagi menggusur. Namun, pengembangan apartemen itu bisa juga dengan menghargai kearifan lokal terutama kepada keluarga Ibu Lies sebagai pemilik lahan yang diajak kerjasama yang telah merintis rindangnya area ini semua. Perusahaan berkomitmen untuk tetap mempertahankan area Pecel Madiun sebagai bentuk usaha kuliner asli Indonesia,”Bayangkan dari luasan 1 hektar, kami tetap mempertahankan kearifan lokal berupa keteduhan taman di area Pecel Madiun seluas 4.000 m2 dan mengajak pebisnis kuliner-kuliner asli Indonesia lainnya untuk bergabung menjadi bagian dari Th Ayoma Apartment nantinya," jelasnya.

Apa yang dilakukan Ayoma Apartemen sangat bertolak belakang dengan pengembang pada umumnya, dimana setiap jengkal lahan sangat berharga untuk dijual. Itulah yang mendorong pengembang membangun semua lahan tanpa menyisakan RTH yang memadai. Akibatnya, semua potensi lingkungan sebagai bentuk kearifan lokal pun dikorbankan.

Menurut pakar tata kelola kota, Nirwono Joga, pengembang memiliki kewajiban untuk tetap menjaga, melestarikan dan mengembangkan kearifan lokal setempat di mana pun lokasi huniannya akan dibangun,”Pengembang dapat menerapkan nilai-nilai kearifan lokal ke dalam pembangunan huniannya, mulai dari mempertahankan keadaan lingkungan hidup setempat, ekosistem dan habitat alami, serta arsitektur bangunan yang hijau,”ujarnya.

Oleh karena itu, dirinya mengapresiasi komitmen PP Properti yang masih berpikir untuk menjaga kearifan lokal dan tidak hanya berbicara bisnis semata. Bagi Joga, strategi The Ayoma yang jarang dilakukan pengembang lain itu memiliki minimal tiga manfaat bagi lingkungan. Pertama, sumbangan ekologi ini akan menyumbang oksigen. Kedua, dengan banyak pohon-pohon besar mampu menyerap air dengn signifikan. Sebaliknya, jika tanpa pohon akan terancam banjir. Ketiga, memelihara habitat ekosistem dengan keanekaragaman hayati, seperti beragam tanaman dan hewan, seperti burung agar tidak punah. (bani)